Rabu, 12 September 2012
buku ajar etika profesi
ETIKA PROFESI
1
1. PENGANTAR
Manusia adalah ;
◦ Makhluk Individu
Memiliki akal pikiran, perasaan, dan kehendak/keinginan.
◦ Makhluk Sosial ;
Memiliki perilaku etis
◦ Macam-macam etika
Berasal dari Yunani -> “ethos” artinya karakter, watak kesusilaan atau adat.
Fungsi etika:
◦ Sebagai subjek : Untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakan tu salah atau benar, buruk atau baik.
◦ Sebagai Objek : Cara melakukan sesuatu (moral).
Pengertian Etika;
Menurut Martin (1993), “etika adalah tingkah laku sebagai standart yang mengatur pergaulan manusia dalam kelompok sosial”.
Dalam Kaitannya dengan pergaulan manusia maka etika berupa bentuk aturan yang dibuat berdasarkan moral yang ada.
Untuk mendapatkan konsep mengenai penilaian baik buruk manusia sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
◦ Pengertian baik : Segala perbuatan yang baik.
◦ Pengertian buruk : Segala perbuatan yang tercela.
Moral ;
Moral berasal dari bahasa latin “mos” artinya adat istiadat.
Moral adalah nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya dalam bermasyarakat.
Sebagai contoh: “Kepala Proyek
Pengembangan TI di perusahaan ini tidak bermoral…..” -> melangar norma-norma etis yang berlaku dalam kelompok atau organisasi.
Menurut Frans Magnis Suseno (1987), “moral adalah nilai-nilai yang mengandung peraturan, perintah dan lain sebagainya yang terbentuk secara turun temurun melalui suatu budaya tertentu tentang bagaimana manusia harus hidup dengan baik”.
Kesimpulan :
Etika dan moral adalah pegangan tingkah laku didalam bermasyarakat
Perbedaan moral dan etika:
- Moral menekankan pada cara menekankan sesuatu.
- Etika menekankan pada mengapa melakukan sesuatu harus dengan cara tersebut.
Filsafat adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang berfungsi sebagai interpretasi tentang hidup manusia.
Etika merupakan bagian dari filsafat, yaitu filsafat moral.
◦ Filsafat moral adalah cabang dari filsafat tentang tindakan manusia.
Kesimpulan :
Suatu ilmu yang mempelajari perbuatan baik dan buruk manusia berdasarkan kehendak dalam mengambil keputusan yang mendasari hubungan antar sesama manusia.
Kebutuhan Individu ;
◦ Merupakan faktor utama penyebab terjadinya tindakan tidak etis karena tidak tercukupinya kebutuhan pribadi dalam kehidupan.
Tidak ada pedoman
◦ Tidak punya penuntun hidup sehingga tidak tahu bagaimana melakukan sesuatu.
Perilaku dan kebiasaan Individu
◦ Perilaku kebiasaan individu tanpa memperhatikan faktor lingkungan dimana individu tersebut berada.
Ada dua jenis etika yaitu ;
◦ Etika deskriptif
Etika yang berbicara tentang suatu fakta ;
Yaitu tentang nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam kehidupan masyarakat.
Etika yang menyoroti secara rasional dan kritis tentang apa yang diharapkan manusia mengenai sesuatu yang bernilai.
◦ Etika normatif
Etika yang memberikan penilaian serta himbauan kepada manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku.
Etika yang mengenai norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan Etika deskriptif dan normatif adalah:
◦ Etika deskriptif :
Memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku yang dilakukan.
◦ Etika normatif :
Memberikan penilaian sekaligus memberikan norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
Macam-macam norma:
1. Norma sopan satun
Norma yang menyangkut tata cara hidup dalam pergaulan sehari-hari.
2. Norma Hukum
norma yang memiliki keberlakuan lebih tegas karena diatur oleh suatu hukum dengan jaminan hukuman bagi pelanggar.
3. Norma Moral
norma yang sering digunakan sebagai tolak ukur masyarakat untuk menentukan baik buruknya seorang sebagai manusia.
misalnya : menampilkan diri sebagai manusia dalam profesi yang dijalani.
2. SEJARAH ETIKA KOMPUTER
Era 1940-1950an
◦Prof. Norbert Wiener
◦PD II penelitian di bidang etika dan teknologi yang memunculkan cybernetics atau the science of information feedback systems.
◦1948 Buku Cybernetics : Control and Communication in the Animal and the Machine
(teknologi mampu memberikan “kebaikan” sekaligus “malapetaka”)
◦1950 Buku The Human Use of Human Beings
(beberapa bagian pokok hidup manusia, prinsip hukum dan etika di bidang komputer).2
Era 1960an
◦Donn Parker dari SRI International Menlo Park California riset untuk menguji penggunaan komputer yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalisme di bidang komputer.
◦Buku “Rules of Ethics in Information Processing”
◦1968 pengembangan Kode Etik Profesional pertama yang dilakukan untuk Association of Computing Machinery (ACM).
.: Belum adanya suatu kerangka teoritis umum mengenai etika.
Era 1970an
◦Joseph Weizenaum, menciptakan suatu program „ELIZA‟ tiruan dari “Psychotherapist Rogerian‟ yang melakukan wawancara dengan pasien Bukti bahwa komputer akan segera mengotomasi psikoterapi.
◦1976 Buku “Computer Power and Human Reason (hubungan antara manusia dengan mesin)
◦Walter Maner kursus eksperimental mengenai “computer ethics” di tingkat universitas (1970 sampai pertengahan 1980)
◦1978 Buku “Starter Kit in Computer Ethics” material kurikulum dalam pengembangan pendidikan etika komputer di universitas.
Era 1980an
◦Pembahasan computer-enabled crime atau kejahatan komputer, masalah yang disebabkan kegagalan sistem komputer, invasi keleluasaan pribadi melalui database komputer dan perkara pengadilan mengenai kepemilikan perangkat lunak.
◦Etika komputer suatu disiplin ilmu
◦Pertengahan 80an James Moor artikel “What is Computer Ethics?”
◦Deborah Johnson buku teks “Computer Ethics”
Era 1990an-sekarang
◦Donald Gotterban, Keith Miller, Simon Rogerson, Dianne Martin
◦Etika Komputer menjadi salah satu bidang ilmu utama pada banyak riset dan perguruan tinggi di dunia yang akan terus dikembangkan mengikuti perkembangan komputer itu sendiri.
TOKOH2 ETIKA KOMPUTER
Norbert Wiener 1960an
Donn Parker (SRI Internasional
Menlo Park California)1970anJ. WeizenbaumWalter Maner 1980an
James Moor (Dartmouth College)
1990an – sekarang
Donald Gotterbarn,
Keith Miller,
Simon Rogerson,
Dianne Martin,
Dll
3. PANDANGAN CAKUPAN ETIKA PROFESI KOMPUTER
1940-1960an : disiplin ilmu yang dikenal sebagai “etika komputer” praktis belum ada.
1970an: menggambarkan etika komputer sebagai bidang ilmu yang menguji permasalahan etis yang diciptakan oleh teknologi komputer.
1980an: etika komputer mengidentifikasi dan meneliti dampak teknologi informasi yang memiliki sifat revolusioner.
◦Revolusi komputer ada dua langkah yaitu: pengenalan teknologi (teknologi dapat dikembangkan dan disaring) dan penyebaran teknologi (teknologi mendapatkan integrasi ke dalam aktifitas manusia sehari-hari dan kedalam institusi sosial.
1990an: etika komputer dipandang sebagai suatu cabang etika profesional.
Kejahatan Komputer
Cyber Ethics
E-commerce
Pelanggaran Hak atas Kekayaan Intelektual
Tanggung Jawab Profesi
Kejahatan yang ditimbulkan karena penggunaan komputer secara ilegal (Andi Hamzah, 1998).
Contoh -> penyebaran virus, spam email, carding.
Internet sebagai perkembangan di bidang komputer berkomunikasi secara langsung peluang baru untuk berbisnis
Permasalahan : pengguna berasal dari berbagai negara, hidup dalam dunia anonymouse,
Aturan dan Prinsip Nettiquette/netiket
(berdasar IETF (The Internet Engineering Task Force)
Electronic Commerce
Model perdagangan elektronik
Sistem perdagangan yang menggunakan mekanisme elektronik yang ada di jaringan internet
Namun juga menimbulkan beberapa permasalahan seperti masalah pajak, perlindungan konsumen, pemalsuan tandatangan digital.
Informasi berbentuk digital sehingga mudah untuk disalin.
Menimbulkan keuntungan tapi juga menimbulkan permasalahan
Contoh : pembajakan perangkat lunak, softlifting, penjualan CD ilegal, penyewaan perangkat lunak ilegal.
Munculnya kode etik profesi untuk memberikan gambaran adanya tanggungjawab bagi para pekerja di bidang komputer untuk menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional dengan baik.
Organisasi profesi di bidang komputer di Indonesia IPKIN (Ikatan Profesi Komputer dan Informatika) sejak tahun 1974
Isu-Isu Pokok tentang etika dibidang pemanfaatan teknologi komputer:
Kejahatan di Internet (CyberCrime).
1. Pembajakan situs web
2.Pencurian penggunaan account internet
3.Deniel of Service (DoS)
4.SQL Injection
5.Virus
6.Hacker dan cracker
Perdagangan elektronik (E-Commerce).
1. Pemalsuan tanda tangan digital
2.Penyadapan informasi (spyware)
3.Penyalagunaan pengiriman berita elektronik (spam)
Cara penyerangan, Cara penanggulan, tinjauan hukum.
4. PEKERJAAN, PROFESI DAN PROFESIONAL
Pekerjaan adalah kebutuhan yang bersifat praktis untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lainnya misalnya kebutuhan ekonomi(sandang, pangan dan papan) dan kebutuhan psikis(rohani).
Tujuan pekerjaan:
◦Memenuhi kebutuhan hidup
Sandang, pangan, papan
◦Mengurangi tingkat pengangguran dan kriminalitas.
Adanya lapangan pekerjaan
◦Mengontrol gaya hidup
Dapat mengatur, merencanakan dan mengontrol kegiatan apa yang akan dilakukan.
Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan adalah profesi.
PekerjaanProfesi
Misalnya :
-Pekerjaan staf administrasi : tidak termasuk
dalam golongan profesi karena bekerja sebagai
staf administrasi dapat dari berbagai latar
belakang pendidikan, pengetahuan dan pengalaman.
-Sedangkan pekerjaan staf akuntan
merupakan pekerjaan profesi karena mebutuhkan pendidikan akuntansi.
Profesi adalah suatu bentuk pekerjaan yang mengharuskan pelakunya memiliki pengetahuan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan formal dan keterampilan tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja dan terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi.
Menurut Gilley Dan Eggland (1989) mendefinisikan profesi sebagai bidang usaha manusia berdasarkan pengetahuan, dimana keahlian dan pengalaman pelakunya diperlukan oleh masyarakat.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa profesi meliputi 3 aspek yaitu:
◦Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan atau keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan pada umumnya.
◦Profesi merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan sebagai sumber utama nafkah hidup dengan keterlibatan pribadi yang mendalam dalam menekuninya.
◦Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengembangan profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi.
Sifat-sifat seorang pelaku profesi adalah:
◦Menguasai ilmu secara mendalam dalam bidangnya
Sebuah profesi akan mengandalkan suatu pengetahuan khusus yang dimiliki agar dapat menjalankan tugas dengan baik.
◦Mampu mengkonversi ilmu menjadi keterampilan
Sebuah profesi dapat melakukan praktek-praktek atau kegiatan khusus sesuai tugas dan pekerjaan dengan baik dan tidak sekedar tahu banyak tentang teori tetapi mampu mengaplikasikannya dalam kegiatan yang dilakukan.
◦Selalu menjunjungi etika dan integritas profesi
Setiap profesi terdapat suatu aturan yang disebut dengan kode etik profesi. Kode etik merupakan aturan main dalam menjalankan sebuah profesi yang harus ditaati oleh semua anggota profesi yang bersangkutan.
Seorang yang profesional adalah seseorang yang menjalankan profesinya secara benar dan melakukannya menurut etika dan sikap-sikap profesional.
Sikap-sikap profesional, diantaranya:
◦Komitmen tinggi
◦Tanggung jawab
◦Berfikir sistematis
Apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya.
◦Penguasaan materi
Menguasai materi secara mendalam pekerjaan yang sedang dilakukannya.
Profesionalisasi atau proses profesional adalah proses evolusi yang menggunakan pendekatan organisasi dan sistematis untuk mengembangkan profesi ke arah status profesional.
Untuk mengukur profesionalisme diperlukan standar profesional, terdapat 4 pendekatan yaitu:
◦Pendekatan berorientasi filosofis
◦Pendekatan perkembangan bertahap
◦Pendekatan berorientasi karakteristik
◦Pendekatan berorientasi non-tradisional
Ada 3 hal poko yang digunakan untuk mengetahui tingkat profesionalisme adalah:
◦Pendekatan lambang profesional
Lambang dimaksudkan seperti sertifikat, lisensi dan akreditasi.
Sertifikat merupakan lambang bagi individu yang profesional dalam bidang tertentu. Contoh : pelatihan.
Lisensi dan akreditasi adalah lambang profesional untuk produk atau instansi. Contoh : lembaga pendidikan.
◦Pendekatan sikap individu
Individu yang memberikan layanan yang memuasakan dan bermanfaat bagi pengguna jasa profesi tersebut. Sikap individu diantaranya: kebebasan personal, pelayanan umum.
◦Pendekatan electic
Pendekatan yang menggunakan prosedur, teknik, metode dan konsep dari berbagai sumber, sistem dan pemikiran akademis.
Ada 6 langkah proses yaitu:
◦Berkumpulnya individu-individu yang memiliki minat yang sama terhadap suatu profesi
◦Melakukan identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu untuk mendukung profesi yang dijalaninya
◦Terorganisasi secara formal pada suatu lembaga yang diakui oleh pemerintah dan masyarakat sebagai sebuah organisasi profesi.
◦Membuat kesepakatan mengenai persyaratan profesi berdasarkan pengalaman atau kualifikasi teertentu.
◦Menentukan kode etik yang menjadi aturan main dalam menjalankan sebuah profesi yang harus ditaati oleh semua anggota profesi yang bersangkutan
◦Revisi pesyaratan berdasarkan kualifikasi tertentu.
Ada 8 karakteristik pengembangan proses profesional, yaitu:
◦Kode etik profesi sebagai aturan langkah bagi seorang profesional dalam menjalankan profesinya.
◦Pengetahuan yang terorganisir yang emndukung pelaksanaan sebuah profesi
◦Keahlian dan kompetensi yang bersifat khusus
◦Tingkat pendidikan minimal dari sebuah profesi.
◦Sertifikat keahlian yang harus dimiliki sebagai salah satu lamang profesional
◦Proses tertentu untuk memikul tugas dan tanggung jawab dengan baik.
◦Adanya kesempatan untuk menyebarluaskan ide diantara anggota.
◦Adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi mal praktek dan pelanggaran kode etik.
Diharapkan mampu melihat dan merumuskan karakteristik yang unik dan kebutuhan sebuah profesi.
Perlu dilakukan identifikasi elemen-elemen penting untuk sebuah profesi misalnya standarisasi profesi untuk menguji kelayakan.
5. PROFESI MENINGKATKAN PROFESIONAL DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi informasi merupakan teknologi yang selalu berkembang baik secara revolusioner (seperti perkembangan dunia perangkat keras) maupun yang lebih bersifat evolusioner (seperti perkembangan dunia perangkat lunak).
Profesi dibidang teknologi informasi merupakan profesi yang tergolong baru diantara profesi-profesi yang lain, seperti: kedokteran, guru dan sebagainya.
Untuk itu perlu dilakukan standarisasi dari sebuah profesi agar pelaku profesi tersebut dapat mempertanggungjawabkan kemampuannya dalam menjalankan pekerjaan (profesionalisme).
Standarisasi dan sertifikasi dapat dilakukan oleh badan-badan resmi yang ditunjuk pemerintah atau dilakukan juga oleh industri secara langsung yang sering disebut: vendor certification.
Secara umum, pekerjaan dibidang teknologi informasi terbagi dalam 5 kelompok, yaitu :
◦ Perangkat lunak : tugasnya merancang OS, database maupun sistem aplikasi.
Sistem analis menganalisis sistem yang akan diimplementasikan.
Programmer mengimplementasikan rancangan sistem dari sistem analis
Web designer melakukan kegiatan perencanaan sistem berbasis web.
Web programmer mengimplementasikan rancangan dari web designer.
◦ Perangkat keras
Teknisi pemeliharaan dan perbaikan perangkat sistem komputer.
Networking engineer teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.
◦ Operasional sistem informasi
EDP Operator mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan eletronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan.
System administrator melakukan administrasi terhadap sistem, pemeliharaan sistem dan pengaturan hak akses terhadap sistem.
◦Pengembangan bisnis teknologi informasi
Dibab III sudah dijelaskan suatu pekerjaan termasuk dalam profesi jika mempunyai latar belakang pendidikan, pengetahuan dan pengalaman tertentu.
Menurut Julius Hermawan (2003): terdapat 2 karakteristik yang dimiliki oleh software engineer sehingga pekerjaan tersebut layak disebut sebuah profesi yaitu kompetensi dan adanya tanggung jawab pribadi.
◦Kompetensi : suatu sifat yang selalu menuntut profesional dalam memperdalam dan memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya sesuai tuntutan profesinya.
◦Tanggung jawab pribadi : kesadaran untuk membebankan hasil pekerjaannya sebagai tanggung jawab pribadi dalam mengembangkan ilmu perangkat lunak seperti bidang ilmu analisis masalah, desain sistem yang ada serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya untuk keperluan pengembangan PL.
Dalam menjalankan profesinya, seseorang yang bekerja dalam bidang TI harus memiliki beberapa persyaratan profesionalisme, yaitu :
◦Dasar ilmu yang kuat dalam bidangnya sebagai bagian dari masyarakat.
◦Penguasaan kiat-kiat profesi yang dilakukan berdasarkan riset dan praktis, bukan hanya merupakan teori atau konsep saja.
◦Pengembangan kemampuan profesional yang berkesinambungan.
Kategori penyebab rendahnya profesionalisme pekerjaan dibidang TI :
◦Masih banyak pekerja dibidnag TI yang tidak menekuni profesinya secara total
◦Belum adanya konsep yang jelas dan terdefinisi tentang norma-norma dan etika profesi pekerja dibidang TI
◦Masih belum ada organisasi profesional yang menangani para profesional dibidang TI.
5.1. JENIS-JENIS SERTIFIKASI
Sertifikasi merupakan salah cara untuk melakukan standarisasi sebuah profesi.
Sertifikasi merupakan lambang dari sebuah profesionalisme.
Ada beberapa alasan tentang pentingnya sertifikasi untuk profesional dibidang TI:
◦Bahwa untuk menuju pada level yang diharapkan, pekerjaan dibidang TI membutuhkan expertise (kepakaran). Penguasaan secara mendalam dapat dibuktikan melalui sertifikasi karena untuk mampu sertifikasi ada proses ujian yang tidak mudah dan memnuhi standar tertentu.
◦Bahwa profesi dibidang TI, dapat dikatakan profesi menjual jasa dan bisnis jasa.
Beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan melakukan sertifikasi antara lain:
◦Ikut berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional
◦Pengakuan resmi pemerintah tentang tingkat keahlian individu terhadap sebuah profesi.
◦Pengakuan resmi pemerintah tentang tingkat keahlian individu terhadap sebuah profesi.
◦Pengakuan dari organisasi profesi sejenis (benchmarking) baik pada tingkat regional maupun internasional.
◦Membuka akses lapangan pekerjaan secara nasional, regional amupun internasional
◦Memperoleh peningkatan karier dan pendapatan sesuai perimbangan dengan pedoman skala yang diberlakukan.
Sisi jenis sertifikasi yang berkembang dewasa ini, mengarah pada 2 klasifikasi sertifikasi yaitu :
◦Sertifikasi berorientasi produk
Sertifikasi yang dikeluarkan berkaitan dengan produk perangkat lunak atau perangkat keras dari perusahaan tertentu seperti Microsoft, Oracle, Cisco, dll.
Biayanya cukup mahal.
Contoh:
Sertifikasi microsoft : dengan label MCP (Microsoft Certified Professional) misalnya : MCDBA (Microsoft Certified Database Administrators), MCT (Microsoft Certified Trainers) pelatihan perangkat lunak.
Sertifikasi Oracle : OCP (Oracle Certifed Professional), misalnya: konsep-konsep dasar SQL.
Sertifikasi CISCO : CCNP (Cisco Certified Networking Professional), misal : konfigurasi switch dan router,ACL.
◦Sertifikasi yang berorientasi profesi
Sertifikasi yang diuji kompetensinya sebagai seorang ahli dibidang TI.
Contohnya:
CCP (Certified Computer Programmer) merupakan sertifikasi untuk para profesional yang bekerja sebagai programmer.
CSP (Certified Systems Professional) merupakan sertifikasi para profesional yang bekerja dibidang analis desain dan pengembangan sistem berbasis komputer.
5.2 ORGANISASI DAN KODE ETIK PROFESI
Tujuan profesi : memenuhi tanggung jawabnya dengan standar profesionalisme tinggi sesuai bidangnya untuk mencapai tingkat kinerja yang tinggi.
Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat 4 kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh sebuah profesi, yaitu :
◦Kredibitas
◦Profesionalisme
◦Kualitas Jasa
◦Kepercayaan
5.3. ORGANISASI PROFESI
Organisasi profesi adalah suatu organisasi yang mengatur dan melakukan standarisasi kualitas, menetapkan prinsip-prinsip profesionalisme dan menciptakan kepercayaan atas hasil kerja profesi di masyarakat.
:. Bagian dari perkembangan sebuah profesi dalam proses profesional untuk mengembangkan profesi ke arah status profesional yang diakui oleh pemerintah dan masyarakat sebagai pengguna jasa profesi tersebut.
Proses profesional adalah proses evolusi yang menggunakan pendekatan organisasi dan sistematis untuk mengembangkan profesi ke arah status profesi.
Langkah proses profesional yaitu:
◦Munculnya asosiasi informal
Asosiasi informal merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki minat sama terhadap suatu profesi atau pekerjaan tertentu.
◦Identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu
Oleh karena memiliki kepentingan yang sama, maka komunitas tersebut mengadopsi ilmu pengetahuan tertentu dibidangnya.
◦Para praktisi akan terorganisasi secara formal pada suatu lembaga
Seiring dengan berkembang lingkup profesi yang dijalaninya maupun perkembangan ilmu dan teknologi maka dirasa perlu untuk memformalkan komunitas tersebut menjadi suatu organisasi resmi yang diakui oleh pemerintah dan masyarakat.
5.4. ORGANISASI PROFESI DI INDONESIA
IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
◦Organisasi profesi yang mengatur standar profesionalisme dan aturan etika bagi profesi dokter di indonesia.
IAI (Ikatan Akuntan Indonesia)
◦Organisasi profesi yang mengatur standar profesionalisme dan aturan etika bagi profesi akuntan di indonesia.
PII (Persatuan Insinyur Indonesia)
◦Organisasi profesi insinyur Indonesia yang terdiri dari anggota-anggota yang memiliki latar belakang pendidikan dibidang teknik seperti teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia dsb.
ISFI (Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia)
◦Organisasi profesi yang mengatur standar profesionalisme dan aturan etika sarjana farmasi atau apoteker diindonesia.
dll
5.5. Fungsi pokok dalam peningkatan profesionalisme yaitu:
◦Mengatur keanggotaan organisasi
Organisasi profesi menentukan kebijakan tentang keanggotaan, struktur organisasi serta syarat-syarat keanggotaan sebuah profesi.
◦Membantu anggota untuk dapat terus memperbaharui pengetahuannya sesuai perkembangan teknologi
Organisasi profesi merupakan jembatan antara perkembangan yang terjadi dimasyarakat dengan para pelaku profesi yang menjadi anggotanya.
Misalnya : jika muncul suatu teknologi/tren baru dimasyarakat yang berkaitan dengan profesi, amak organisasi profesi akan mengadakan workshop, seminar tentang hal tersebut.
◦Menentukan standarisasi pelaksanaan sertifikasi profesi bagi anggotanya
Dengan pemilikan sertifikasi yang diakui secara nasional maupun internasional maka orang akan melihat tingkat profesionalisme yang tinggi dari pemegang sertifikasi tersebut.
Organisasi profesi berperan dalam mengatur pelaksanaan sertifikasi profesi bagi anggotanya, termasuk mengatur syarat-syarat sertifikasi.
◦Membuat kebijakan etika profesi yang harus diikuti oleh semua anggota
Etika profesi adalah aturan yang diberlakukan untuk seluruh anggota organisasi profesi.
Aturan tersebut menyakut hal-hal yang boleh dilakukan atau tidak serta pedoman keprofesionalan yang digariskan bagi sebuah profesi.
◦Memberikan sanksi bagi anggota yang melanggar etika profesi
Sanksi diterapkan bagi pelanggaran kode etik profesi tentunya mengikat semua anggota.
Di Indonesia sudah berdiri sebuah organisasi profesi dibidang komputer sejak tahun 18 April 1974 yang bernama IPKIN (Ikatan Pengguna Komputer Indonesia).
Seiring dengan perkembangannya, IPKIN berganti nama menjadi IPKII (Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia).
Azas : Pancasila
Tujuan : ikut meningkatkan pemanfaatkan dan pengembangan teknologi komputer dan informatika di Indonesia guna menunjang pembangunan nasional serta berperan sebagai wadah komunikasi, konsultasi dan koordinasi antara anggota.
Fungsi :
◦Menyelenggarakan dan atau ikut serta dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti pendidikan, latihan, seminar, diskusi yang berhubungan dengan bidang komputer dan Informatika.
◦Mengadakan kerja sama dengan organisasi sejenis selama maksud dan tujuan organisasi tersebut tidak bertentangan dengan maksud dan tujuan IPKIN.
5.6. KODE ETIK
Kode artinya kumpulan sandi, buku, undang-undang dan kata yang disepakati dalam lalu lintas telegrafi serta susunan prinsip hidup dalam masyarakat.
Etik adalah moral filosofi, ajaran kesusilaan.
Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional yang menjadi anggota dari sebuah organisasi profesi.
Tujuan : pelaku profesi dapat menjalankan tugas dan kewajiban serta memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada pemakai jasa profesi tersebut.
5.7. PRINSIP DASAR KODE ETIK PROFESI
Merupakanlandasandasarperilakuetikadanperilakuprofesionaldiantaranya:
◦Prinsiptanggungjawabprofesi
Setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukan.
◦Prinsip kepentingan publik
Setiap anggota berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan public dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
◦Prinsip integritas
Pelaku profesi harus menjunjung nilai tanggungjawab professional dengan integritas tinggi untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik.
◦Prinsipobyektifitas
Pelakuprofesiharusmengesampingkankepentinganpribadidalammenjalankantugasnya.
◦PrinsipperilakuProfesional
Setiapanggotaharusberperilakukonsistendenganreputasiprofesiyang baik.
6. ETIKA MENGGUNAKAN INTERNET
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi terus mengalami kemajuan.
Dari semua kemajuan yang signifikan yang dibuat oleh manusia sampai hari ini adalah perkembangan internet.
Era internet tersebut membawa perubahan besar dalam tatanan kehidupan masyarakat, dengan munculnya peluang baru untuk membangun dan memperbaiki pendidikan (e-learning), bisnis (e-commerce), dll.
PERKEMBANGAN INTERNET
Internet merupakan kepanjangan dari interconnection Networking, atau juga yang telah menjadi international networking.
Internet merupakan jaringan yang menghubungkan komputer diseluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit menjadi satu jaringan yang bisa saling mengakses.
Dengan internet tersebut, satu komputer dapat berkomunikasi secara langsung dengan komputer lain diberbagai belahan dunia.
Internet pertama kali dikembangkan oleh salah satu lembaga riset di Amerika Serikat, yaitu DARPA (Defence Advanced Research Project Agency) pada tahun 1973.
Jaringan internet yang dihasilkan oleh proyek DARPA diberi nama ARPNet.
ARPNet menggunakan protokol NCP (Networking Communication Protocol) kemudian setelah melalui penelitian dengan jumlah host pada jaringan internet mencapai lebih dari 1000 titik maka protokol yang digunakan juga mengalami perkembangan menggunakan TCP dan host nya menggunakan DNS sebagai standarisasi nama domain dan menggantikan fungsi tabel host.
Awal tahun 1990-an, layanan aplikasi sederhana diinternet seperti penelurusan World Wide Web (WWW), chatting, email, sampai pada perkembangan teknologi internet yang memungkinkan anda untuk menelpn teman atau saudara diluar negeri dengan layanan VOIP (Voice Over Internet Protocol).
Beberapa alasan mengapa era internet memberikan dampak yang cukup signifikan bagi berbagai aspek kehidupan yaitu :
◦Informasi diinternet bisa diakses 24 jam dalam sehari.
◦Biaya murah
◦Kemudahan dalam membangun relasi dengan pelanggan.
KARAKTERISTIK DUNIA MAYA
Internet identik dengan cyberspace atau dunia maya.
Cyberspace adalah suatu ekosistem bioelektronik disemua tempat yang memiliki telepon, kabel coaxial, fiber optik atau elektromagnetik waves.
Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan tentang karakteristik dunia maya yaitu:
◦Beroperasi secara maya
◦Dunia cyber selalu berubah dengan cepat
◦Orang-orang yang dilakukan dalam cyberspace tanpa melaksanakan aktifitasnya tanpa harus menunjukkan identitasnya
◦Informasi didalamnya bersifat publik
Hadirnya internet dalam kehidupan manusia telah membentuk komunitas masyrakat tersendiri.
Surat-menyurat yang dahulunya dilakukan secara tradisional melalui kantor pos sekarang hanya duduk dan mengetik didepan komputer terus tekan tombol “send” maka sampailah ke lokasi tujuan dalam hitungan detik.
Perkembangan internet yang begitu pesat maka perlu dibuat aturan-aturan atau etika beraktifitas dalam dunia maya tersebut.
PENTINGNYA ETIKA DI DUNIA MAYA
Beberapa alasan mengenai pentingnya etika dalam dunia maya atau etika berinternet antara lain :
◦Bahwa pengguna internet berasal dari berbagai negara yang mungkin saja memiliki budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda.
◦Pengguna internet tidak mengharuskan saling mengenal dalam arti yang sesungguhnya atau bahkan satu penghuni dunia maya mungkin tidak akan pernah bertatap muka dengan penghuni yang lainnya.
◦Berbagai macam fasilitas yang diberikan diinternet memungkinkan seseorang untuk bertindak tidak etis.
Netiket adalah etika dalam berkomunikasi menggunakan internet.
Standarisasi netiket ditetapkan oleh IETF (The Internet Engineering Task Force).
IETF adalah suatu komunitas masyarakat internasional yang terdiri dari para perancang jaringan, operator, penjual dan peneliti yang terkait dengan evolusi arsitektur dan pengoperasian internet.
Untuk lebih jelasnya bisa dikunjungi situs resmi organisasi tersebut di www.ietf.org.
Beberapa point yang diatur dalam netiket adalah :
◦Netiket dalam one to one communications.
Yang dimaksudkan adalah kondisi dimana komunikasi terjadi antar individu “face to face” dalam sebuah dialog. Sebagai contoh adalah komunikasi via eletronic mail.
Beberapa hal tentang netiket pada komunikasi dengan email :
Perlakukan e-mail secara pribadi
Jika seseorang mengirim informasi atau gagasan kepada anda secara pribadi, anda tidak sepatutnya mengirimnya ke form umum.
Jangan membicarakan orang lain
Jangan membicarakan orang lain apalagi kejelekannya. Berhati-hatilah terhadap apa yang anda tulis. E-mail memiliki fasilitas “forward” yang dapat mengijinkan si penerima untuk meneruskannya ke orang lain.
Jangan menggunakan CC
Jika anda mnegirimkan mail ke sejumlah orang, jangan cantumkan nama-nama pada kolom CC. jika anda melakukannya maka semua orang yang menerima email anda akan bisa melihat alamat-alamat email orang lain.
Gunakan BCC (blind Carbon Copy) setiap orang hanya bisa melihat alamat emailnya sendiri.
Jangan gunakan format HTML
Jika anda mengirimkan sebuah pesan penting ke rekan anda, jangan gunakan format HTML tanpa memastikan bahwa program email rekan anda bisa memahami kode HTML.
Sedangkan untuk administrator email tersbut, terdapat beberapa hal yang sebaiknya dilakukan :
Lakukan publikasi secara tertulis tentang petunjuk-petunjuk yang harus dilakukan user jika dihadapkan pada pesan yang tidak sah (ilegal) dalam pemakaian email.
Jelaskan aturan-aturan kepada pengguna mengenai kuota disk atau sistem rule yang lain.
Berikan awaban dnegan segera ke pengguna jika ada pertanyaan-pertanyaan mengenai pesan yang tidak sah (ilegal) tersebut dengan segera.
◦Netiket dalam one to many communications.
Yang dimaksudkan adalah konmunikasi satu orang dengan beberapa orang sekaligus.
Seperti mailing list dan net news.
Beberapa netiket untuk berkomunikasi bagi pengguna mailing list atau netnews :
Baca terlebih dahulu mailing list sebelum memutuskan untuk melakukan posting surat yang pertama kali ke mailing list tersebut. Hal ini akan membantu kita untuk mengerti lingkungan mailing list yang akan dimasuki tersebut.
Berhati-hatilah dengan kata-kata yang akan ditulis. Ingat bahwa kata-kata tersebut akan disimpan disuatu lokasi yang bisa diakses oleh orang banyak dan akan tersimpan dalam jangka waktu yang lama.
Artikel atau tulisan yang akan diposting haruslah ringkas dan to the point.
Tidak boleh mengirimkan artikel yang berbau spoofing (pamlsuan) dan lelucon kecuali mailing list bernuansa humor.
Jangan mengirim file yang berukuran besar karena dapat mengganggu sistem. Akan lebih baik menggunakan hyperlink yang menunjukkan pada resources lain yang dituju.
Sedangkan bagi administrator mailing list berlaku netiket yaitu:
Memperjelas aturan-aturan tentang pemakaian mailing list atau netnews sejelas-jelasnya, tentang bagaimana berlangganan netnews, bagaimana mendaftar mailing list, dan bagaimana melakukan posting, dll.
Jelaskan aturan-aturan kepada pengguna mengenai kuota disk atau sistem rules ang lain.
Pastikan untuk memonitor kondisi sistem setiap waktu termasuk bagaimana kondisi jaringan sistem tersebut, dsb.
Seperti halnya etika dalam kehidupan bermasyarakat, sanksi yang diperoleh terhadap suatu pelanggaran adalah sanksi sosial.
Sanksi sosial tersebut bisa berupa teguran atau bahkan dikucilkan dari kehidupan bermasyarakat.
Lain halnya jika pelanggaran etika tersebut berkembang menjadi pelanggaran hukum maka perangkat hukumlah yang akan berbicara tentang sanksi yang diberikan.
Demikian juga dengan pelanggaran etika berinternet, sanksi yang akan diterima adalah dikucilkan dari kehidupan komunitas berinternet, bisa saja dikeluarkan dari keanggotaan mailing list.
ETIKA BISNIS DAN E_COMMERCE
Jika kita melihat teknologi informasi secara utuh, tentunya tidak akan terlepas dari aspek “bisnis” sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan teknologi tersebut.
Sebagian orang berpendapat bahwa “bisnis tetap bisnis” dengan memfokuskan pada tujuan pencarian keuntungan.
Untuk itu bisnis perlu dilandasi etika.
ALASAN BISNIS PERLU DILANDASI ETIKA
Bisnis perlu dilandasi etika, karena disamping mencari keuntungan juga bertujuan untuk memperjuangkan nilai-nilai yang bersifat manusiawi.
Beberapa alasan yang membuat bisnis perlu dilandasi oleh suatu etika yaitu:
◦Selain mempertaruhkan barang dan uang untuk tujuan keuntungan, bisnis juga mempertaruhkan harga diri dan nasib umat manusia yang terlibat didalamnya.
◦Bisnis adalah bagian penting dari masyarakat yang terjadi didalam masyarakat. Bisnis dilakukan menyakut hubungan manusia dengan manusia. Maka bisnis membutuhkan etika agar mampu memberikan pedoman bagi pihak-pihak yang melakukannya.
◦Bisnis adalah kegiatan yang mengutamakan rasa saling percaya. Etika dibutuhkan untuk semakin menumbuhkan dan memperkuat rasa saling percaya.
Dalam ekonomi pasar global, kita harus mampu bersaing yang produktif dan efisien, untuk itu perlu menerapkan prinsip-prinsip etika, diantaranya :
◦Prinsip ekonomi
Prinsip ini mengandung pengertian bahwa manusia dapat bertindak secara bebas berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggap baik untuk dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
◦Prinsip kejujuran
Kejujuran adaah prinsip etika bisnis yang sangat penting karena menjamin kelanggengan sebuah kegiatan bisnis.
Dalam hal ini, bisnis adalah kegiatan simbiosis mutualisme atau kegiatan yang saling membutuhkan dan menguntungkan antara penjual dan pembeli.
◦Prinsip berbuat baik dan tidak berbuat jahat.
Prinsip moral untuk bertindak baik kepada orang lain.
◦Prinsip keadilan
Bersikap adil dalam hubungan bisnis dengan memperlakukan orang sesuai dengan haknya.
◦Prinsip hormat pada diri sendiri
Dalam melakukan hubungan bisnis, manusia memiliki kewajiban moral untuk memperlakukan diri sebagai pribadi yang memiliki nilai sama dengan pribadi lainnya.
7. BISNIS DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
Bisnis dibidang teknologi informasi memiliki tujuan dan format yang sama dengan bisnis-bisnis dibidang lainnya, yang berbeda hanyalah objeknya yaitu teknologi informasi.
Kategori bisnis dibidang TI antara lain :
◦Bisnis dibidang industri perangkat keras
Bisnis yang bergerak dibidang rekayasa perangkat-perangkat keras pembentuk komputer.
◦Bisnis dibidang industri perangkat lunak
Bisnis yang bergerak dibidang rekayasa perangkat lunak atau perangkat lunak komputer.
Teknik rekayasa yang dimaksudkan disini : analisis, desain, spesifikasi, implementasi.
◦Bisnis dibidang distribusi dan penjualan barang
Setelah bisnis dibidang industri menghasilkan suatu produk, dalam hal ini produk komputer, maka bagian bisnis ini bertugas menjual dan menditribusikan produk-produk industri tersebut.
◦Bisnis dibidang pendidikan teknologi informasi
Bisnis dibidang pendidikan dilakukan mulai dari lembaga-lembaga kursus sampai ke perguruan tinggi dibidang komputer.
◦Bisnis dibidang pemeliharaan teknologi informasi
Bisnis yang memiliki spesialisasi dibidang maintenance dan teknisi.
Teknologi informasi melahirkan internet.
Perkembangan pemakaian internet yang sangat pesat, salah satunya menghasilkan sebuah model perdagangan elektronik yang disebut eletronic Commerce (E-commerce).
E-commerce adalah sistem perdagangan yang menggunakan mekanisme elektronik yang ada dijaringan internet.
E-commerce merupakan warna baru dalam dunia perdagangan, dimana kegiatan perdagangan tersebut dilakukan secara elektronik dan online.
Penyebab sistem perdagangan elektronik berkembang pesat adalah :
◦Proses transaksi yang singkat
Perubahan sistem transaksi tradisional (manual) ke sistem elektronik (otomatis) akan mempercepat proses transaksi tersebut.
◦Menjangkau lebih banyak pelanggan
E-commerce memiliki kemampuan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
◦Mendorong kreatifitas penyedia jasa
Menciptakan informasi dan promosi yang inovatif dan secara cepat melakukan update data.
◦Biaya operasional lebih murah
◦Meningkatkan kepuasan pelanggan
Merespon permintaan pelanggan secara cepat dan akurat.
Salah satu acuan internasional yang banyak digunakan adalah Uncitral Model Law on electronic Commerce1996.
Uncitral sebagai salah satu komisi internasional yang berada dibawah PBB.
Beberapa point penting dalam Uncitral adalah :
◦Menyatakan bahwa suatu informasi mempunyai implikasi hukum, validitas dan dapat dijalankan meskipun bentuk berupa data message.
suatu informasi tidak dapat dikatakan tidak mempunyai kekuatan hukum dan validitas serta tidak dapat dijalankan hanya didasarkan pada kenyataan bahwa didalam data messages tersebut tidak terdapat hal-hal yang secara umum menimbulkan implikasi hukum,melainkan hanya berisi perintah untuk merujuk pada materi tertentu.
◦Peraturan yang membutuhkan tanda tangan seseorang maka persyaratan tersebut dapat dipenuhi oleh suatu data message apabila :
Memberikan indikasi bahwa informasi yang terdapat dalam suatu data messages telah disetujui olehnya.
Digunakan sebagai suatu perjanjian.
◦Suatu informasi disampaikan dalam bentuk asli (original). Persyaratan dapat dipenuhi apabila:
Informasi tersebut lengkap, tidak pernah dimodifikasi.
Informasi tersebut dapat ditunjukkan kepada orang yang membutuhkan.
8. IT FORENSIK
Perkembangan Teknologi
Positif ; Memajuan dan kesejahteraan
Negatif ; Kemunduran dan kerugian
Teknologi informasi dan komputer
Dalam perkembangannya telah membuka dimensi lain dari teknologi, yaitu kejahatan computer
CYBER CRIME
Istilah “ Cybercrime “
Cybercrime : memunculkan masalah baru
Cybercrime : Kejahatan komputer
Masalah baru
Mikro ; Perseorangan
Makro ; Komunal, publik dan efek domino
Cybercrime perlu ditangani sebab ;
Sifat alami dari TI ; Memungkinkan pelaku kejahatan untuk menyembunyikan jejaknya
Cybercrime tidak memiliki batas goegrafis
Dapat dilakukan secara jarak dekan atau jauh dan hasilnya sama
KOMPUTER FORENSIK TERMINOLOGI
Forensik :
Suatu proses ilmiah dalam mengumpulkan, menganalisa, dan menghadirkan berbagai buksti dalam sidang pengadilan terkait adanya suatu kasus hukum.
Forensik Komputer:
Suatu proses mengidentifikasi, memelihara,menganalisadan menggunakan bukti digitalmenurut hukum yang berlaku (Moroni Parra, 2002). Istilah ini kemudian meluas menjadi Forensik Teknologi Informasi
Komputer forensic adalah aktivitas yang berhubungan dengan pemeliharaan, identifikasi,pengambilan–penyaringan dan dokumentasi bukti computer dalam kejahatan computer Melakukan penyelidikan dan analisis computer untuk menentukan potens ibukti legal
Mengumpulkan dan analisa data dari sumber daya komputer :
Sistem komputer
Jaringan komputer
Jalur komunikasi
Media penyimpanan
Aplikasi komputer
Forensik komputer : mengabungkan keilmuan hukum dan komputer
Forensik komputer = digital forensic
DATA ELEKTRONIK ; BUKTI DIGITAL
Data elektronik ;
Dokumen, informasi keuangan, e-mail, job schedule, log, transkripsi voice-mail
Bukti digital
Informasi yang didapat dalam bentuk / format digital (Scientific Working Group on Digital Evidence, 1999), baik berupa bukti yang riil maupun abstrak ( perlu diolah terlebih dahulu sebelum menjadi bukti yang riil ),
Keperluan investigasi tindak kriminal dan pelanggaran perkara pelanggaran
Rekontruksi duduk perkara insiden keamanan komputer
Upaya pemulihan akan keruksakan sistem
Troubleshooting yang melibatkan hardware dan software
Keperluan memahami sistem atau berbagai perangkat digital dengan lebih baik
Penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk mengektrak dan memelihara barang bukti tindakan kriminal
Menurut Judd robin ; Penerapan secara sederhana dari penyelidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti –bukti hukum yang mungkin
LATAR BELAKANG KOMPUTER FORENSIK
MenurutNew Technologies ; Komputer forensic berkaitan dengan pemeliharaan, identifikasi, ekstrasi dan dokumentasi dari bukti–bukti computer yang tersimpan dalam wujud informasi magnetik
Bukti computer dipersidang sudah ada sejak 40 tahun lalu
Bukti computer tersebut dalam persidangan diperlakukan serupa dengan bukti tradisional, menjad iambigu
Tahun1976 US federal rules of evidence menyatakanpermasalahantersebut
CONTOH HUKUM BERKAITAN DENGAN KEJAHATAN KOMPUTER
Economic espionage act 1996
The electronic communications privacy act 1986
The computer security act 1987
Undang-UndangNo. 11 tahun2008
SK BI Nomor27/164/KEP/DIR 31 maret1995
Undang-undangNomor8 Tahun1999
SPESIFIKASI KOMPUTER FORENSIK
Forensik Disk
Forensik System
Forensik Jaringan Komputer
Forensik Internet
PENERAPAN KOMPUTER FORENSIK
Prinsip
Harus ada prinsip yang menetapkan bahwa keahlian dan pengalaman lebih penting dari pada tools
Kebijakan
Pertimbangkan kebijakan dalam melakukan investigasi komputer forensik
Prosedur dan metode
Buat prosedur dan metode terhadap peralatan dan mendapatkan –mengumpulkan electronic evidence
BIDANG KEILMUAN KOMPUTER FORENSIK
Forensik pathologi
Forensik dentistry
Forensik anthropology
Forensik entomology
Psikologi forensik
Forensik kejiwaan
Fingerprint analysis
Forensik accounting
Bloodstain pattern analysis
Ballistics
Forensik toxicology
Forensik footwear evidence
Questioned document examination
Explosion analysis
Forensik teknologi informasi
Komputer forensik
9. KEJAHATAN DI INTERNET
CYBER CRIME
Cybercrime adl btk-btk kejahatan yg ditimbulkan oleh pemanfaatan teknologi internet. Aktivitas pokoknya adl penyerangan thdp content, sistem komputer dan sistem komunikasi milik orang lain atau milik umum.
Seringkali diidentikkan dgn computer crime, yaitu
“…any illegal act requiring knowlegde of computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution” (US Dept. of Justice)
“…any illegal, unethical or unauthorised behaviour relating to the automatic processing and/or the transmission of data” (Organization of European Community Development)
“Kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal” (Andi Hamzah, 1989)
Dua jenis kejahatan:
Kejahatan kerah biru (Blue Collar Crime)
Dilakukan scr konvensional
Mpy stereotip tertentu misalnya pelaku dr kelas sosial bawah, kurang terdidik, berpenghasilan rendah, dll
Kejahatan Kerah Putih (Blue Collar Crime)
Terbagi mjd 4 jenis:
Kejahatan korporasi
Kejahatan birokrat
Malpraktek
Kejahatan individu
Mpy stereotip tertentu misalnya pelaku memiliki penghasilan tinggi, berpendidikan, atau memegang jabatan terhormat dlm masyarakat
KARAKTERISTIK CYBER CRIME
Cybercrime memiliki karakteristik khusus dlm hal:
Ruang lingkup kejahatan bersifat global, pelaku anonymous, aktivitas mungkin blm tersentuh hokum, Sifat kejahatan non-violence meski akibatnya lebih buruk drpd kejahatan konvensional. Pelaku kejahatan tdk mudah diidentifikasi, lbh bersifat universal
Modus kejahatan modus operandinya adl penggunaan teknologi informasi Jenis kerugian yg timbul materiil, non-materiil (waktu, nilai, jasa, harga diri, martabat, kerahasiaan informasi, sosial budaya, politik)
JENIS CYBER CRIME
Berdasar jenis aktivitasnya:
Unauthorized Access
Illegal Content
Penyebaran virus dengan sengaja
Data Forgery
Cyber Espionage, Sabotage and Extortion
Cyberstalking
Carding
Hacking and Cracking
Cybersquatting and Typosquatting
Hijacking
Cyber Terorism
Unauthorized Access
Memasuki atau menyusup ke dlm sistem komputer scr tdk sah, tanpa izin/sepengetahuan pemilik
Misalnya port scanning atau probing (melihat servis apa saja yg ada di server target) menggunakan nmap atau superscan
Misalnya cyber-tresspass seperti spam email, breaking ke PC, dll
Illegal Content
Memasukkan data atau informasi ke internet ttg suatu hal yg tdk benar, tdk etis, melanggar hukum, atau mengganggu ketertiban umum
Misalnya pornografi dll
Data Forgery
Bertujuan memalsukan data-data pd dokumen-dokumen penting yg ada di internet
Cyber Espionage, Sabotage, and Extortion
Cyber Espionage memanfaatkan jaringan internet utk melakukan kegiatan mata-mata kpd pihak lain dgn cara memasuki sistem jaringan komputer sasaran
Sabotage and Extortion mrpk jenis kejahatan yg dilakukan dg membuat gangguan, perusakan, atau penghancuran thdp suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yg terhubung dgn internet
Cyberstalking
Dilakukan utk mengganggu atau melecehkan seseorang dg memanfaatkan komputer
Carding
Dilakukan utk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dlm transaksi perdagangan mll internet (e-commerse)
Hacking and Cracking
Hacker mengacu pd seseorang yg mpy minat besar utk mempelajari sistem komputer scr detail dan bgmn meningkatkan kapabilitasnya konotasinya netral
Cracker bisa dianggap sbg hacker yg memanfaatkan kemampuannya utk melakukan hal-hal yg negatif
Cracking misalnya pembajakan akun orang lain, melumpuhkan sasaran hingga sasaran tdk dpt memberikan pelayanan, dll
Cybersquatting and Typosquatting
Cybersquatting mrpk kejahatan yg dilakukan dgn mendaftarkan domain nama perusahaan org lain kmd berusaha menjualnya kpd perusahaan tsb
Typosquatting adl kejahatan dgn membuat domain yg sangat mirip dgn nama domain orang/perusahaan lain
Hijacking
Melakukan pembajakan hasil karya orang lain Misalnya: software piracy
Cyber Terorism
Cybercrime yg sifatnya mengancam pemerintah atau warganegara, termasuk di antaranya cracking ke situs pemerintah atau militer
Berdasar motif kegiatannya:
Cybercrime sbg tindakan murni kriminal
Motifnya murni kriminalitas
Internet hanya sbg sarana kejahatan
Misalnya: carding, penyebaran material bajakan, spamming, dll
Cybercrime sbg kejahatan abu-abu
Sulit ditentukan motifnya (kriminalitas atau bukan)
Misalnya: Probing
Portscanning
Cybersquatting
Typosquatting
Berdasar sasaran kejahatannya:
Menyerang individu (against person)
Pornografi
Cyberstalking
Cyber-Tresspass, misalnya web hacking, PC breaking, probing, port scanning
Menyerang hak milik (against property)
Carding
Typosquatting
Hijacking
Data forgery
Menyerang pemerintah (against government)
Cyber terorism
Cracking ke situs resmi pemerintah
PENANGGULANGAN CYBER CRIME
Mengamankan sistem
Bertujuan utk proteksi baik hardware dan software
Misalnya menggunakan antivirus, firewall, physical security computer, encrypt login, atau teknologi digital ID
Penanggulangan global
Cybercrime membutuhkan global action dlm penanggulangannya
OECD (The Organization for Economic Cooperation and Development) guidelines utk pembuat kebijakan yg berhubungan dgn computer-related crime
Perlunya cyberlaw
Perlunya dukungan lembaga khusus
Modernisasi hukum pidana nasional yg diselaraskan dgn konvensi internasional terkait kejahatan tsb
Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional
Meningkatkan pemahaman/keahlian aparatur penegak hukum terkait cybercrime
Meningkatkan kesadaran warga negara mengenai cybercrime dan perlunya mencegah hal tsb
Meningkatkan kerjasama antar negara melalui perjanjian ekstradisi dan mutual assistance treaties terkait cybercrime
10. HAK CIPTA
UU Hak Cipta no. 19 tahun 2002
penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan Sebagai salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta bukan hak monopoli melainkan hak untuk mencegah orang lain yang ingin melakukannya Perlindungan terhadap :
buku, program komputer, pamflet, perwajahan, ceramah, kuliah, pidato, alat peraga pendidikan, lagu atau musik, drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, pantomim, Seni rupa, artistektur , peta, Seni batik Demikian pula ciptaan hasil pengalih wujudan
Pendaftaran ciptaan bukan suatu keharusan bagi pencipta atau pemegang hak cipta.
Timbulnya perlindungan dimulai sejak ciptaan itu ada (otomatis) atau terwujud dan bukan karena pendaftaran
Apabila didaftarkan (aktif), surat pendaftaran ciptaan dapat dijadikan alat bukti awal di pengadilan apabila timbul sengketa di kemudian hari
Pemberian hak ekonomi bagi pemegang hak cipta
Penghargaan hak moral milik pemegang hak cipta
Pengecualian hak cipta ; memungkinkan perbanyakan ciptaan tanpa dianggap melanggar hak cipta
Misal: pemakaian ciptaan dengan mencantumkan sumber secara jelas dan untuk kegiatan non-
komersial; penggunaan foto potret seseorang yang selaras dengan kepentingan yang wajar dari orang yang dipotret
UU no. 14 tahun 2001 (ps. 1 ay. 1) tentang
kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya
Invensi (temuan)
Ide yang dituangkan dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi
Dapat berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses
Inventor (penemu)
Seorang yang secara sendiri atau beberapa orang secara bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan dalam kegiatan yang menghasilkan invensi Pemberian hak eksklusif tidak dapat dianggap hak monopoli Paten diikuti berbagai hak-hak yang melekat pada paten itu Teritorial
Terdapat pembagian kewenangan: Pengadilan Umum mengurus pelanggaran paten, Pengadilan Niaga mengurus kesahihan sertifikat paten
Proses
Mencakup algoritma, metode bisnis, perangkat lunak, teknik medis dll.
Mesin
Mencakup alat dan aparat Barang yang diproduksi & digunakan
Mencakup perangkat mekanik, perangkat elektronik, komposisi materi
Mengenai subyek yang dapat dipatenkan Dapatkah zat alamiah, obat-obatan tradisional, teknik penganan medis atau sekuens genetik, dipatenkan?
Mengenai perlindungan terhadap pemegang paten
Sebagai pengakuan atas kerja keras dalam menciptakan sebuah karya
Mengenai kewajiban pembuktian bahwa suatu produk tidak dihasilkan dengan menggunakan proses yang dipatenkan, dibebankan kepada pihak yang diduga melakukan pelanggaran
UU no. 15 tahun 2001
Adalah tanda berupa gambar, nama, kata, huruf, angka-angka, susunan atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa
Ekuitas merek: seperangkat aset dan liabilitas yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya,yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa bagi perusahaan ataupun pelanggan.
Merek dagang
Merek jasa
Merek kolektif, merek yang dipergunakan pada barang atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang/jasa sejenis lainnya
Merek tidak boleh memiliki persamaan pada keseluruhannya
Apabila mempunyai persamaan dalam hal asal, sifat, cara pembuatan dan tujuan pemakaiannya
Merek tidak boleh memiliki persamaan pada pokoknya
Apabila memiliki persamaan pada beberapa ciri menonjol terkait bentuk, cara penempatan dan bunyi ucapan
Azas konstitutif di Indonesia, yaitu pemegang Hak Merek adalah yang mendaftarkan untuk pertamakalinya (first to file) di Direktorat Jenderal HaKI. Ini menggantikan azas first to use.
a. Gugatan ganti rugi
b. Penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan merek tersebut
c. Hukuman yang bias bersifat alternative atau akumulatif Pelanggaran atas Hak Merek terdaftar yang sama pada keseluruhannya dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,-
MODUL
ETIKA PROFESI
BY. MulyADI, R, M.SI
STMIK NURDIN HAMZAH
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga modul Etika Profesi dapat digunakan dan mudah-mudahan dapat meningkatkan pengetahuan dan prestasi hasil belajar mahasiswa.
Penulis menyadari modul ini masih terdapat kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan di masa-masa yang akan datang.
Harapan penulis semoga modul ini dapat bermanfaat bagi pembacanya. Amin ya robbal alamin.
Jambi, April 2012
Penulis
BAHAN AJAR
METODE PENELITIAN
BY. MulyADI, R, M.SI
STMIK NURDIN HAMZAH
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga Hand Out Metode Penelitian dapat digunakan dan mudah-mudahan dapat meningkatkan pengetahuan dan prestasi hasil belajar mahasiswa dalam menyusun karya Ilmiah dalam bentuk proposal skripsi dan Tugas Akhir (Skripsi).
Penulis menyadari modul ini masih terdapat kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan di masa-masa yang akan datang.
Harapan penulis semoga Hand out ini dapat bermanfaat bagi pembacanya. Amin ya robbal alamin.
Jambi, April 2012
Penulis
bahan ajar dan handout analisa proses bisnis
Analisis Proses Bisnis (4 SKS)
Tujuan Mata Kuliah ;
Mengenal, mengerti dan memahami prosedur standart dalam perusahaan, seperti : keuangan, penjualan dan distribusi, produksi, SDM, Pemeliharaan Sarana Produksi, Manajemen Kualitas dan Manajemen Material
• Menganalisis setiap prosedur standart dengan berbasiskan teknologi informasi.
• Mampu untuk mengintegrasikan prosedur standart berbasiskan teknologi informasi
1. Konsep Dasar Analisis Proses Bisnis
Analisis Proses Bisnis
Analisis
Kajian yang dilakukan guna untuk mengetahui strukturnya secara lebih mendalam.
Proses
Urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil.
Bisnis
suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.
Proses bisnis adalah suatu kumpulan pekerjaan yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan.
Analisis Proses Bisnis
Kajian yang dilakukan untuk mengetahui urutan pelaksanaan dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk mendapatkan laba dengan menggunakan berbagai sumber daya.
Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah:
Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, masukan, serta keluaran yang jelas.
Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.
Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses.
Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima.
Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi.
Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi.
- Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh
perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya. - Sering kali pemilik proses, yaitu orang yang bertanggung jawab terhadap kinerja dan pengembangan berkesinambungan dari proses,
jjuga dianggap sebagai suatu karakteristik proses bisnis.
Ruang Lingkup
Integrasi Proses Bisnis
Standart Prosedur Bisnis
◦ Keuangan
◦ Penjualan & Distribusi
◦ Produksi
◦ Sumber Daya Manusia
◦ Pemeliharaan Sarana Produksi
◦ Manajemen Kualitas
◦ Manajemen Material
Analisa Prosedur Bisnis berbasiskan TI
Riset Bisnis
Sebuah metodologi untuk melakukan efisiensi perusahaan melalui penerjemahan visi kedalam bentuk strategi dan action, kemudian diartikulasikan dalam proses bisnis perusahaan terintegrasi
Latar belakang Integrasi Proses Bisnis
Efisiensi
Persaingan
Perkembangan Teknologi
Perencanaan à menentukan arah perusahaan
Perancangan à menerjemahkan strategi yang dibentuk kedalam proses bisnis perusahaan
Implementasi à memastikan bahwa proses bisnis yang direncanakan dijalankan sesuai dengan strategi perusahaan
Metodologi integrasi proses bisnis
Tahapan metodologi integrasi proses bisnis
Tahap perencanaan à aktifitas asesmen, pembuatan bisnis model, penentuan obyektif proyek, kebutuhan proyek
Tahap perancangan à pemetaan proses bisnis, melakukan benchmarking, pembuatan struktur biaya, perencanaan mutu, pembuatan Company Scorecard
Tahap penerapan à manajemen perubahan, pembentukkan team improvement, implementasi rencana aksi, pelaksanaan audit internal, mekanisme review dan pengukuran kinerja, sertifikasi ISO 9001
Pengantar Akuntansi, Teknologi Informasi, dan Solusi Bisnis
Value (Nilai)
Sifat dasar dan tujuan dari suatu organisasi adalah menciptakan nilai.
Organisasi menciptakan nilai dengan menyediakan barang dan jasa yang diinginkan oleh pelanggannya.
Contoh: pabrikan otomotif menciptakan nilai dengan memproduksi mobil yang aman, nyaman, dan handal untuk mengangkut penumpang.
Cost (Biaya)
Untuk menciptakan nilai diperlukan biaya (cost).
Contoh: untuk memproduksi mobil, pabrikan harus membayar berbagai macam sumber daya, seperti bahan baku dan tenaga kerja.
Margin
Margin merupakan selisih antara nilai dengan biaya.
Konsep penciptaan nilai berlaku pada organisasi berorientasi profit dan organisasi non profit.
Tujuan organisasi berorientasi profit adalah memaksimalkan marginnya.
Tujuan organisasi non profit adalah memaksimalkan barang dan jasa yang disediakannya dengan sumber-sumber daya yang dimilikinya.
Proses Bisnis
Barang/jasa tersedia setelah melalui serangkaian proses bisnis.
Suatu proses bisnis adalah serangkaian aktivitas yang mengerjakan suatu tujuan bisnis.
Apapun jenis barang/jasa yang disediakan, setiap organisasi paling tidak memiliki tiga macam proses bisnis, yaitu:
Acquisition/payment process
(Proses perolehan/pembayaran)
Conversion process
(Proses perubahan)
Sales/collection process
(Proses penjualan/pengumpulan)
Proses Perolehan/Pembayaran:
Tujuan dari proses ini adalah untuk mendapatkan, memelihara, dan membayar sumber-sumber daya yang diperlukan organisasi.
Contoh sumber daya: SDM, pabrik, peralatan, dana, bahan baku, dll.
Sumber daya diperoleh dari pihak luar, seperti pemasok.
Sumber-sumber daya tersebut diperlukan untuk dapat menyediakan barang/jasa kepada para pelanggan.
Proses Perubahan:
Tujuan dari proses ini adalah untuk mengubah sumber-sumber daya yang telah diperoleh menjadi barang/jasa yang diperlukan pelanggan.
Pada proses ini, bahan baku diubah menjadi barang jadi atau jasa.
Proses Penjualan/Pengumpulan:
Tujuan dari proses ini adalah untuk menjual dan menyerahkan barang/jasa kepada pelanggan, lalu mengumpulkan pembayarannya.
Barang jadi atau jasa yang telah melalui proses perubahan dijual kepada pelanggan, yang akan ditukar dengan pembayaran (biasanya dalam bentuk uang).
Pengelolaan Proses Bisnis
Pimpinan organisasi bertanggung jawab terhadap pengelolaan proses bisnis.
Aktivitas pengelolaan (manajemen) dapat dikategorikan menjadi: perencanaan (planning), pelaksanaan (executing), pengawasan (controlling), dan penilaian (evaluating).
Perencanaan
Pimpinan menentukan sasaran-sasaran bisnis.
Pimpinan menentukan prioritas pada proses-proses bisnis yang ada.
Pimpinan menyediakan blueprint untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Pimpinan harus mengidentifikasi kesempatan-kesempatan dan resiko-resiko yang dihadapi perusahaan.
Pelaksanaan
Pimpinan menjalankan rencana mereka dengan membagi proses-proses bisnis menjadi beberapa aktivitas yang lebih kecil.
Pimpinan menugaskan para bawahan untuk melaksanakan setiap aktivitas tersebut.
Memotivasi para bawahan untuk melakukan tugas-tugasnya dengan baik.
Rencana yang dibuat dengan jelas mungkin sekali akan dilaksanakan dengan baik.
Pengawasan
Memeriksa hasil dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan, atau dari keseluruhan proses bisnis, untuk melihat apakah sesuai dengan yang diharapkan.
Pemeriksaan ini mungkin akan menyebabkan perubahan pada harapan yang ditetapkan, atau perubahan pada pelaksanaan aktivitas atau proses bisnis.
Penilaian
Secara berkala, pimpinan akan menilai apakah proses-proses bisnis yang dilakukan berhasil mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Hasil dari penilaian tersebut digunakan untuk menyesuaikan rencana, tujuan, atau harapan.
Membuat Keputusan
Inti dari pengelolaan adalah membuat keputusan.
Pimpinan membuat berbagai keputusan saat melakukan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penilaian.
Pimpinan memerlukan informasi yang relevan dan tepat waktu untuk membuat keputusan yang baik.
Sistem informasi dikembangkan untuk menyediakan informasi bagi para pimpinan.
Aktivitas-Aktivitas Manajemen
Proses-Proses Informasi
Sistem informasi ‘menangkap’ data tentang organisasi dan aktivitas-aktivitasnya, menyimpan dan memelihara data tersebut, serta menyiapkan laporan berarti bagi pimpinan.
Ketiga aktivitas tersebut disebut proses-proses informasi.
Sistem Informasi dan Proses-Proses Informasi
Data
Data adalah masukan ke dalam sistem informasi.
Data merupakan fakta tentang aktivitas bisnis dan proses bisnis.
Pada umumnya data tidak berguna dalam pembuatan keputusan.
Informasi
Sistem informasi ‘menangkap’ data, menyimpannya, menggabungkannya, meringkasnya, dan mengelompokkannya menjadi informasi yang berarti bagi pimpinan untuk membuat keputusan.
Informasi dapat didefinisikan sebagai data yang telah memiliki arti bagi para penerimanya.
Hubungan Antara Proses2 Bisnis, Proses2 Informasi, dan Aktivitas2 Manajemen
Proses Bisnis Dalam Perusahaan Manufaktur
Definisi dari karakteristik industri manufaktur adalah :
Mengubah bentuk bahan menjadi bentuk produk lainnya, baik berupa komponen yang kemudian diserahkan ke pihak manufaktur lain, ataupun produk jadi
Proses tersebut melibatkan mesin dan tenaga manusia dilakukan bertahap dan diperlukannya perencanaan dan pengendalian agar hasilnya optimal
Bahan mentah atau setengah jadi tersebut harus di kelola dengan optimal agar prosesnya lebih efisien
Berdasar pengelolahan order atas produk, terdapat beberapa jenis perusahaan manufaktur, yaitu :
1. Make to Order (MTO)
2. Make to Stock (MTS)
3. Assembly to Order (ATO)
4. Engineering to Order (ETO)
5. Configure to Order (CTO)
6. Process Manufacturing & Discrete Manufacturing
7. Bill of Material (BOM)
8. Value Chain
Make to Order
Perusahaan yang tidak mengolah material dan menghasilkan atau produk,
Pesanan dari Konsumen
Perusahaan yang berfokus pada kostumisasi produk
Biasanyanya produknya unik (limited)
Perencanaannya berasal dari Order (konsumen)
Waktu produksinya lebih lama
Biaya produksi lebih tinggi
Assembly to Order
Order dilakukan dengan melakukan proses perakitan komponen-komponen tertentu untuk menghasilkan produk-produk yang sudah dipesan
Metode ini mempersingkat waktu antara penerimaan order hingga penyerahan produk (delivery) kepada konsumen
Engineering to Order
Perusahaan jenis ini benar-benar kostumisasi penuh pada konsumennya,
Karakteristiknya sangat bervariasi
Lebih fleksibel atas pengerjaan ordernya
Bahan bakunya belum tersedia sebelum mendapatkan spesifikasi order dari konsumen
Biaya produksinya sangat tinggi
Configure to Order (CTO)
Model manufaktur ini perpaduan antara ATO (fitur dan pilihan terbatas) dan ETO (kebebasan pilihan dalam fitur)
Melakukan penyederhanaan proses penerimaan order dan mempertahankan fleksibilitas ETO, tanpa harus menyimpan material yang harus dibeli
Tujuan/Sasaran
Menjelaskan suatu proses bisnis dan mengidentifikasi
proses bisnis pada suatu organisasi
Identifikasi suatu kejadian yang meliputi proses bisnis
Model operasi
kejadian yang menggunakan konsep-konsep REAL
Membangun dan validasi suatu proses
bisnis model REAL
Tujuan/Sasaran
Pengenalan
Langkah yang pertama terhadap penambahan suatu nilai bisnis profesional sedang ditingkatkan memainkan peran laki/perempuan dalam membantu suatu organisasi menggambarkan dan memperbaiki proses-proses bisnisnya
Lalu apa proses-proses bisnis dan bagaimana mungkin mereka dirancang untuk mendukung satu sasaran organisasi ?
Bagaimana cara kita mendesain sistem informasi untuk mengumpulkan, memelihara, dan memproses data yang diperlukan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diperlukan oleh manajemen mengatur efektifitas proses-proses bisnis dalam jaman informasi ?
Analisis kami akan menggunakan model semantik ¾ model dari aksi-aksi nyata atau penomena. Kami menggunakan REAL Business Process Modeling sebagai suatu metode untuk membantu anda memahami dan model proses-proses bisnis
Proses – Proses Bisnis
Apakah Semua Proses dan Aktivitas Bisnis Menciptakan Keseimbangan?
Perusahaan sering kali memprioritaskan bisnis mereka
dasar proses-proses berdasarkan pada proses pembentukan nilai dalam mencapai sasaran organisasi
Beberapa aktivitas bisnis menentukan daya saing organisasi di dalam
pasar ketika aktivitas lain diklasifikasikan sebagai aktivitas pendukung
Suatu organisasi mungkin efektivitas biaya internal tetapi dapat menjadi organisasi yang gagal. Mengapa ?
Barangkali organisasi mempunyai pesaing :
– Siapa yang lebih baik memenuhi kebutuhan konsumen,
– Lakukan pekerjaan yang baik outsourcing beberapa fungsi bisnis
– Atau melakukan suatu pekerjaan dengan efektif membentuk strategic alliances dengan mitra perdagangan.
Aktivitas Nilai Utama
Inbound logistics – Aktivitas yang berhubungan nn untuk produk dengan menerima, menyimpan dan penyebaran masuka - produk dan jasa
Operations- Aktivitas yang berhubungan dengan mentranformasikan masukan ke dalam produk dan jasa akhir
Outbound logistics – aktivitas yang berhubungan dengan pengumpulan, penyimpanan dan mendistribusikan secara fisik produk-produk dan jasa
Marketing and sales – Aktivitas yang berhubungan dengan menyediakan suatu pengertian bahwa pelanggan dapat membeli hasil dan suatu tujuan untuk mempengaruhi mereka untuk membeli
Service – aktivitas yang menyediakan pelayananuntuk meningkatkan atau memelihara nilai dari produk-produk dan jasa
Aktivitas Dukungan
Procurement – suatu fungsi masukan pembelian untuk rantai nilai perusahaan
Technology Development - keterampilan, prosedur, atau teknologi yang melekat di dalam proses yang diharapkan untuk memperbaiki suatu produk, pelayanan dan atau proses
Human Resource Management – aktivitas yang melibatkan penerimaan, menyewa, pengembangan dan kompensasi seluruh tipe personal
Firm Infrastructure – aktivitas yang mendukung seluruh rantai nilai (e.g. manajemen umum, perencanaan, keuangan, akuntansi, hukum, hubungan pemerintah, qualitas manajemen dll.)
Porter’s… Mulai print…..
Peristiwa Proses Bisnis - Business
Process Events
Suatu proses bisnis adalah “satu rangkaian aktivitas yang diharapakan untuk memenuhi tujuan strategis dari suatu organisasi.
Operating Events adalah suatu aktivitas operasi yang dilaksanakan di dalam proses bisnis untuk menyediakan barang dan jasa untuk konsumen.
Information Events termasuk tiga aktivitas : merekam data tentang kejadian operasi, pemeliharaan data referensi yang penting untuk organisasi, dan melaporkan informasi yang dibutuhkan untuk manajemen dan pengambil keputusan yang lain.
Decision/Management Events adalah aktivitas dimana manajemen dan orang lain membuat keputusan tentang perencanaan, pengawasan dan evaluasi proses bisnis.
Gambar 3
Aktivitas Proses Bisnis (Events)
Proses Pembayaran/Akuisisi
Tanpa memperhatikan dari tipe barang atau jasa yang sedang diperoleh, dengan mengikuti sifat khas kejadian operasi di dalam proses pembayaran / akuisisi :
– Permintaan barang dan jasa.
– Pesanan barang dan jasa.
– Terima dan memeriksa barang dan jasa.
– Menyimpan dan atau memelihara barang.
– Pembayaran terhadap barang dan jasa.
– Keuntungan barang - Return goods.
Beberapa organisasi :
– Boleh memesan dengan cara kejadian yang berbeda,
– Boleh menggunakan suatu subset dari kejadian, atau
– Boleh menambahkan lebih banyak detail kejadian.
Proses Pengumpulan/Penjualan
Meski terdapat beberapa keanekaragaman dalam menguraikan tipe barang dan jasa dijual, proses pengumpulan/penjualan pada
umumnya meliputi beberapa kejadian :
– Terima satu order untuk barang dan jasa.
– Pilih dan periksa barang dan jasa untuk dikirimkan.
– Persipakan barang dan jasa untuk penyerahan
– Pengiriman barang dan jasa.
– Terima pembayaran untuk barang dan jasa.
– Terimalah hasil/keuntungan pelanggan dari barang.
Beberapa organisasi :
– Boleh memesan dengan cara kejadian yang berbeda,
– Boleh menggunakan suatu subset dari kejadian, atau
– Boleh menambahkan lebih banyak detail kejadian
Manajemen binis…
Proses Pengubahan/Konvensi
Proses perubahan sangat beraneka ragam, tergantung pada barang/jasa yang diproduksi, teknologi dan sumber daya yang digunakan, peraturan yang berlaku, pemerintahan, lingkungan, atau pelanggan.
Sangatlah sulit untuk menggambarkan suatu proses perubahan yang umum.
Pada dasarnya, proses perubahan adalah serangkaian aktivitas yang mengubah barang/jasa yang diperoleh menjadi barang/jasa bagi para pelanggan.
Proses Pengubahan/Konvensi
Akhirnya, contoh-contoh dari sebagian banyak aktivitas umum di dalam proses pengubahan/Konversi termasuk :
– Merakit .
– Pertumbuhan.
– Menggali.
– Memanen.
– Pabrikasi dasar (e.g., besi/metals
Mengembangan Suatu Model
Proses Bisnis REAL
Modeling proses bisnis REAL adalah suatu metode formal untuk mengidentifikasi dan menggambarkan karakteristik yang penting bahwa secara bersama menguraikan proses bisni dan kejadian.
Sebutan REAL merupakan singkatan dari Resources, Events, Agents, and Locations.
Menyiapakan suatu model proses bisnis REAL memerlukan anda untuk mengidentifikasi Aktivistas bisnis penting secara strategis dan karakteristik
penting tentang aktivitas bisnis ini
Gambar 2-4…
Langkah 1: Pahami Lingkungan Organisasi dan Tujuan Organisasi
Modeling REAL adalah satu bantuan dalam menganalisa organisasi dan aktivitasnya.
Kumpulkan data dan pegertian yang mendalan tentang tujuan organisasi, industri, rantai nilai, strategis, lini produk dan konsumen.
Pay attention kepada orang-orang, struktur, teknologi dan pengukuran organisasi
Pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang akan meningkatkan kemampuanmu untuk mengevaluasi proses bisnis dan identifikasi proses-proses dan kejadian
yang tidak berharga, tidak konpetitif, dan atau bukan menerima tujuan dari organisasi
Memahami…
Langkah 2 : Meninjau ualang proses bisnis dan identifikasi kejadian operasional penting secara strategis
Mulai dengan pembagian organisasi ke dalam proses bisnis.
“Apa yang terjadi? Bagaimana dan mengapa? ”
Model grafik REAL—termasuk kejadian operasional penting secara strategis bahwa meliputi suatu proses bisnis. (yang organisasi inginkan untuk merencanakan, mengevaluasi dan melaksanakan atau pengawasan)
Mulai model grafik REAL mu
Oleh kejadian perwakilan sebagai rectangles dengan suatu descriptor di dalam rectangle.
Pilih syarat dengan teliti yang menguraikan masing-masing kejadian operasional. Kami menyarankan dengan
menggunakan satu bentuk active voice untuk menyebutkan nama kejadian.
Menggunakan…
Gambar 2-5…
Langkah 3 : Analisis masing-masing daftar peristiwa sesuai langkah dua untuk mengidentifikasi kegiatan sumber daya, agen dan lokasi
Uraikan karakteristik-karakteristik penting dari kejadian - karakteristik yang:
– Jika dihilangkan, dapat merubah ketidaktepatan atau uraian tidak sempurna pada kejadian.
– Bentuk dasar untuk membangkitkan keluaran informasi konsumen gunakan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi aktivitas organisasi.
Apa jenis sumber daya yang dilibatkan ?
Apa tugas yang dilaksanakan dan siapa/apa agen melaksanakan tugas ?
Dimana peristiwa terjadi ? (lokasi)
Gambar 2-6…
Langkah 4 : Identifika Relevan Kelakuan, Karakteristik dan Atribut dari Kejadian, Sumber Daya, Agen dan Lokasi
Tentang apa waktu atau urutan didalam proses peristiwa itu perlu terjadi ?
Apa yang merupakan pengecualian untuk kejadian pemesan yang normal di dalam proses-proses ?
Apa yang sebenarnya otorisasi atau persetujuan yang tepat untuk melaksanakan suatu kejadian?
Apa yang sesungguhnya jumlah yang layak dari sumber daya yang berhubungan dengan peristiwa tersebut ?
Apa yang merupakan lokasi-lokasi yang bisa diterima untuk melaksanakan peristiwa ini ?
Langkah 4 : Lanjutan ……..
Apa yang dimaksud periode waktu yang dapat diterima antara kejadian di dalam suatu proses bisnis ?
Bagaimana kekuatan order -pesanan dari kejadian tukar menukar oleh konsumen ?
Apakah lokasi dari barang-barang yang mana perihal yang dikirimkan ?
Berapa banyak pelayan toko yang ditugaskan kepada masing-masing pelanggan?
Perlukah suatu penjulan pesanan membutuhkan pramuniaga penjagaan dari tunai ?
Dapatkah suatu pelanggan mempunyai dua alamat yang berbeda ? Mengapa atau mengapa tidak ?
Urutan dari kejadian…
Risiko Kejadian – Event Risks
Satu peristiwa opersasi yang terjadi pada urutan dan waktu yang salah, Satu peristiwa operasi yang terjadi tanpa otorisasi yang tepat,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan aget internal yang salah,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan agen eksternal yang salah,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan sumber daya yang salah,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan jumlah yang salah dari sumber daya , dan/atau
Satu peristiwa yang terjadi di lokasi yang salah.
Penjualan Eceran Toko McKell's Kasus
Pos pemeriksaan —Aturan Bisnis
Masing-masing penjualan berlangsung pada specific register (lokasi). Masing-masing penjualan melibatkan hanya one customer (agen
eksternal).
Hanya one salesperson (agen internal) yang bertanggung jawab atas masing-masing penjualan.
Masing-masing penjualan melibatkan one or more items of merchandise (sumber daya).
Jenis barang dagangan McKell's are not uniquely identified. Masing- masing kelengkapan barang dagangan mengacu pada jenis dan penggolongan dari barang dagangan (e.g. ukuran 12 T-shirt putih, atau ukuran 9 sepatu tennis putih, atau ukuran 5 sarung tangan kulit).
Tenaga penjual dan pelanggan tidak mempunyai hubungan langsung, seban McKell tidak menugaskan pelanggan untuk tenaga penjual yang spesifik. Pelanggan dan tenaga penjual terkait hanya melalui penjualan
Sementara analisis peristiwa ini anda boleh mendokumentasikan beberapa aturan tambahan, seperti :
– Penjualan hanya melibatkan barang dagangan, bukan aktiva tetap - fixed assets.
– Penjualan tidak bisa melibatkan lebih banya barang dagangan
(kuantitas) dibanding berakibat pada tangan McKell.
– Penjualan tidak dapat melibatkan barang dagangan yang tidak ditawarkan oleh McKell.
– Masing-masing penjualan harus berlangsung hanya pada register dan register mengidentifikasi harus sama dengan suatu identifikasi register yang terekam.
Langkah 5:
Identifikasi dan Dukumentasi Hubungan Langsung Antara Sumber daya, Kejadian, Agen, dan Lokasi
Mengambarkan satu bari dari masing-masing peristiwa untuk masisng-masing sumber daya, agen internal, agen eksternal, anddan lokasi berhubungan dengan peristiwa tersebut. Dengan segera, tambahkan istilah yang berarti atau rasa yang berhubungan antara objek-objek. Lihat gambar 2 - 7 or 2 - 8.
Dengan tampilan grafik kejadian hubungkan dengan kejadian lain untuk menunjukan urutan kebutuhan yang dipelukan pada kejadian di dalam proses bisnis. Mengambarkan bentuk peristiwa ke peristiwa di dalam urutan yang benar
Hubungan langsung dokumen antara para agen-agen , lokasi, dan sumber daya yang bersifat bebas dari peritiwa operasi..
Hubungkan dalam satu baris.
Gambar 2-7…
Gambar 2-8…
Gambar 2-9…
Langkah 6 :
Validasi Model Proses Bisnis Riil dengan Orang – orang Bisnis
Mereka memahami secara detail dan hasil akhir dari proses bisnis dan kejadian yang sedang diperagakan perlu melaksanakan validasi.
Sesi Validasi dimanapun diperlukan hasil konfirmasi model ketelitian atau model modifikasi.
Modifikasi-modifikasi pada umumnya memerlukan satu decomposing atau lebih kejadian operasi yang lebih detail mengenai kejadian operasi atau kombinasi kejadian.
Begitu diciptakan model REAL, Apakah kebutuhan diperbaharui atau dipelihara ? Ya. Sifat alami dari proses – proses bisnis dan kejadian/peristiwa selalu berubah setiap waktu. Lebih penting lagi,pada hari ini dunia lebih cepat melangkah, sifat alami dari proses-proses bisnis dan kejadian/peristiwa sering kali harus berubah beberapa lama kemudian
Menghubungkan Proses-Proses
Memahami hubungan antara proses-prose bisnis individual adalah sangat penting.
Secara bersama-sama proses bisnis menghasilkan akuisisi pada
barang dan jasa, konversi barang dan saja yang diperoleh menjadi barang dan jasa untuk konsumen, pengiriman barang dan jasa untuk konsumen, dan pengumpulan atau pembayaran dari konsumen
Proses – proses bisnis terhubung secara bersama ke dalam dua arah :
– oleh pembagian bersama sumber daya atau
– Oleh suatu peristiwa dalam satu proses yang mencetuskan satu peristiwa di dalam proses yang lain.
Mulai slide ini materi ada di PDF
25 slide. Gambar 2-10…
Proses Penjualan/Pengumpulan
Adalah serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mengantarkan barang/jasa kepada para pelanggan untuk mendapatkan pembayaran.
Pada dasarnya, proses penjualan/pengumpulan merupakan cerminan dari proses bisnis perolehan/pembayaran.
Ketika suatu entitas memperoleh barang/jasa serta membayarnya, maka ada entitas lainnya yang menjual barang/jasa serta mengumpulkan pembayaran.
Kejadian-Kejadian Proses Bisnis
(Business Process Events)
Suatu proses bisnis merupakan serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi.
Suatu proses bisnis dapat terdiri dari beberapa aktivitas.
Kejadian (event) merupakan suatu aktivitas tunggal yang terdapat pada sebuah proses bisnis.
Tiga Jenis Kejadian
Kejadian-kejadian Operasional
(Operating Events)
Kejadian-kejadian Informasi
(Information Events)
Kejadian-kejadian Keputusan/Pengelolaan
(Decision/Management Events)
Kejadian-Kejadian Operasional
Adalah aktivitas-aktivitas operasional yang dilakukan dalam suatu proses bisnis saat menyediakan barang/jasa bagi pelanggan.
Contoh kejadian-kejadian operasional pada proses bisnis penjualan/pengumpulan:
Kejadian 1: Memasarkan barang.
Kejadian 2: Menerima pesanan dari pelanggan.
Kejadian 3: Mengirimkan barang pesanan.
Kejadian 4: Menerima pembayaran.
Kejadian-Kejadian Informasi
Mencatat data tentang kejadian-kejadian operasional.
Memelihara data yang penting bagi organisasi.
Melaporkan informasi yang berguna bagi para pengambil keputusan.
Kejadian-Kejadian Keputusan/Pengelolaan
Adalah aktivitas-aktivitas di mana para pimpinan membuat keputusan tentang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penilaian proses-proses bisnis.
Contoh:
Pimpinan memutuskan untuk membuat produk baru.
Pimpinan memutuskan untuk membuka sebuah cabang baru.
Keterkaitan Antar Kejadian Proses Bisnis
Kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan akan menentukan dan memicu kejadian-kejadian operasional.
Menjalankan kejadian-kejadian operasional akan memicu kejadian-kejadian informasi untuk mencatat dan memelihara data bisnis.
Kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan juga memicu kejadian-kejadian informasi, yaitu saat para pimpinan meminta informasi sebelum mengambil keputusan.
Keterkaitan Antar Kejadian Proses Bisnis
Kejadian-kejadian Operasional Umum Pada Proses Bisnis Perolehan/Pembayaran
Permintaan barang/jasa yang diperlukan.
Pemesanan barang/jasa yang diminta.
Penerimaan barang/jasa yang dipesan.
Pemeriksaan barang/jasa yang diterima.
Penyimpanan dan pemeliharaan barang yang diterima.
Pembayaran untuk barang/jasa yang diterima.
Pengembalian (retur) barang yang tidak sesuai.
Kejadian-Kejadian Operasional Umum
Pada Proses Bisnis Penjualan/Pengumpulan
Menerima pesanan barang/jasa dari pelanggan.
Memilih dan memeriksa barang/jasa yang akan dikirim.
Mempersiapkan barang/jasa yang akan dikirim.
Mengirimkan barang/jasa kepada pelanggan.
Menerima pembayaran untuk barang/jasa yang dijual.
Menerima pengembalian (retur) barang dari pelanggan.
Aktivitas-aktivitas Umum Pada Proses Perubahan
Merakit (assembling)
Menanam (growing)
Menggali (excavating)
Memanen (harvesting)
Pabrikan dasar (basic manufacturing)
Pabrikan akhir (finished manufacturing)
Membersihkan (cleaning)
Mengangkut (transporting)
Menyalurkan (distributing)
Menyediakan (providing)
Mendidik (educating)
Menemukan (discovering)
Aliran Kerja (Workflow)
Aliran kerja merujuk kepada pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang dilakukan oleh anggota-anggota suatu kelompok kerja (workgroup) untuk mencapai beberapa tujuan.
Yaitu bagaimana suatu barang/jasa mengalir dari seseorang atau fungsi bisnis ke orang atau fungsi bisnis lainnya.
Suatu aliran kerja mungkin merupakan kombinasi dari kejadian-kejadian operasional, informasi, dan keputusan/pengelolaan.
Studi Kasus: Golden Pizza
Restaurant pizza yang sukses di Standish, California.
Menyediakan pizza lezat dan pelayanan yang ramah.
Jaminan penyajian dalam waktu 20 menit. Jika terlambat, pelanggan tidak usah bayar.
Pimpinannya sering menghabiskan waktu untuk menganalisa pasar pizza di Standish, para pesaingnya, dan para pelanggannya.
Pimpinannya membuat keputusan tentang pizza yang akan dicantumkan pada menu.
Golden Pizza
Pelanggan dapat memesan via telepon atau datang langsung ke restorannya.
Detil pemesanan dicatat pada form pemesanan (rangkap banyak) yang telah diberi nomor berurut.
Total penjualan dihitung lalu dicatat pada form pemesanan, dan disampaikan pada pelanggan.
Pelanggan membayar dan form pemesanan dicap “PAID”. Juga dicatat detil pembayaran yang dilakukan.
Golden Pizza
Selembar form pemesanan diberikan kepada pelanggan, dan pelanggan dipersilakan menunggu.
Selembar form pemesanan diberikan kepada koki. Form pemesanan digantung pada roda berputar supaya dapat mengetahui urutan pesanan.
Jika pesanan sudah siap, pizza akan dibungkus dan form pesanan pada koki akan disimpan di sebuah kotak.
Golden Pizza
Pelanggan memperlihatkan form pemesanan yang sudah dicap “PAID” untuk mengambil pesanan.
Form pemesanan dari pelanggan akan disimpan untuk bagian akuntansi untuk dicatat datanya, dan pizza akan diberikan kepada pelanggan.
Kejadian-Kejadian Keputusan/Pengelolaan di Golden Pizza:
Menganalisa pasar pizza di Standish, para pesaing, dan para pelanggan.
Menentukan pizza apa yang akan dicantumkan pada menu.
Memberikan pesanan pizza yang tepat pada pelanggan yang tepat.
Kejadian-kejadian Operasional di Golden Pizza:
Menerima pemesanan pizza.
Menerima pembayaran dari pelanggan.
Membuat pizza.
Mengemas pizza.
Memberikan pizza kepada pelanggan.
Kejadian-kejadian Informasi di Golden Pizza:
Mencatat pesanan pelanggan.
Menghitung total pesanan.
Menandai pesanan yang sudah dibayar.
Memberikan pelanggan selembar form pesanan.
Memberikan koki selembar form pesanan.
Mengirim form-form pesanan ke bagian akuntansi.
Kejadian-kejadian Informasi yang mungkin dipicu oleh kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan:
Membuat laporan analisa pelanggan.
Membuat laporan penjualan berdasarkan jenis pizza.
Membuat analisa keuntungan kotor (gross margin).
Membuat laporan kerugian penjualan akibat jaminan 20 menit penyajian.
Pemodelan Proses Bisnis
REAL
REAL merupakan kependekan dari Resources, Events, Agents, and Locations.
Pemodelan REAL merupakan suatu metode formal untuk mengidentifikasi dan menunjukkan karakteristik-karakteristik dasar yang akan menggambarkan proses-proses bisnis dan kejadian-kejadiannya.
Membuat pemodelan REAL mengharuskan Anda mengidentifikasi aktivitas-aktivitas bisnis yang penting dan ciri-ciri mendasar dari aktivitas-aktivitas bisnis tersebut.
Apa yang terjadi?
Kapan itu terjadi?
Siapa saja yang terlibat dan peran/tugas apa yang dimainkannya?
Sumber daya apa saja yang diperlukan dan berapa banyak?
Di mana kejadian itu terjadi?
Kesalahan apa yang dapat terjadi saat melaksanakan suatu kejadian?
6 Langkah Untuk Menganalisa Suatu Proses Bisnis dan Mengembangkan Pemodelan REAL Awal
Langkah 1
Memahami lingkungan organisasi dan tujuan-tujuannya.
Langkah 2
Meninjau proses-proses bisnis dan mengidentifikasi kejadian-kejadian operasional yang penting.
Langkah 3
Menganalisa setiap kejadian yang terdaftar pada langkah ke-2, untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya, pihak-pihak, dan lokasi-lokasi yang terkait dengan suatu kejadian.
Langkah 4
Mengidentifikasi perilaku, karakteristik, dan sifat dari kejadian-kejadian, sumber-sumber daya, pihak-pihak, dan lokasi-lokasi.
Langkah 5
Mengidentifikasi dan mendokumentasikan hubungan langsung antara sumber-sumber daya, kejadian-kejadian, pihak-pihak, dan lokasi-lokasi.
Langkah 6
Memvalidasi pemodelan REAL dengan pimpinan bisnis.
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Pembeli dapat membeli berbagai macam barang di McKell’s.
Setiap penjualan melibatkan seorang pelanggan yang dilayani oleh seorang karyawan.
Pelanggan dapat membeli satu atau lebih barang.
Para karyawan secara acak melayani pelanggan.
Setiap penjualan yang terjadi dicatat pada sebuah mesin pencatat (cash register). McKell’s memiliki beberapa mesin pencatat.
Setiap barang yang dijual tidak diidentifikasi secara unik. Pengidentifikasian dilakukan berdasarkan jenis barang.
Pelanggan dapat membayar dengan tunai, cek, atau kartu kredit.
Matriks Pemodelan Proses Bisnis REAL
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Menjual barang
Menerima pembayaran
Pemodelan REAL McKell’s:
Langkah ke-2
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
1 pihak internal: karyawan.
1 pihak eksternal: pelanggan.
2 sumber daya:
barang dagangan dan uang tunai.
1 lokasi: mesin pencatat.
Pemodelan REAL McKell’s:
Langkah ke-3
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Setiap transaksi penjualan mengambil tempat di sebuah cash register.
Setiap transaksi hanya melibatkan seorang pelanggan saja.
Hanya seorang karyawan yang bertanggung jawab terhadap suatu transaksi.
Setiap transaksi penjualan dapat melibatkan satu atau lebih barang.
Barang-barang dagangan McKell’s tidak diidentifikasi secara unik.
Antara karyawan dengan pelanggan tidak ada hubungan khusus.
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Pembeli hanya bisa membeli barang-barang dagangan, bukannya barang-barang milik toko.
Pembeli tidak bisa membeli barang melebihi jumlah persediaan yang dimiliki toko.
Pembeli tidak bisa membeli barang yang tidak ada di toko.
Pemodelan REAL McKell’s:
Langkah ke-5
Enterprise Resources Planning (ERP)
Pengertian ERP
Sistim terintegrasi yang mempunyai tujuan merangkum bisnis proses yang berjalan sehingga menjadi satu kolaborasi yang efisien dan efektif, dimana sistim tersebut didukung dengan teknologi informasi dan dapat menghasilkan informasi yang menunjang perusahaan menjadi lebih kompetitif.
Contoh ;
Kasus di produksi, dimana antara jadwal produksi dengan bahan yang ada dan kebutuhan produk yang akan diproduksi dimana ketiga proses itu harus dilakukan secara effisien dan effektif .
Efisien adalah dari segi waktu dan efektif dari segi optimasi dalam proses produksi dimana sebagai contoh meminimalkan Work In Process (WIP).
6 Proses Bisnis Utama di ERP
Menurut Michael D dan Robert J. Vokura , business process di ERP terdiri dari 6 bagian besar yaitu
Quote to cash,
Procure to pay,
Plan to perform,
Manufacturing operations,
Product life cycle dan
Financial management.
Penjelasan #1
Quote to cash
Dimulai dari identifikasi pelanggan yang qualified dimana pelanggan tersebut membutuhkan produk /jasa yang dihasilkan sampai penerimaan pembayaran dari pelanggan tersebut.
Procure to pay
Dimulai dari order pemesanan ke supplier/vendor sampai pembayaran ke supplier/vendor
Penjelasan #2
Plan to perfom
Didalamnya terdapat demand forecast, material plannning, capacity planning dan distribution planning. Kalau dilihat dari ilustrasi diatas proses ini meliputi kelima proses lainnya karena dalam proses planning dibutuhkan informasi lainya seperti salah satu contoh untuk merencanakan demand forecast sangat dibutuhkan data inventory yang ada.
Manufacturing operations
Dimulai dengan menerima pesanan (order) dari pelanggan sampai produk/jasa dikirim ke pelanggan. Ada tiga tipe proses di manufaktur yaitu : discrete, lot-based dan flow (process)
Penjelasan #3
Product life cycle
Didalamnya mengatur dari konsep produk / jasa sampai sudah tidak di produksi (obsolete) dan juga terdapat informasi produk/jasa revisi,upgrade . Jadi intinya disini terdapat semua informasi produk / jasa.
Financial management:
Didalamnya ada AR, AP , General Ledger ,Fixed Asset dan standar pelaporan keuangan.
Sample
Business Process Life Cycle
Model yang dikembangkan oleh Victor Portougal dan David Sundaram dimana mereka membagi 3 tahap yaitu :
Execution of process in real world
Descriptive modeling (as - is)
Prescriptive modeling
Tahap pertama menjadi tahap kedua dilakukan proses identifikasi dimana tugasnya adalah proses mendefinisikan seperti apa proses yang ada.
Dari tahap kedua menjadi tahap ketiga akan melalui proses analisa dan improvement
Kemudian setelah model bisnis dibuat maka di kembalikan lagi ke real world, dimana akan ada proses implementasi.
Tahapan ini akan berputar terus menerus sampai business process semakin
efisien dan efektif sehingga menjadikan organisasi yang kompetitif.
Pengelolaan Proses Bisnis
Pengaruh organisasi terhadap proses bisnis ada 2 faktor, yaitu :
Faktor Internal.
Faktor ini biasanya merupakan tantangan dari CEO untuk menjawab pertanyaan , Apakah kinerja kita sudah optimal ? Apakah kinerja kita sudah efisien ?
Faktor Eksternal.
Faktor ini merupakan tantangan dari pasar dimana dan bagaimana perusahaan lebih kompetitif
.
Referensi
Felix Lukman. Model Proses Bisnis
Harjono Padmono Putro. Analisis Proses Bisnis
Hollander, Denna, Cherrington Accounting, Information Technology, And Business Solutions. Second Edition. Published by: Irwin McGraw-Hill, 2000.
Julius Nursyamsi, 2008. PEMODELAN PROSES BISNIS. Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Mercubuana.
Analisis Proses Bisnis (4 SKS)
Tujuan Mata Kuliah ;
Mengenal, mengerti dan memahami prosedur standart dalam perusahaan, seperti : keuangan, penjualan dan distribusi, produksi, SDM, Pemeliharaan Sarana Produksi, Manajemen Kualitas dan Manajemen Material
• Menganalisis setiap prosedur standart dengan berbasiskan teknologi informasi.
• Mampu untuk mengintegrasikan prosedur standart berbasiskan teknologi informasi
1. Konsep Dasar Analisis Proses Bisnis
Analisis Proses Bisnis
Analisis
Kajian yang dilakukan guna untuk mengetahui strukturnya secara lebih mendalam.
Proses
Urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil.
Bisnis
suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.
Proses bisnis adalah suatu kumpulan pekerjaan yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan.
Analisis Proses Bisnis
Kajian yang dilakukan untuk mengetahui urutan pelaksanaan dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk mendapatkan laba dengan menggunakan berbagai sumber daya.
Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah:
Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, masukan, serta keluaran yang jelas.
Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.
Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses.
Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima.
Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi.
Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi.
- Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh
perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya. - Sering kali pemilik proses, yaitu orang yang bertanggung jawab terhadap kinerja dan pengembangan berkesinambungan dari proses,
jjuga dianggap sebagai suatu karakteristik proses bisnis.
Ruang Lingkup
Integrasi Proses Bisnis
Standart Prosedur Bisnis
◦ Keuangan
◦ Penjualan & Distribusi
◦ Produksi
◦ Sumber Daya Manusia
◦ Pemeliharaan Sarana Produksi
◦ Manajemen Kualitas
◦ Manajemen Material
Analisa Prosedur Bisnis berbasiskan TI
Riset Bisnis
Sebuah metodologi untuk melakukan efisiensi perusahaan melalui penerjemahan visi kedalam bentuk strategi dan action, kemudian diartikulasikan dalam proses bisnis perusahaan terintegrasi
Latar belakang Integrasi Proses Bisnis
Efisiensi
Persaingan
Perkembangan Teknologi
Perencanaan à menentukan arah perusahaan
Perancangan à menerjemahkan strategi yang dibentuk kedalam proses bisnis perusahaan
Implementasi à memastikan bahwa proses bisnis yang direncanakan dijalankan sesuai dengan strategi perusahaan
Metodologi integrasi proses bisnis
Tahapan metodologi integrasi proses bisnis
Tahap perencanaan à aktifitas asesmen, pembuatan bisnis model, penentuan obyektif proyek, kebutuhan proyek
Tahap perancangan à pemetaan proses bisnis, melakukan benchmarking, pembuatan struktur biaya, perencanaan mutu, pembuatan Company Scorecard
Tahap penerapan à manajemen perubahan, pembentukkan team improvement, implementasi rencana aksi, pelaksanaan audit internal, mekanisme review dan pengukuran kinerja, sertifikasi ISO 9001
Pengantar Akuntansi, Teknologi Informasi, dan Solusi Bisnis
Value (Nilai)
Sifat dasar dan tujuan dari suatu organisasi adalah menciptakan nilai.
Organisasi menciptakan nilai dengan menyediakan barang dan jasa yang diinginkan oleh pelanggannya.
Contoh: pabrikan otomotif menciptakan nilai dengan memproduksi mobil yang aman, nyaman, dan handal untuk mengangkut penumpang.
Cost (Biaya)
Untuk menciptakan nilai diperlukan biaya (cost).
Contoh: untuk memproduksi mobil, pabrikan harus membayar berbagai macam sumber daya, seperti bahan baku dan tenaga kerja.
Margin
Margin merupakan selisih antara nilai dengan biaya.
Konsep penciptaan nilai berlaku pada organisasi berorientasi profit dan organisasi non profit.
Tujuan organisasi berorientasi profit adalah memaksimalkan marginnya.
Tujuan organisasi non profit adalah memaksimalkan barang dan jasa yang disediakannya dengan sumber-sumber daya yang dimilikinya.
Proses Bisnis
Barang/jasa tersedia setelah melalui serangkaian proses bisnis.
Suatu proses bisnis adalah serangkaian aktivitas yang mengerjakan suatu tujuan bisnis.
Apapun jenis barang/jasa yang disediakan, setiap organisasi paling tidak memiliki tiga macam proses bisnis, yaitu:
Acquisition/payment process
(Proses perolehan/pembayaran)
Conversion process
(Proses perubahan)
Sales/collection process
(Proses penjualan/pengumpulan)
Proses Perolehan/Pembayaran:
Tujuan dari proses ini adalah untuk mendapatkan, memelihara, dan membayar sumber-sumber daya yang diperlukan organisasi.
Contoh sumber daya: SDM, pabrik, peralatan, dana, bahan baku, dll.
Sumber daya diperoleh dari pihak luar, seperti pemasok.
Sumber-sumber daya tersebut diperlukan untuk dapat menyediakan barang/jasa kepada para pelanggan.
Proses Perubahan:
Tujuan dari proses ini adalah untuk mengubah sumber-sumber daya yang telah diperoleh menjadi barang/jasa yang diperlukan pelanggan.
Pada proses ini, bahan baku diubah menjadi barang jadi atau jasa.
Proses Penjualan/Pengumpulan:
Tujuan dari proses ini adalah untuk menjual dan menyerahkan barang/jasa kepada pelanggan, lalu mengumpulkan pembayarannya.
Barang jadi atau jasa yang telah melalui proses perubahan dijual kepada pelanggan, yang akan ditukar dengan pembayaran (biasanya dalam bentuk uang).
Pengelolaan Proses Bisnis
Pimpinan organisasi bertanggung jawab terhadap pengelolaan proses bisnis.
Aktivitas pengelolaan (manajemen) dapat dikategorikan menjadi: perencanaan (planning), pelaksanaan (executing), pengawasan (controlling), dan penilaian (evaluating).
Perencanaan
Pimpinan menentukan sasaran-sasaran bisnis.
Pimpinan menentukan prioritas pada proses-proses bisnis yang ada.
Pimpinan menyediakan blueprint untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Pimpinan harus mengidentifikasi kesempatan-kesempatan dan resiko-resiko yang dihadapi perusahaan.
Pelaksanaan
Pimpinan menjalankan rencana mereka dengan membagi proses-proses bisnis menjadi beberapa aktivitas yang lebih kecil.
Pimpinan menugaskan para bawahan untuk melaksanakan setiap aktivitas tersebut.
Memotivasi para bawahan untuk melakukan tugas-tugasnya dengan baik.
Rencana yang dibuat dengan jelas mungkin sekali akan dilaksanakan dengan baik.
Pengawasan
Memeriksa hasil dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan, atau dari keseluruhan proses bisnis, untuk melihat apakah sesuai dengan yang diharapkan.
Pemeriksaan ini mungkin akan menyebabkan perubahan pada harapan yang ditetapkan, atau perubahan pada pelaksanaan aktivitas atau proses bisnis.
Penilaian
Secara berkala, pimpinan akan menilai apakah proses-proses bisnis yang dilakukan berhasil mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Hasil dari penilaian tersebut digunakan untuk menyesuaikan rencana, tujuan, atau harapan.
Membuat Keputusan
Inti dari pengelolaan adalah membuat keputusan.
Pimpinan membuat berbagai keputusan saat melakukan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penilaian.
Pimpinan memerlukan informasi yang relevan dan tepat waktu untuk membuat keputusan yang baik.
Sistem informasi dikembangkan untuk menyediakan informasi bagi para pimpinan.
Aktivitas-Aktivitas Manajemen
Proses-Proses Informasi
Sistem informasi ‘menangkap’ data tentang organisasi dan aktivitas-aktivitasnya, menyimpan dan memelihara data tersebut, serta menyiapkan laporan berarti bagi pimpinan.
Ketiga aktivitas tersebut disebut proses-proses informasi.
Sistem Informasi dan Proses-Proses Informasi
Data
Data adalah masukan ke dalam sistem informasi.
Data merupakan fakta tentang aktivitas bisnis dan proses bisnis.
Pada umumnya data tidak berguna dalam pembuatan keputusan.
Informasi
Sistem informasi ‘menangkap’ data, menyimpannya, menggabungkannya, meringkasnya, dan mengelompokkannya menjadi informasi yang berarti bagi pimpinan untuk membuat keputusan.
Informasi dapat didefinisikan sebagai data yang telah memiliki arti bagi para penerimanya.
Hubungan Antara Proses2 Bisnis, Proses2 Informasi, dan Aktivitas2 Manajemen
Proses Bisnis Dalam Perusahaan Manufaktur
Definisi dari karakteristik industri manufaktur adalah :
Mengubah bentuk bahan menjadi bentuk produk lainnya, baik berupa komponen yang kemudian diserahkan ke pihak manufaktur lain, ataupun produk jadi
Proses tersebut melibatkan mesin dan tenaga manusia dilakukan bertahap dan diperlukannya perencanaan dan pengendalian agar hasilnya optimal
Bahan mentah atau setengah jadi tersebut harus di kelola dengan optimal agar prosesnya lebih efisien
Berdasar pengelolahan order atas produk, terdapat beberapa jenis perusahaan manufaktur, yaitu :
1. Make to Order (MTO)
2. Make to Stock (MTS)
3. Assembly to Order (ATO)
4. Engineering to Order (ETO)
5. Configure to Order (CTO)
6. Process Manufacturing & Discrete Manufacturing
7. Bill of Material (BOM)
8. Value Chain
Make to Order
Perusahaan yang tidak mengolah material dan menghasilkan atau produk,
Pesanan dari Konsumen
Perusahaan yang berfokus pada kostumisasi produk
Biasanyanya produknya unik (limited)
Perencanaannya berasal dari Order (konsumen)
Waktu produksinya lebih lama
Biaya produksi lebih tinggi
Assembly to Order
Order dilakukan dengan melakukan proses perakitan komponen-komponen tertentu untuk menghasilkan produk-produk yang sudah dipesan
Metode ini mempersingkat waktu antara penerimaan order hingga penyerahan produk (delivery) kepada konsumen
Engineering to Order
Perusahaan jenis ini benar-benar kostumisasi penuh pada konsumennya,
Karakteristiknya sangat bervariasi
Lebih fleksibel atas pengerjaan ordernya
Bahan bakunya belum tersedia sebelum mendapatkan spesifikasi order dari konsumen
Biaya produksinya sangat tinggi
Configure to Order (CTO)
Model manufaktur ini perpaduan antara ATO (fitur dan pilihan terbatas) dan ETO (kebebasan pilihan dalam fitur)
Melakukan penyederhanaan proses penerimaan order dan mempertahankan fleksibilitas ETO, tanpa harus menyimpan material yang harus dibeli
Tujuan/Sasaran
Menjelaskan suatu proses bisnis dan mengidentifikasi
proses bisnis pada suatu organisasi
Identifikasi suatu kejadian yang meliputi proses bisnis
Model operasi
kejadian yang menggunakan konsep-konsep REAL
Membangun dan validasi suatu proses
bisnis model REAL
Tujuan/Sasaran
Pengenalan
Langkah yang pertama terhadap penambahan suatu nilai bisnis profesional sedang ditingkatkan memainkan peran laki/perempuan dalam membantu suatu organisasi menggambarkan dan memperbaiki proses-proses bisnisnya
Lalu apa proses-proses bisnis dan bagaimana mungkin mereka dirancang untuk mendukung satu sasaran organisasi ?
Bagaimana cara kita mendesain sistem informasi untuk mengumpulkan, memelihara, dan memproses data yang diperlukan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diperlukan oleh manajemen mengatur efektifitas proses-proses bisnis dalam jaman informasi ?
Analisis kami akan menggunakan model semantik ¾ model dari aksi-aksi nyata atau penomena. Kami menggunakan REAL Business Process Modeling sebagai suatu metode untuk membantu anda memahami dan model proses-proses bisnis
Proses – Proses Bisnis
Apakah Semua Proses dan Aktivitas Bisnis Menciptakan Keseimbangan?
Perusahaan sering kali memprioritaskan bisnis mereka
dasar proses-proses berdasarkan pada proses pembentukan nilai dalam mencapai sasaran organisasi
Beberapa aktivitas bisnis menentukan daya saing organisasi di dalam
pasar ketika aktivitas lain diklasifikasikan sebagai aktivitas pendukung
Suatu organisasi mungkin efektivitas biaya internal tetapi dapat menjadi organisasi yang gagal. Mengapa ?
Barangkali organisasi mempunyai pesaing :
– Siapa yang lebih baik memenuhi kebutuhan konsumen,
– Lakukan pekerjaan yang baik outsourcing beberapa fungsi bisnis
– Atau melakukan suatu pekerjaan dengan efektif membentuk strategic alliances dengan mitra perdagangan.
Aktivitas Nilai Utama
Inbound logistics – Aktivitas yang berhubungan nn untuk produk dengan menerima, menyimpan dan penyebaran masuka - produk dan jasa
Operations- Aktivitas yang berhubungan dengan mentranformasikan masukan ke dalam produk dan jasa akhir
Outbound logistics – aktivitas yang berhubungan dengan pengumpulan, penyimpanan dan mendistribusikan secara fisik produk-produk dan jasa
Marketing and sales – Aktivitas yang berhubungan dengan menyediakan suatu pengertian bahwa pelanggan dapat membeli hasil dan suatu tujuan untuk mempengaruhi mereka untuk membeli
Service – aktivitas yang menyediakan pelayananuntuk meningkatkan atau memelihara nilai dari produk-produk dan jasa
Aktivitas Dukungan
Procurement – suatu fungsi masukan pembelian untuk rantai nilai perusahaan
Technology Development - keterampilan, prosedur, atau teknologi yang melekat di dalam proses yang diharapkan untuk memperbaiki suatu produk, pelayanan dan atau proses
Human Resource Management – aktivitas yang melibatkan penerimaan, menyewa, pengembangan dan kompensasi seluruh tipe personal
Firm Infrastructure – aktivitas yang mendukung seluruh rantai nilai (e.g. manajemen umum, perencanaan, keuangan, akuntansi, hukum, hubungan pemerintah, qualitas manajemen dll.)
Porter’s… Mulai print…..
Peristiwa Proses Bisnis - Business
Process Events
Suatu proses bisnis adalah “satu rangkaian aktivitas yang diharapakan untuk memenuhi tujuan strategis dari suatu organisasi.
Operating Events adalah suatu aktivitas operasi yang dilaksanakan di dalam proses bisnis untuk menyediakan barang dan jasa untuk konsumen.
Information Events termasuk tiga aktivitas : merekam data tentang kejadian operasi, pemeliharaan data referensi yang penting untuk organisasi, dan melaporkan informasi yang dibutuhkan untuk manajemen dan pengambil keputusan yang lain.
Decision/Management Events adalah aktivitas dimana manajemen dan orang lain membuat keputusan tentang perencanaan, pengawasan dan evaluasi proses bisnis.
Gambar 3
Aktivitas Proses Bisnis (Events)
Proses Pembayaran/Akuisisi
Tanpa memperhatikan dari tipe barang atau jasa yang sedang diperoleh, dengan mengikuti sifat khas kejadian operasi di dalam proses pembayaran / akuisisi :
– Permintaan barang dan jasa.
– Pesanan barang dan jasa.
– Terima dan memeriksa barang dan jasa.
– Menyimpan dan atau memelihara barang.
– Pembayaran terhadap barang dan jasa.
– Keuntungan barang - Return goods.
Beberapa organisasi :
– Boleh memesan dengan cara kejadian yang berbeda,
– Boleh menggunakan suatu subset dari kejadian, atau
– Boleh menambahkan lebih banyak detail kejadian.
Proses Pengumpulan/Penjualan
Meski terdapat beberapa keanekaragaman dalam menguraikan tipe barang dan jasa dijual, proses pengumpulan/penjualan pada
umumnya meliputi beberapa kejadian :
– Terima satu order untuk barang dan jasa.
– Pilih dan periksa barang dan jasa untuk dikirimkan.
– Persipakan barang dan jasa untuk penyerahan
– Pengiriman barang dan jasa.
– Terima pembayaran untuk barang dan jasa.
– Terimalah hasil/keuntungan pelanggan dari barang.
Beberapa organisasi :
– Boleh memesan dengan cara kejadian yang berbeda,
– Boleh menggunakan suatu subset dari kejadian, atau
– Boleh menambahkan lebih banyak detail kejadian
Manajemen binis…
Proses Pengubahan/Konvensi
Proses perubahan sangat beraneka ragam, tergantung pada barang/jasa yang diproduksi, teknologi dan sumber daya yang digunakan, peraturan yang berlaku, pemerintahan, lingkungan, atau pelanggan.
Sangatlah sulit untuk menggambarkan suatu proses perubahan yang umum.
Pada dasarnya, proses perubahan adalah serangkaian aktivitas yang mengubah barang/jasa yang diperoleh menjadi barang/jasa bagi para pelanggan.
Proses Pengubahan/Konvensi
Akhirnya, contoh-contoh dari sebagian banyak aktivitas umum di dalam proses pengubahan/Konversi termasuk :
– Merakit .
– Pertumbuhan.
– Menggali.
– Memanen.
– Pabrikasi dasar (e.g., besi/metals
Mengembangan Suatu Model
Proses Bisnis REAL
Modeling proses bisnis REAL adalah suatu metode formal untuk mengidentifikasi dan menggambarkan karakteristik yang penting bahwa secara bersama menguraikan proses bisni dan kejadian.
Sebutan REAL merupakan singkatan dari Resources, Events, Agents, and Locations.
Menyiapakan suatu model proses bisnis REAL memerlukan anda untuk mengidentifikasi Aktivistas bisnis penting secara strategis dan karakteristik
penting tentang aktivitas bisnis ini
Gambar 2-4…
Langkah 1: Pahami Lingkungan Organisasi dan Tujuan Organisasi
Modeling REAL adalah satu bantuan dalam menganalisa organisasi dan aktivitasnya.
Kumpulkan data dan pegertian yang mendalan tentang tujuan organisasi, industri, rantai nilai, strategis, lini produk dan konsumen.
Pay attention kepada orang-orang, struktur, teknologi dan pengukuran organisasi
Pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang akan meningkatkan kemampuanmu untuk mengevaluasi proses bisnis dan identifikasi proses-proses dan kejadian
yang tidak berharga, tidak konpetitif, dan atau bukan menerima tujuan dari organisasi
Memahami…
Langkah 2 : Meninjau ualang proses bisnis dan identifikasi kejadian operasional penting secara strategis
Mulai dengan pembagian organisasi ke dalam proses bisnis.
“Apa yang terjadi? Bagaimana dan mengapa? ”
Model grafik REAL—termasuk kejadian operasional penting secara strategis bahwa meliputi suatu proses bisnis. (yang organisasi inginkan untuk merencanakan, mengevaluasi dan melaksanakan atau pengawasan)
Mulai model grafik REAL mu
Oleh kejadian perwakilan sebagai rectangles dengan suatu descriptor di dalam rectangle.
Pilih syarat dengan teliti yang menguraikan masing-masing kejadian operasional. Kami menyarankan dengan
menggunakan satu bentuk active voice untuk menyebutkan nama kejadian.
Menggunakan…
Gambar 2-5…
Langkah 3 : Analisis masing-masing daftar peristiwa sesuai langkah dua untuk mengidentifikasi kegiatan sumber daya, agen dan lokasi
Uraikan karakteristik-karakteristik penting dari kejadian - karakteristik yang:
– Jika dihilangkan, dapat merubah ketidaktepatan atau uraian tidak sempurna pada kejadian.
– Bentuk dasar untuk membangkitkan keluaran informasi konsumen gunakan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi aktivitas organisasi.
Apa jenis sumber daya yang dilibatkan ?
Apa tugas yang dilaksanakan dan siapa/apa agen melaksanakan tugas ?
Dimana peristiwa terjadi ? (lokasi)
Gambar 2-6…
Langkah 4 : Identifika Relevan Kelakuan, Karakteristik dan Atribut dari Kejadian, Sumber Daya, Agen dan Lokasi
Tentang apa waktu atau urutan didalam proses peristiwa itu perlu terjadi ?
Apa yang merupakan pengecualian untuk kejadian pemesan yang normal di dalam proses-proses ?
Apa yang sebenarnya otorisasi atau persetujuan yang tepat untuk melaksanakan suatu kejadian?
Apa yang sesungguhnya jumlah yang layak dari sumber daya yang berhubungan dengan peristiwa tersebut ?
Apa yang merupakan lokasi-lokasi yang bisa diterima untuk melaksanakan peristiwa ini ?
Langkah 4 : Lanjutan ……..
Apa yang dimaksud periode waktu yang dapat diterima antara kejadian di dalam suatu proses bisnis ?
Bagaimana kekuatan order -pesanan dari kejadian tukar menukar oleh konsumen ?
Apakah lokasi dari barang-barang yang mana perihal yang dikirimkan ?
Berapa banyak pelayan toko yang ditugaskan kepada masing-masing pelanggan?
Perlukah suatu penjulan pesanan membutuhkan pramuniaga penjagaan dari tunai ?
Dapatkah suatu pelanggan mempunyai dua alamat yang berbeda ? Mengapa atau mengapa tidak ?
Urutan dari kejadian…
Risiko Kejadian – Event Risks
Satu peristiwa opersasi yang terjadi pada urutan dan waktu yang salah, Satu peristiwa operasi yang terjadi tanpa otorisasi yang tepat,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan aget internal yang salah,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan agen eksternal yang salah,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan sumber daya yang salah,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan jumlah yang salah dari sumber daya , dan/atau
Satu peristiwa yang terjadi di lokasi yang salah.
Penjualan Eceran Toko McKell's Kasus
Pos pemeriksaan —Aturan Bisnis
Masing-masing penjualan berlangsung pada specific register (lokasi). Masing-masing penjualan melibatkan hanya one customer (agen
eksternal).
Hanya one salesperson (agen internal) yang bertanggung jawab atas masing-masing penjualan.
Masing-masing penjualan melibatkan one or more items of merchandise (sumber daya).
Jenis barang dagangan McKell's are not uniquely identified. Masing- masing kelengkapan barang dagangan mengacu pada jenis dan penggolongan dari barang dagangan (e.g. ukuran 12 T-shirt putih, atau ukuran 9 sepatu tennis putih, atau ukuran 5 sarung tangan kulit).
Tenaga penjual dan pelanggan tidak mempunyai hubungan langsung, seban McKell tidak menugaskan pelanggan untuk tenaga penjual yang spesifik. Pelanggan dan tenaga penjual terkait hanya melalui penjualan
Sementara analisis peristiwa ini anda boleh mendokumentasikan beberapa aturan tambahan, seperti :
– Penjualan hanya melibatkan barang dagangan, bukan aktiva tetap - fixed assets.
– Penjualan tidak bisa melibatkan lebih banya barang dagangan
(kuantitas) dibanding berakibat pada tangan McKell.
– Penjualan tidak dapat melibatkan barang dagangan yang tidak ditawarkan oleh McKell.
– Masing-masing penjualan harus berlangsung hanya pada register dan register mengidentifikasi harus sama dengan suatu identifikasi register yang terekam.
Langkah 5:
Identifikasi dan Dukumentasi Hubungan Langsung Antara Sumber daya, Kejadian, Agen, dan Lokasi
Mengambarkan satu bari dari masing-masing peristiwa untuk masisng-masing sumber daya, agen internal, agen eksternal, anddan lokasi berhubungan dengan peristiwa tersebut. Dengan segera, tambahkan istilah yang berarti atau rasa yang berhubungan antara objek-objek. Lihat gambar 2 - 7 or 2 - 8.
Dengan tampilan grafik kejadian hubungkan dengan kejadian lain untuk menunjukan urutan kebutuhan yang dipelukan pada kejadian di dalam proses bisnis. Mengambarkan bentuk peristiwa ke peristiwa di dalam urutan yang benar
Hubungan langsung dokumen antara para agen-agen , lokasi, dan sumber daya yang bersifat bebas dari peritiwa operasi..
Hubungkan dalam satu baris.
Gambar 2-7…
Gambar 2-8…
Gambar 2-9…
Langkah 6 :
Validasi Model Proses Bisnis Riil dengan Orang – orang Bisnis
Mereka memahami secara detail dan hasil akhir dari proses bisnis dan kejadian yang sedang diperagakan perlu melaksanakan validasi.
Sesi Validasi dimanapun diperlukan hasil konfirmasi model ketelitian atau model modifikasi.
Modifikasi-modifikasi pada umumnya memerlukan satu decomposing atau lebih kejadian operasi yang lebih detail mengenai kejadian operasi atau kombinasi kejadian.
Begitu diciptakan model REAL, Apakah kebutuhan diperbaharui atau dipelihara ? Ya. Sifat alami dari proses – proses bisnis dan kejadian/peristiwa selalu berubah setiap waktu. Lebih penting lagi,pada hari ini dunia lebih cepat melangkah, sifat alami dari proses-proses bisnis dan kejadian/peristiwa sering kali harus berubah beberapa lama kemudian
Menghubungkan Proses-Proses
Memahami hubungan antara proses-prose bisnis individual adalah sangat penting.
Secara bersama-sama proses bisnis menghasilkan akuisisi pada
barang dan jasa, konversi barang dan saja yang diperoleh menjadi barang dan jasa untuk konsumen, pengiriman barang dan jasa untuk konsumen, dan pengumpulan atau pembayaran dari konsumen
Proses – proses bisnis terhubung secara bersama ke dalam dua arah :
– oleh pembagian bersama sumber daya atau
– Oleh suatu peristiwa dalam satu proses yang mencetuskan satu peristiwa di dalam proses yang lain.
Mulai slide ini materi ada di PDF
25 slide. Gambar 2-10…
Proses Penjualan/Pengumpulan
Adalah serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mengantarkan barang/jasa kepada para pelanggan untuk mendapatkan pembayaran.
Pada dasarnya, proses penjualan/pengumpulan merupakan cerminan dari proses bisnis perolehan/pembayaran.
Ketika suatu entitas memperoleh barang/jasa serta membayarnya, maka ada entitas lainnya yang menjual barang/jasa serta mengumpulkan pembayaran.
Kejadian-Kejadian Proses Bisnis
(Business Process Events)
Suatu proses bisnis merupakan serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi.
Suatu proses bisnis dapat terdiri dari beberapa aktivitas.
Kejadian (event) merupakan suatu aktivitas tunggal yang terdapat pada sebuah proses bisnis.
Tiga Jenis Kejadian
Kejadian-kejadian Operasional
(Operating Events)
Kejadian-kejadian Informasi
(Information Events)
Kejadian-kejadian Keputusan/Pengelolaan
(Decision/Management Events)
Kejadian-Kejadian Operasional
Adalah aktivitas-aktivitas operasional yang dilakukan dalam suatu proses bisnis saat menyediakan barang/jasa bagi pelanggan.
Contoh kejadian-kejadian operasional pada proses bisnis penjualan/pengumpulan:
Kejadian 1: Memasarkan barang.
Kejadian 2: Menerima pesanan dari pelanggan.
Kejadian 3: Mengirimkan barang pesanan.
Kejadian 4: Menerima pembayaran.
Kejadian-Kejadian Informasi
Mencatat data tentang kejadian-kejadian operasional.
Memelihara data yang penting bagi organisasi.
Melaporkan informasi yang berguna bagi para pengambil keputusan.
Kejadian-Kejadian Keputusan/Pengelolaan
Adalah aktivitas-aktivitas di mana para pimpinan membuat keputusan tentang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penilaian proses-proses bisnis.
Contoh:
Pimpinan memutuskan untuk membuat produk baru.
Pimpinan memutuskan untuk membuka sebuah cabang baru.
Keterkaitan Antar Kejadian Proses Bisnis
Kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan akan menentukan dan memicu kejadian-kejadian operasional.
Menjalankan kejadian-kejadian operasional akan memicu kejadian-kejadian informasi untuk mencatat dan memelihara data bisnis.
Kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan juga memicu kejadian-kejadian informasi, yaitu saat para pimpinan meminta informasi sebelum mengambil keputusan.
Keterkaitan Antar Kejadian Proses Bisnis
Kejadian-kejadian Operasional Umum Pada Proses Bisnis Perolehan/Pembayaran
Permintaan barang/jasa yang diperlukan.
Pemesanan barang/jasa yang diminta.
Penerimaan barang/jasa yang dipesan.
Pemeriksaan barang/jasa yang diterima.
Penyimpanan dan pemeliharaan barang yang diterima.
Pembayaran untuk barang/jasa yang diterima.
Pengembalian (retur) barang yang tidak sesuai.
Kejadian-Kejadian Operasional Umum
Pada Proses Bisnis Penjualan/Pengumpulan
Menerima pesanan barang/jasa dari pelanggan.
Memilih dan memeriksa barang/jasa yang akan dikirim.
Mempersiapkan barang/jasa yang akan dikirim.
Mengirimkan barang/jasa kepada pelanggan.
Menerima pembayaran untuk barang/jasa yang dijual.
Menerima pengembalian (retur) barang dari pelanggan.
Aktivitas-aktivitas Umum Pada Proses Perubahan
Merakit (assembling)
Menanam (growing)
Menggali (excavating)
Memanen (harvesting)
Pabrikan dasar (basic manufacturing)
Pabrikan akhir (finished manufacturing)
Membersihkan (cleaning)
Mengangkut (transporting)
Menyalurkan (distributing)
Menyediakan (providing)
Mendidik (educating)
Menemukan (discovering)
Aliran Kerja (Workflow)
Aliran kerja merujuk kepada pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang dilakukan oleh anggota-anggota suatu kelompok kerja (workgroup) untuk mencapai beberapa tujuan.
Yaitu bagaimana suatu barang/jasa mengalir dari seseorang atau fungsi bisnis ke orang atau fungsi bisnis lainnya.
Suatu aliran kerja mungkin merupakan kombinasi dari kejadian-kejadian operasional, informasi, dan keputusan/pengelolaan.
Studi Kasus: Golden Pizza
Restaurant pizza yang sukses di Standish, California.
Menyediakan pizza lezat dan pelayanan yang ramah.
Jaminan penyajian dalam waktu 20 menit. Jika terlambat, pelanggan tidak usah bayar.
Pimpinannya sering menghabiskan waktu untuk menganalisa pasar pizza di Standish, para pesaingnya, dan para pelanggannya.
Pimpinannya membuat keputusan tentang pizza yang akan dicantumkan pada menu.
Golden Pizza
Pelanggan dapat memesan via telepon atau datang langsung ke restorannya.
Detil pemesanan dicatat pada form pemesanan (rangkap banyak) yang telah diberi nomor berurut.
Total penjualan dihitung lalu dicatat pada form pemesanan, dan disampaikan pada pelanggan.
Pelanggan membayar dan form pemesanan dicap “PAID”. Juga dicatat detil pembayaran yang dilakukan.
Golden Pizza
Selembar form pemesanan diberikan kepada pelanggan, dan pelanggan dipersilakan menunggu.
Selembar form pemesanan diberikan kepada koki. Form pemesanan digantung pada roda berputar supaya dapat mengetahui urutan pesanan.
Jika pesanan sudah siap, pizza akan dibungkus dan form pesanan pada koki akan disimpan di sebuah kotak.
Golden Pizza
Pelanggan memperlihatkan form pemesanan yang sudah dicap “PAID” untuk mengambil pesanan.
Form pemesanan dari pelanggan akan disimpan untuk bagian akuntansi untuk dicatat datanya, dan pizza akan diberikan kepada pelanggan.
Kejadian-Kejadian Keputusan/Pengelolaan di Golden Pizza:
Menganalisa pasar pizza di Standish, para pesaing, dan para pelanggan.
Menentukan pizza apa yang akan dicantumkan pada menu.
Memberikan pesanan pizza yang tepat pada pelanggan yang tepat.
Kejadian-kejadian Operasional di Golden Pizza:
Menerima pemesanan pizza.
Menerima pembayaran dari pelanggan.
Membuat pizza.
Mengemas pizza.
Memberikan pizza kepada pelanggan.
Kejadian-kejadian Informasi di Golden Pizza:
Mencatat pesanan pelanggan.
Menghitung total pesanan.
Menandai pesanan yang sudah dibayar.
Memberikan pelanggan selembar form pesanan.
Memberikan koki selembar form pesanan.
Mengirim form-form pesanan ke bagian akuntansi.
Kejadian-kejadian Informasi yang mungkin dipicu oleh kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan:
Membuat laporan analisa pelanggan.
Membuat laporan penjualan berdasarkan jenis pizza.
Membuat analisa keuntungan kotor (gross margin).
Membuat laporan kerugian penjualan akibat jaminan 20 menit penyajian.
Pemodelan Proses Bisnis
REAL
REAL merupakan kependekan dari Resources, Events, Agents, and Locations.
Pemodelan REAL merupakan suatu metode formal untuk mengidentifikasi dan menunjukkan karakteristik-karakteristik dasar yang akan menggambarkan proses-proses bisnis dan kejadian-kejadiannya.
Membuat pemodelan REAL mengharuskan Anda mengidentifikasi aktivitas-aktivitas bisnis yang penting dan ciri-ciri mendasar dari aktivitas-aktivitas bisnis tersebut.
Apa yang terjadi?
Kapan itu terjadi?
Siapa saja yang terlibat dan peran/tugas apa yang dimainkannya?
Sumber daya apa saja yang diperlukan dan berapa banyak?
Di mana kejadian itu terjadi?
Kesalahan apa yang dapat terjadi saat melaksanakan suatu kejadian?
6 Langkah Untuk Menganalisa Suatu Proses Bisnis dan Mengembangkan Pemodelan REAL Awal
Langkah 1
Memahami lingkungan organisasi dan tujuan-tujuannya.
Langkah 2
Meninjau proses-proses bisnis dan mengidentifikasi kejadian-kejadian operasional yang penting.
Langkah 3
Menganalisa setiap kejadian yang terdaftar pada langkah ke-2, untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya, pihak-pihak, dan lokasi-lokasi yang terkait dengan suatu kejadian.
Langkah 4
Mengidentifikasi perilaku, karakteristik, dan sifat dari kejadian-kejadian, sumber-sumber daya, pihak-pihak, dan lokasi-lokasi.
Langkah 5
Mengidentifikasi dan mendokumentasikan hubungan langsung antara sumber-sumber daya, kejadian-kejadian, pihak-pihak, dan lokasi-lokasi.
Langkah 6
Memvalidasi pemodelan REAL dengan pimpinan bisnis.
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Pembeli dapat membeli berbagai macam barang di McKell’s.
Setiap penjualan melibatkan seorang pelanggan yang dilayani oleh seorang karyawan.
Pelanggan dapat membeli satu atau lebih barang.
Para karyawan secara acak melayani pelanggan.
Setiap penjualan yang terjadi dicatat pada sebuah mesin pencatat (cash register). McKell’s memiliki beberapa mesin pencatat.
Setiap barang yang dijual tidak diidentifikasi secara unik. Pengidentifikasian dilakukan berdasarkan jenis barang.
Pelanggan dapat membayar dengan tunai, cek, atau kartu kredit.
Matriks Pemodelan Proses Bisnis REAL
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Menjual barang
Menerima pembayaran
Pemodelan REAL McKell’s:
Langkah ke-2
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
1 pihak internal: karyawan.
1 pihak eksternal: pelanggan.
2 sumber daya:
barang dagangan dan uang tunai.
1 lokasi: mesin pencatat.
Pemodelan REAL McKell’s:
Langkah ke-3
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Setiap transaksi penjualan mengambil tempat di sebuah cash register.
Setiap transaksi hanya melibatkan seorang pelanggan saja.
Hanya seorang karyawan yang bertanggung jawab terhadap suatu transaksi.
Setiap transaksi penjualan dapat melibatkan satu atau lebih barang.
Barang-barang dagangan McKell’s tidak diidentifikasi secara unik.
Antara karyawan dengan pelanggan tidak ada hubungan khusus.
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Pembeli hanya bisa membeli barang-barang dagangan, bukannya barang-barang milik toko.
Pembeli tidak bisa membeli barang melebihi jumlah persediaan yang dimiliki toko.
Pembeli tidak bisa membeli barang yang tidak ada di toko.
Pemodelan REAL McKell’s:
Langkah ke-5
Enterprise Resources Planning (ERP)
Pengertian ERP
Sistim terintegrasi yang mempunyai tujuan merangkum bisnis proses yang berjalan sehingga menjadi satu kolaborasi yang efisien dan efektif, dimana sistim tersebut didukung dengan teknologi informasi dan dapat menghasilkan informasi yang menunjang perusahaan menjadi lebih kompetitif.
Contoh ;
Kasus di produksi, dimana antara jadwal produksi dengan bahan yang ada dan kebutuhan produk yang akan diproduksi dimana ketiga proses itu harus dilakukan secara effisien dan effektif .
Efisien adalah dari segi waktu dan efektif dari segi optimasi dalam proses produksi dimana sebagai contoh meminimalkan Work In Process (WIP).
6 Proses Bisnis Utama di ERP
Menurut Michael D dan Robert J. Vokura , business process di ERP terdiri dari 6 bagian besar yaitu
Quote to cash,
Procure to pay,
Plan to perform,
Manufacturing operations,
Product life cycle dan
Financial management.
Penjelasan #1
Quote to cash
Dimulai dari identifikasi pelanggan yang qualified dimana pelanggan tersebut membutuhkan produk /jasa yang dihasilkan sampai penerimaan pembayaran dari pelanggan tersebut.
Procure to pay
Dimulai dari order pemesanan ke supplier/vendor sampai pembayaran ke supplier/vendor
Penjelasan #2
Plan to perfom
Didalamnya terdapat demand forecast, material plannning, capacity planning dan distribution planning. Kalau dilihat dari ilustrasi diatas proses ini meliputi kelima proses lainnya karena dalam proses planning dibutuhkan informasi lainya seperti salah satu contoh untuk merencanakan demand forecast sangat dibutuhkan data inventory yang ada.
Manufacturing operations
Dimulai dengan menerima pesanan (order) dari pelanggan sampai produk/jasa dikirim ke pelanggan. Ada tiga tipe proses di manufaktur yaitu : discrete, lot-based dan flow (process)
Penjelasan #3
Product life cycle
Didalamnya mengatur dari konsep produk / jasa sampai sudah tidak di produksi (obsolete) dan juga terdapat informasi produk/jasa revisi,upgrade . Jadi intinya disini terdapat semua informasi produk / jasa.
Financial management:
Didalamnya ada AR, AP , General Ledger ,Fixed Asset dan standar pelaporan keuangan.
Sample
Business Process Life Cycle
Model yang dikembangkan oleh Victor Portougal dan David Sundaram dimana mereka membagi 3 tahap yaitu :
Execution of process in real world
Descriptive modeling (as - is)
Prescriptive modeling
Tahap pertama menjadi tahap kedua dilakukan proses identifikasi dimana tugasnya adalah proses mendefinisikan seperti apa proses yang ada.
Dari tahap kedua menjadi tahap ketiga akan melalui proses analisa dan improvement
Kemudian setelah model bisnis dibuat maka di kembalikan lagi ke real world, dimana akan ada proses implementasi.
Tahapan ini akan berputar terus menerus sampai business process semakin
efisien dan efektif sehingga menjadikan organisasi yang kompetitif.
Pengelolaan Proses Bisnis
Pengaruh organisasi terhadap proses bisnis ada 2 faktor, yaitu :
Faktor Internal.
Faktor ini biasanya merupakan tantangan dari CEO untuk menjawab pertanyaan , Apakah kinerja kita sudah optimal ? Apakah kinerja kita sudah efisien ?
Faktor Eksternal.
Faktor ini merupakan tantangan dari pasar dimana dan bagaimana perusahaan lebih kompetitif
.
Referensi
Felix Lukman. Model Proses Bisnis
Harjono Padmono Putro. Analisis Proses Bisnis
Hollander, Denna, Cherrington Accounting, Information Technology, And Business Solutions. Second Edition. Published by: Irwin McGraw-Hill, 2000.
Julius Nursyamsi, 2008. PEMODELAN PROSES BISNIS. Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Mercubuana.
Analisis Proses Bisnis (4 SKS)
Tujuan Mata Kuliah ;
Mengenal, mengerti dan memahami prosedur standart dalam perusahaan, seperti : keuangan, penjualan dan distribusi, produksi, SDM, Pemeliharaan Sarana Produksi, Manajemen Kualitas dan Manajemen Material
• Menganalisis setiap prosedur standart dengan berbasiskan teknologi informasi.
• Mampu untuk mengintegrasikan prosedur standart berbasiskan teknologi informasi
1. Konsep Dasar Analisis Proses Bisnis
Analisis Proses Bisnis
Analisis
Kajian yang dilakukan guna untuk mengetahui strukturnya secara lebih mendalam.
Proses
Urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil.
Bisnis
suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.
Proses bisnis adalah suatu kumpulan pekerjaan yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan.
Analisis Proses Bisnis
Kajian yang dilakukan untuk mengetahui urutan pelaksanaan dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk mendapatkan laba dengan menggunakan berbagai sumber daya.
Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah:
Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, masukan, serta keluaran yang jelas.
Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.
Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses.
Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima.
Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi.
Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi.
- Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh
perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya. - Sering kali pemilik proses, yaitu orang yang bertanggung jawab terhadap kinerja dan pengembangan berkesinambungan dari proses,
jjuga dianggap sebagai suatu karakteristik proses bisnis.
Ruang Lingkup
Integrasi Proses Bisnis
Standart Prosedur Bisnis
◦ Keuangan
◦ Penjualan & Distribusi
◦ Produksi
◦ Sumber Daya Manusia
◦ Pemeliharaan Sarana Produksi
◦ Manajemen Kualitas
◦ Manajemen Material
Analisa Prosedur Bisnis berbasiskan TI
Riset Bisnis
Sebuah metodologi untuk melakukan efisiensi perusahaan melalui penerjemahan visi kedalam bentuk strategi dan action, kemudian diartikulasikan dalam proses bisnis perusahaan terintegrasi
Latar belakang Integrasi Proses Bisnis
Efisiensi
Persaingan
Perkembangan Teknologi
Perencanaan à menentukan arah perusahaan
Perancangan à menerjemahkan strategi yang dibentuk kedalam proses bisnis perusahaan
Implementasi à memastikan bahwa proses bisnis yang direncanakan dijalankan sesuai dengan strategi perusahaan
Metodologi integrasi proses bisnis
Tahapan metodologi integrasi proses bisnis
Tahap perencanaan à aktifitas asesmen, pembuatan bisnis model, penentuan obyektif proyek, kebutuhan proyek
Tahap perancangan à pemetaan proses bisnis, melakukan benchmarking, pembuatan struktur biaya, perencanaan mutu, pembuatan Company Scorecard
Tahap penerapan à manajemen perubahan, pembentukkan team improvement, implementasi rencana aksi, pelaksanaan audit internal, mekanisme review dan pengukuran kinerja, sertifikasi ISO 9001
Pengantar Akuntansi, Teknologi Informasi, dan Solusi Bisnis
Value (Nilai)
Sifat dasar dan tujuan dari suatu organisasi adalah menciptakan nilai.
Organisasi menciptakan nilai dengan menyediakan barang dan jasa yang diinginkan oleh pelanggannya.
Contoh: pabrikan otomotif menciptakan nilai dengan memproduksi mobil yang aman, nyaman, dan handal untuk mengangkut penumpang.
Cost (Biaya)
Untuk menciptakan nilai diperlukan biaya (cost).
Contoh: untuk memproduksi mobil, pabrikan harus membayar berbagai macam sumber daya, seperti bahan baku dan tenaga kerja.
Margin
Margin merupakan selisih antara nilai dengan biaya.
Konsep penciptaan nilai berlaku pada organisasi berorientasi profit dan organisasi non profit.
Tujuan organisasi berorientasi profit adalah memaksimalkan marginnya.
Tujuan organisasi non profit adalah memaksimalkan barang dan jasa yang disediakannya dengan sumber-sumber daya yang dimilikinya.
Proses Bisnis
Barang/jasa tersedia setelah melalui serangkaian proses bisnis.
Suatu proses bisnis adalah serangkaian aktivitas yang mengerjakan suatu tujuan bisnis.
Apapun jenis barang/jasa yang disediakan, setiap organisasi paling tidak memiliki tiga macam proses bisnis, yaitu:
Acquisition/payment process
(Proses perolehan/pembayaran)
Conversion process
(Proses perubahan)
Sales/collection process
(Proses penjualan/pengumpulan)
Proses Perolehan/Pembayaran:
Tujuan dari proses ini adalah untuk mendapatkan, memelihara, dan membayar sumber-sumber daya yang diperlukan organisasi.
Contoh sumber daya: SDM, pabrik, peralatan, dana, bahan baku, dll.
Sumber daya diperoleh dari pihak luar, seperti pemasok.
Sumber-sumber daya tersebut diperlukan untuk dapat menyediakan barang/jasa kepada para pelanggan.
Proses Perubahan:
Tujuan dari proses ini adalah untuk mengubah sumber-sumber daya yang telah diperoleh menjadi barang/jasa yang diperlukan pelanggan.
Pada proses ini, bahan baku diubah menjadi barang jadi atau jasa.
Proses Penjualan/Pengumpulan:
Tujuan dari proses ini adalah untuk menjual dan menyerahkan barang/jasa kepada pelanggan, lalu mengumpulkan pembayarannya.
Barang jadi atau jasa yang telah melalui proses perubahan dijual kepada pelanggan, yang akan ditukar dengan pembayaran (biasanya dalam bentuk uang).
Pengelolaan Proses Bisnis
Pimpinan organisasi bertanggung jawab terhadap pengelolaan proses bisnis.
Aktivitas pengelolaan (manajemen) dapat dikategorikan menjadi: perencanaan (planning), pelaksanaan (executing), pengawasan (controlling), dan penilaian (evaluating).
Perencanaan
Pimpinan menentukan sasaran-sasaran bisnis.
Pimpinan menentukan prioritas pada proses-proses bisnis yang ada.
Pimpinan menyediakan blueprint untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Pimpinan harus mengidentifikasi kesempatan-kesempatan dan resiko-resiko yang dihadapi perusahaan.
Pelaksanaan
Pimpinan menjalankan rencana mereka dengan membagi proses-proses bisnis menjadi beberapa aktivitas yang lebih kecil.
Pimpinan menugaskan para bawahan untuk melaksanakan setiap aktivitas tersebut.
Memotivasi para bawahan untuk melakukan tugas-tugasnya dengan baik.
Rencana yang dibuat dengan jelas mungkin sekali akan dilaksanakan dengan baik.
Pengawasan
Memeriksa hasil dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan, atau dari keseluruhan proses bisnis, untuk melihat apakah sesuai dengan yang diharapkan.
Pemeriksaan ini mungkin akan menyebabkan perubahan pada harapan yang ditetapkan, atau perubahan pada pelaksanaan aktivitas atau proses bisnis.
Penilaian
Secara berkala, pimpinan akan menilai apakah proses-proses bisnis yang dilakukan berhasil mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Hasil dari penilaian tersebut digunakan untuk menyesuaikan rencana, tujuan, atau harapan.
Membuat Keputusan
Inti dari pengelolaan adalah membuat keputusan.
Pimpinan membuat berbagai keputusan saat melakukan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penilaian.
Pimpinan memerlukan informasi yang relevan dan tepat waktu untuk membuat keputusan yang baik.
Sistem informasi dikembangkan untuk menyediakan informasi bagi para pimpinan.
Aktivitas-Aktivitas Manajemen
Proses-Proses Informasi
Sistem informasi ‘menangkap’ data tentang organisasi dan aktivitas-aktivitasnya, menyimpan dan memelihara data tersebut, serta menyiapkan laporan berarti bagi pimpinan.
Ketiga aktivitas tersebut disebut proses-proses informasi.
Sistem Informasi dan Proses-Proses Informasi
Data
Data adalah masukan ke dalam sistem informasi.
Data merupakan fakta tentang aktivitas bisnis dan proses bisnis.
Pada umumnya data tidak berguna dalam pembuatan keputusan.
Informasi
Sistem informasi ‘menangkap’ data, menyimpannya, menggabungkannya, meringkasnya, dan mengelompokkannya menjadi informasi yang berarti bagi pimpinan untuk membuat keputusan.
Informasi dapat didefinisikan sebagai data yang telah memiliki arti bagi para penerimanya.
Hubungan Antara Proses2 Bisnis, Proses2 Informasi, dan Aktivitas2 Manajemen
Proses Bisnis Dalam Perusahaan Manufaktur
Definisi dari karakteristik industri manufaktur adalah :
Mengubah bentuk bahan menjadi bentuk produk lainnya, baik berupa komponen yang kemudian diserahkan ke pihak manufaktur lain, ataupun produk jadi
Proses tersebut melibatkan mesin dan tenaga manusia dilakukan bertahap dan diperlukannya perencanaan dan pengendalian agar hasilnya optimal
Bahan mentah atau setengah jadi tersebut harus di kelola dengan optimal agar prosesnya lebih efisien
Berdasar pengelolahan order atas produk, terdapat beberapa jenis perusahaan manufaktur, yaitu :
1. Make to Order (MTO)
2. Make to Stock (MTS)
3. Assembly to Order (ATO)
4. Engineering to Order (ETO)
5. Configure to Order (CTO)
6. Process Manufacturing & Discrete Manufacturing
7. Bill of Material (BOM)
8. Value Chain
Make to Order
Perusahaan yang tidak mengolah material dan menghasilkan atau produk,
Pesanan dari Konsumen
Perusahaan yang berfokus pada kostumisasi produk
Biasanyanya produknya unik (limited)
Perencanaannya berasal dari Order (konsumen)
Waktu produksinya lebih lama
Biaya produksi lebih tinggi
Assembly to Order
Order dilakukan dengan melakukan proses perakitan komponen-komponen tertentu untuk menghasilkan produk-produk yang sudah dipesan
Metode ini mempersingkat waktu antara penerimaan order hingga penyerahan produk (delivery) kepada konsumen
Engineering to Order
Perusahaan jenis ini benar-benar kostumisasi penuh pada konsumennya,
Karakteristiknya sangat bervariasi
Lebih fleksibel atas pengerjaan ordernya
Bahan bakunya belum tersedia sebelum mendapatkan spesifikasi order dari konsumen
Biaya produksinya sangat tinggi
Configure to Order (CTO)
Model manufaktur ini perpaduan antara ATO (fitur dan pilihan terbatas) dan ETO (kebebasan pilihan dalam fitur)
Melakukan penyederhanaan proses penerimaan order dan mempertahankan fleksibilitas ETO, tanpa harus menyimpan material yang harus dibeli
Tujuan/Sasaran
Menjelaskan suatu proses bisnis dan mengidentifikasi
proses bisnis pada suatu organisasi
Identifikasi suatu kejadian yang meliputi proses bisnis
Model operasi
kejadian yang menggunakan konsep-konsep REAL
Membangun dan validasi suatu proses
bisnis model REAL
Tujuan/Sasaran
Pengenalan
Langkah yang pertama terhadap penambahan suatu nilai bisnis profesional sedang ditingkatkan memainkan peran laki/perempuan dalam membantu suatu organisasi menggambarkan dan memperbaiki proses-proses bisnisnya
Lalu apa proses-proses bisnis dan bagaimana mungkin mereka dirancang untuk mendukung satu sasaran organisasi ?
Bagaimana cara kita mendesain sistem informasi untuk mengumpulkan, memelihara, dan memproses data yang diperlukan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diperlukan oleh manajemen mengatur efektifitas proses-proses bisnis dalam jaman informasi ?
Analisis kami akan menggunakan model semantik ¾ model dari aksi-aksi nyata atau penomena. Kami menggunakan REAL Business Process Modeling sebagai suatu metode untuk membantu anda memahami dan model proses-proses bisnis
Proses – Proses Bisnis
Apakah Semua Proses dan Aktivitas Bisnis Menciptakan Keseimbangan?
Perusahaan sering kali memprioritaskan bisnis mereka
dasar proses-proses berdasarkan pada proses pembentukan nilai dalam mencapai sasaran organisasi
Beberapa aktivitas bisnis menentukan daya saing organisasi di dalam
pasar ketika aktivitas lain diklasifikasikan sebagai aktivitas pendukung
Suatu organisasi mungkin efektivitas biaya internal tetapi dapat menjadi organisasi yang gagal. Mengapa ?
Barangkali organisasi mempunyai pesaing :
– Siapa yang lebih baik memenuhi kebutuhan konsumen,
– Lakukan pekerjaan yang baik outsourcing beberapa fungsi bisnis
– Atau melakukan suatu pekerjaan dengan efektif membentuk strategic alliances dengan mitra perdagangan.
Aktivitas Nilai Utama
Inbound logistics – Aktivitas yang berhubungan nn untuk produk dengan menerima, menyimpan dan penyebaran masuka - produk dan jasa
Operations- Aktivitas yang berhubungan dengan mentranformasikan masukan ke dalam produk dan jasa akhir
Outbound logistics – aktivitas yang berhubungan dengan pengumpulan, penyimpanan dan mendistribusikan secara fisik produk-produk dan jasa
Marketing and sales – Aktivitas yang berhubungan dengan menyediakan suatu pengertian bahwa pelanggan dapat membeli hasil dan suatu tujuan untuk mempengaruhi mereka untuk membeli
Service – aktivitas yang menyediakan pelayananuntuk meningkatkan atau memelihara nilai dari produk-produk dan jasa
Aktivitas Dukungan
Procurement – suatu fungsi masukan pembelian untuk rantai nilai perusahaan
Technology Development - keterampilan, prosedur, atau teknologi yang melekat di dalam proses yang diharapkan untuk memperbaiki suatu produk, pelayanan dan atau proses
Human Resource Management – aktivitas yang melibatkan penerimaan, menyewa, pengembangan dan kompensasi seluruh tipe personal
Firm Infrastructure – aktivitas yang mendukung seluruh rantai nilai (e.g. manajemen umum, perencanaan, keuangan, akuntansi, hukum, hubungan pemerintah, qualitas manajemen dll.)
Porter’s… Mulai print…..
Peristiwa Proses Bisnis - Business
Process Events
Suatu proses bisnis adalah “satu rangkaian aktivitas yang diharapakan untuk memenuhi tujuan strategis dari suatu organisasi.
Operating Events adalah suatu aktivitas operasi yang dilaksanakan di dalam proses bisnis untuk menyediakan barang dan jasa untuk konsumen.
Information Events termasuk tiga aktivitas : merekam data tentang kejadian operasi, pemeliharaan data referensi yang penting untuk organisasi, dan melaporkan informasi yang dibutuhkan untuk manajemen dan pengambil keputusan yang lain.
Decision/Management Events adalah aktivitas dimana manajemen dan orang lain membuat keputusan tentang perencanaan, pengawasan dan evaluasi proses bisnis.
Gambar 3
Aktivitas Proses Bisnis (Events)
Proses Pembayaran/Akuisisi
Tanpa memperhatikan dari tipe barang atau jasa yang sedang diperoleh, dengan mengikuti sifat khas kejadian operasi di dalam proses pembayaran / akuisisi :
– Permintaan barang dan jasa.
– Pesanan barang dan jasa.
– Terima dan memeriksa barang dan jasa.
– Menyimpan dan atau memelihara barang.
– Pembayaran terhadap barang dan jasa.
– Keuntungan barang - Return goods.
Beberapa organisasi :
– Boleh memesan dengan cara kejadian yang berbeda,
– Boleh menggunakan suatu subset dari kejadian, atau
– Boleh menambahkan lebih banyak detail kejadian.
Proses Pengumpulan/Penjualan
Meski terdapat beberapa keanekaragaman dalam menguraikan tipe barang dan jasa dijual, proses pengumpulan/penjualan pada
umumnya meliputi beberapa kejadian :
– Terima satu order untuk barang dan jasa.
– Pilih dan periksa barang dan jasa untuk dikirimkan.
– Persipakan barang dan jasa untuk penyerahan
– Pengiriman barang dan jasa.
– Terima pembayaran untuk barang dan jasa.
– Terimalah hasil/keuntungan pelanggan dari barang.
Beberapa organisasi :
– Boleh memesan dengan cara kejadian yang berbeda,
– Boleh menggunakan suatu subset dari kejadian, atau
– Boleh menambahkan lebih banyak detail kejadian
Manajemen binis…
Proses Pengubahan/Konvensi
Proses perubahan sangat beraneka ragam, tergantung pada barang/jasa yang diproduksi, teknologi dan sumber daya yang digunakan, peraturan yang berlaku, pemerintahan, lingkungan, atau pelanggan.
Sangatlah sulit untuk menggambarkan suatu proses perubahan yang umum.
Pada dasarnya, proses perubahan adalah serangkaian aktivitas yang mengubah barang/jasa yang diperoleh menjadi barang/jasa bagi para pelanggan.
Proses Pengubahan/Konvensi
Akhirnya, contoh-contoh dari sebagian banyak aktivitas umum di dalam proses pengubahan/Konversi termasuk :
– Merakit .
– Pertumbuhan.
– Menggali.
– Memanen.
– Pabrikasi dasar (e.g., besi/metals
Mengembangan Suatu Model
Proses Bisnis REAL
Modeling proses bisnis REAL adalah suatu metode formal untuk mengidentifikasi dan menggambarkan karakteristik yang penting bahwa secara bersama menguraikan proses bisni dan kejadian.
Sebutan REAL merupakan singkatan dari Resources, Events, Agents, and Locations.
Menyiapakan suatu model proses bisnis REAL memerlukan anda untuk mengidentifikasi Aktivistas bisnis penting secara strategis dan karakteristik
penting tentang aktivitas bisnis ini
Gambar 2-4…
Langkah 1: Pahami Lingkungan Organisasi dan Tujuan Organisasi
Modeling REAL adalah satu bantuan dalam menganalisa organisasi dan aktivitasnya.
Kumpulkan data dan pegertian yang mendalan tentang tujuan organisasi, industri, rantai nilai, strategis, lini produk dan konsumen.
Pay attention kepada orang-orang, struktur, teknologi dan pengukuran organisasi
Pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang akan meningkatkan kemampuanmu untuk mengevaluasi proses bisnis dan identifikasi proses-proses dan kejadian
yang tidak berharga, tidak konpetitif, dan atau bukan menerima tujuan dari organisasi
Memahami…
Langkah 2 : Meninjau ualang proses bisnis dan identifikasi kejadian operasional penting secara strategis
Mulai dengan pembagian organisasi ke dalam proses bisnis.
“Apa yang terjadi? Bagaimana dan mengapa? ”
Model grafik REAL—termasuk kejadian operasional penting secara strategis bahwa meliputi suatu proses bisnis. (yang organisasi inginkan untuk merencanakan, mengevaluasi dan melaksanakan atau pengawasan)
Mulai model grafik REAL mu
Oleh kejadian perwakilan sebagai rectangles dengan suatu descriptor di dalam rectangle.
Pilih syarat dengan teliti yang menguraikan masing-masing kejadian operasional. Kami menyarankan dengan
menggunakan satu bentuk active voice untuk menyebutkan nama kejadian.
Menggunakan…
Gambar 2-5…
Langkah 3 : Analisis masing-masing daftar peristiwa sesuai langkah dua untuk mengidentifikasi kegiatan sumber daya, agen dan lokasi
Uraikan karakteristik-karakteristik penting dari kejadian - karakteristik yang:
– Jika dihilangkan, dapat merubah ketidaktepatan atau uraian tidak sempurna pada kejadian.
– Bentuk dasar untuk membangkitkan keluaran informasi konsumen gunakan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi aktivitas organisasi.
Apa jenis sumber daya yang dilibatkan ?
Apa tugas yang dilaksanakan dan siapa/apa agen melaksanakan tugas ?
Dimana peristiwa terjadi ? (lokasi)
Gambar 2-6…
Langkah 4 : Identifika Relevan Kelakuan, Karakteristik dan Atribut dari Kejadian, Sumber Daya, Agen dan Lokasi
Tentang apa waktu atau urutan didalam proses peristiwa itu perlu terjadi ?
Apa yang merupakan pengecualian untuk kejadian pemesan yang normal di dalam proses-proses ?
Apa yang sebenarnya otorisasi atau persetujuan yang tepat untuk melaksanakan suatu kejadian?
Apa yang sesungguhnya jumlah yang layak dari sumber daya yang berhubungan dengan peristiwa tersebut ?
Apa yang merupakan lokasi-lokasi yang bisa diterima untuk melaksanakan peristiwa ini ?
Langkah 4 : Lanjutan ……..
Apa yang dimaksud periode waktu yang dapat diterima antara kejadian di dalam suatu proses bisnis ?
Bagaimana kekuatan order -pesanan dari kejadian tukar menukar oleh konsumen ?
Apakah lokasi dari barang-barang yang mana perihal yang dikirimkan ?
Berapa banyak pelayan toko yang ditugaskan kepada masing-masing pelanggan?
Perlukah suatu penjulan pesanan membutuhkan pramuniaga penjagaan dari tunai ?
Dapatkah suatu pelanggan mempunyai dua alamat yang berbeda ? Mengapa atau mengapa tidak ?
Urutan dari kejadian…
Risiko Kejadian – Event Risks
Satu peristiwa opersasi yang terjadi pada urutan dan waktu yang salah, Satu peristiwa operasi yang terjadi tanpa otorisasi yang tepat,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan aget internal yang salah,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan agen eksternal yang salah,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan sumber daya yang salah,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan jumlah yang salah dari sumber daya , dan/atau
Satu peristiwa yang terjadi di lokasi yang salah.
Penjualan Eceran Toko McKell's Kasus
Pos pemeriksaan —Aturan Bisnis
Masing-masing penjualan berlangsung pada specific register (lokasi). Masing-masing penjualan melibatkan hanya one customer (agen
eksternal).
Hanya one salesperson (agen internal) yang bertanggung jawab atas masing-masing penjualan.
Masing-masing penjualan melibatkan one or more items of merchandise (sumber daya).
Jenis barang dagangan McKell's are not uniquely identified. Masing- masing kelengkapan barang dagangan mengacu pada jenis dan penggolongan dari barang dagangan (e.g. ukuran 12 T-shirt putih, atau ukuran 9 sepatu tennis putih, atau ukuran 5 sarung tangan kulit).
Tenaga penjual dan pelanggan tidak mempunyai hubungan langsung, seban McKell tidak menugaskan pelanggan untuk tenaga penjual yang spesifik. Pelanggan dan tenaga penjual terkait hanya melalui penjualan
Sementara analisis peristiwa ini anda boleh mendokumentasikan beberapa aturan tambahan, seperti :
– Penjualan hanya melibatkan barang dagangan, bukan aktiva tetap - fixed assets.
– Penjualan tidak bisa melibatkan lebih banya barang dagangan
(kuantitas) dibanding berakibat pada tangan McKell.
– Penjualan tidak dapat melibatkan barang dagangan yang tidak ditawarkan oleh McKell.
– Masing-masing penjualan harus berlangsung hanya pada register dan register mengidentifikasi harus sama dengan suatu identifikasi register yang terekam.
Langkah 5:
Identifikasi dan Dukumentasi Hubungan Langsung Antara Sumber daya, Kejadian, Agen, dan Lokasi
Mengambarkan satu bari dari masing-masing peristiwa untuk masisng-masing sumber daya, agen internal, agen eksternal, anddan lokasi berhubungan dengan peristiwa tersebut. Dengan segera, tambahkan istilah yang berarti atau rasa yang berhubungan antara objek-objek. Lihat gambar 2 - 7 or 2 - 8.
Dengan tampilan grafik kejadian hubungkan dengan kejadian lain untuk menunjukan urutan kebutuhan yang dipelukan pada kejadian di dalam proses bisnis. Mengambarkan bentuk peristiwa ke peristiwa di dalam urutan yang benar
Hubungan langsung dokumen antara para agen-agen , lokasi, dan sumber daya yang bersifat bebas dari peritiwa operasi..
Hubungkan dalam satu baris.
Gambar 2-7…
Gambar 2-8…
Gambar 2-9…
Langkah 6 :
Validasi Model Proses Bisnis Riil dengan Orang – orang Bisnis
Mereka memahami secara detail dan hasil akhir dari proses bisnis dan kejadian yang sedang diperagakan perlu melaksanakan validasi.
Sesi Validasi dimanapun diperlukan hasil konfirmasi model ketelitian atau model modifikasi.
Modifikasi-modifikasi pada umumnya memerlukan satu decomposing atau lebih kejadian operasi yang lebih detail mengenai kejadian operasi atau kombinasi kejadian.
Begitu diciptakan model REAL, Apakah kebutuhan diperbaharui atau dipelihara ? Ya. Sifat alami dari proses – proses bisnis dan kejadian/peristiwa selalu berubah setiap waktu. Lebih penting lagi,pada hari ini dunia lebih cepat melangkah, sifat alami dari proses-proses bisnis dan kejadian/peristiwa sering kali harus berubah beberapa lama kemudian
Menghubungkan Proses-Proses
Memahami hubungan antara proses-prose bisnis individual adalah sangat penting.
Secara bersama-sama proses bisnis menghasilkan akuisisi pada
barang dan jasa, konversi barang dan saja yang diperoleh menjadi barang dan jasa untuk konsumen, pengiriman barang dan jasa untuk konsumen, dan pengumpulan atau pembayaran dari konsumen
Proses – proses bisnis terhubung secara bersama ke dalam dua arah :
– oleh pembagian bersama sumber daya atau
– Oleh suatu peristiwa dalam satu proses yang mencetuskan satu peristiwa di dalam proses yang lain.
Mulai slide ini materi ada di PDF
25 slide. Gambar 2-10…
Proses Penjualan/Pengumpulan
Adalah serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mengantarkan barang/jasa kepada para pelanggan untuk mendapatkan pembayaran.
Pada dasarnya, proses penjualan/pengumpulan merupakan cerminan dari proses bisnis perolehan/pembayaran.
Ketika suatu entitas memperoleh barang/jasa serta membayarnya, maka ada entitas lainnya yang menjual barang/jasa serta mengumpulkan pembayaran.
Kejadian-Kejadian Proses Bisnis
(Business Process Events)
Suatu proses bisnis merupakan serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi.
Suatu proses bisnis dapat terdiri dari beberapa aktivitas.
Kejadian (event) merupakan suatu aktivitas tunggal yang terdapat pada sebuah proses bisnis.
Tiga Jenis Kejadian
Kejadian-kejadian Operasional
(Operating Events)
Kejadian-kejadian Informasi
(Information Events)
Kejadian-kejadian Keputusan/Pengelolaan
(Decision/Management Events)
Kejadian-Kejadian Operasional
Adalah aktivitas-aktivitas operasional yang dilakukan dalam suatu proses bisnis saat menyediakan barang/jasa bagi pelanggan.
Contoh kejadian-kejadian operasional pada proses bisnis penjualan/pengumpulan:
Kejadian 1: Memasarkan barang.
Kejadian 2: Menerima pesanan dari pelanggan.
Kejadian 3: Mengirimkan barang pesanan.
Kejadian 4: Menerima pembayaran.
Kejadian-Kejadian Informasi
Mencatat data tentang kejadian-kejadian operasional.
Memelihara data yang penting bagi organisasi.
Melaporkan informasi yang berguna bagi para pengambil keputusan.
Kejadian-Kejadian Keputusan/Pengelolaan
Adalah aktivitas-aktivitas di mana para pimpinan membuat keputusan tentang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penilaian proses-proses bisnis.
Contoh:
Pimpinan memutuskan untuk membuat produk baru.
Pimpinan memutuskan untuk membuka sebuah cabang baru.
Keterkaitan Antar Kejadian Proses Bisnis
Kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan akan menentukan dan memicu kejadian-kejadian operasional.
Menjalankan kejadian-kejadian operasional akan memicu kejadian-kejadian informasi untuk mencatat dan memelihara data bisnis.
Kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan juga memicu kejadian-kejadian informasi, yaitu saat para pimpinan meminta informasi sebelum mengambil keputusan.
Keterkaitan Antar Kejadian Proses Bisnis
Kejadian-kejadian Operasional Umum Pada Proses Bisnis Perolehan/Pembayaran
Permintaan barang/jasa yang diperlukan.
Pemesanan barang/jasa yang diminta.
Penerimaan barang/jasa yang dipesan.
Pemeriksaan barang/jasa yang diterima.
Penyimpanan dan pemeliharaan barang yang diterima.
Pembayaran untuk barang/jasa yang diterima.
Pengembalian (retur) barang yang tidak sesuai.
Kejadian-Kejadian Operasional Umum
Pada Proses Bisnis Penjualan/Pengumpulan
Menerima pesanan barang/jasa dari pelanggan.
Memilih dan memeriksa barang/jasa yang akan dikirim.
Mempersiapkan barang/jasa yang akan dikirim.
Mengirimkan barang/jasa kepada pelanggan.
Menerima pembayaran untuk barang/jasa yang dijual.
Menerima pengembalian (retur) barang dari pelanggan.
Aktivitas-aktivitas Umum Pada Proses Perubahan
Merakit (assembling)
Menanam (growing)
Menggali (excavating)
Memanen (harvesting)
Pabrikan dasar (basic manufacturing)
Pabrikan akhir (finished manufacturing)
Membersihkan (cleaning)
Mengangkut (transporting)
Menyalurkan (distributing)
Menyediakan (providing)
Mendidik (educating)
Menemukan (discovering)
Aliran Kerja (Workflow)
Aliran kerja merujuk kepada pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang dilakukan oleh anggota-anggota suatu kelompok kerja (workgroup) untuk mencapai beberapa tujuan.
Yaitu bagaimana suatu barang/jasa mengalir dari seseorang atau fungsi bisnis ke orang atau fungsi bisnis lainnya.
Suatu aliran kerja mungkin merupakan kombinasi dari kejadian-kejadian operasional, informasi, dan keputusan/pengelolaan.
Studi Kasus: Golden Pizza
Restaurant pizza yang sukses di Standish, California.
Menyediakan pizza lezat dan pelayanan yang ramah.
Jaminan penyajian dalam waktu 20 menit. Jika terlambat, pelanggan tidak usah bayar.
Pimpinannya sering menghabiskan waktu untuk menganalisa pasar pizza di Standish, para pesaingnya, dan para pelanggannya.
Pimpinannya membuat keputusan tentang pizza yang akan dicantumkan pada menu.
Golden Pizza
Pelanggan dapat memesan via telepon atau datang langsung ke restorannya.
Detil pemesanan dicatat pada form pemesanan (rangkap banyak) yang telah diberi nomor berurut.
Total penjualan dihitung lalu dicatat pada form pemesanan, dan disampaikan pada pelanggan.
Pelanggan membayar dan form pemesanan dicap “PAID”. Juga dicatat detil pembayaran yang dilakukan.
Golden Pizza
Selembar form pemesanan diberikan kepada pelanggan, dan pelanggan dipersilakan menunggu.
Selembar form pemesanan diberikan kepada koki. Form pemesanan digantung pada roda berputar supaya dapat mengetahui urutan pesanan.
Jika pesanan sudah siap, pizza akan dibungkus dan form pesanan pada koki akan disimpan di sebuah kotak.
Golden Pizza
Pelanggan memperlihatkan form pemesanan yang sudah dicap “PAID” untuk mengambil pesanan.
Form pemesanan dari pelanggan akan disimpan untuk bagian akuntansi untuk dicatat datanya, dan pizza akan diberikan kepada pelanggan.
Kejadian-Kejadian Keputusan/Pengelolaan di Golden Pizza:
Menganalisa pasar pizza di Standish, para pesaing, dan para pelanggan.
Menentukan pizza apa yang akan dicantumkan pada menu.
Memberikan pesanan pizza yang tepat pada pelanggan yang tepat.
Kejadian-kejadian Operasional di Golden Pizza:
Menerima pemesanan pizza.
Menerima pembayaran dari pelanggan.
Membuat pizza.
Mengemas pizza.
Memberikan pizza kepada pelanggan.
Kejadian-kejadian Informasi di Golden Pizza:
Mencatat pesanan pelanggan.
Menghitung total pesanan.
Menandai pesanan yang sudah dibayar.
Memberikan pelanggan selembar form pesanan.
Memberikan koki selembar form pesanan.
Mengirim form-form pesanan ke bagian akuntansi.
Kejadian-kejadian Informasi yang mungkin dipicu oleh kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan:
Membuat laporan analisa pelanggan.
Membuat laporan penjualan berdasarkan jenis pizza.
Membuat analisa keuntungan kotor (gross margin).
Membuat laporan kerugian penjualan akibat jaminan 20 menit penyajian.
Pemodelan Proses Bisnis
REAL
REAL merupakan kependekan dari Resources, Events, Agents, and Locations.
Pemodelan REAL merupakan suatu metode formal untuk mengidentifikasi dan menunjukkan karakteristik-karakteristik dasar yang akan menggambarkan proses-proses bisnis dan kejadian-kejadiannya.
Membuat pemodelan REAL mengharuskan Anda mengidentifikasi aktivitas-aktivitas bisnis yang penting dan ciri-ciri mendasar dari aktivitas-aktivitas bisnis tersebut.
Apa yang terjadi?
Kapan itu terjadi?
Siapa saja yang terlibat dan peran/tugas apa yang dimainkannya?
Sumber daya apa saja yang diperlukan dan berapa banyak?
Di mana kejadian itu terjadi?
Kesalahan apa yang dapat terjadi saat melaksanakan suatu kejadian?
6 Langkah Untuk Menganalisa Suatu Proses Bisnis dan Mengembangkan Pemodelan REAL Awal
Langkah 1
Memahami lingkungan organisasi dan tujuan-tujuannya.
Langkah 2
Meninjau proses-proses bisnis dan mengidentifikasi kejadian-kejadian operasional yang penting.
Langkah 3
Menganalisa setiap kejadian yang terdaftar pada langkah ke-2, untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya, pihak-pihak, dan lokasi-lokasi yang terkait dengan suatu kejadian.
Langkah 4
Mengidentifikasi perilaku, karakteristik, dan sifat dari kejadian-kejadian, sumber-sumber daya, pihak-pihak, dan lokasi-lokasi.
Langkah 5
Mengidentifikasi dan mendokumentasikan hubungan langsung antara sumber-sumber daya, kejadian-kejadian, pihak-pihak, dan lokasi-lokasi.
Langkah 6
Memvalidasi pemodelan REAL dengan pimpinan bisnis.
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Pembeli dapat membeli berbagai macam barang di McKell’s.
Setiap penjualan melibatkan seorang pelanggan yang dilayani oleh seorang karyawan.
Pelanggan dapat membeli satu atau lebih barang.
Para karyawan secara acak melayani pelanggan.
Setiap penjualan yang terjadi dicatat pada sebuah mesin pencatat (cash register). McKell’s memiliki beberapa mesin pencatat.
Setiap barang yang dijual tidak diidentifikasi secara unik. Pengidentifikasian dilakukan berdasarkan jenis barang.
Pelanggan dapat membayar dengan tunai, cek, atau kartu kredit.
Matriks Pemodelan Proses Bisnis REAL
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Menjual barang
Menerima pembayaran
Pemodelan REAL McKell’s:
Langkah ke-2
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
1 pihak internal: karyawan.
1 pihak eksternal: pelanggan.
2 sumber daya:
barang dagangan dan uang tunai.
1 lokasi: mesin pencatat.
Pemodelan REAL McKell’s:
Langkah ke-3
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Setiap transaksi penjualan mengambil tempat di sebuah cash register.
Setiap transaksi hanya melibatkan seorang pelanggan saja.
Hanya seorang karyawan yang bertanggung jawab terhadap suatu transaksi.
Setiap transaksi penjualan dapat melibatkan satu atau lebih barang.
Barang-barang dagangan McKell’s tidak diidentifikasi secara unik.
Antara karyawan dengan pelanggan tidak ada hubungan khusus.
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Pembeli hanya bisa membeli barang-barang dagangan, bukannya barang-barang milik toko.
Pembeli tidak bisa membeli barang melebihi jumlah persediaan yang dimiliki toko.
Pembeli tidak bisa membeli barang yang tidak ada di toko.
Pemodelan REAL McKell’s:
Langkah ke-5
Enterprise Resources Planning (ERP)
Pengertian ERP
Sistim terintegrasi yang mempunyai tujuan merangkum bisnis proses yang berjalan sehingga menjadi satu kolaborasi yang efisien dan efektif, dimana sistim tersebut didukung dengan teknologi informasi dan dapat menghasilkan informasi yang menunjang perusahaan menjadi lebih kompetitif.
Contoh ;
Kasus di produksi, dimana antara jadwal produksi dengan bahan yang ada dan kebutuhan produk yang akan diproduksi dimana ketiga proses itu harus dilakukan secara effisien dan effektif .
Efisien adalah dari segi waktu dan efektif dari segi optimasi dalam proses produksi dimana sebagai contoh meminimalkan Work In Process (WIP).
6 Proses Bisnis Utama di ERP
Menurut Michael D dan Robert J. Vokura , business process di ERP terdiri dari 6 bagian besar yaitu
Quote to cash,
Procure to pay,
Plan to perform,
Manufacturing operations,
Product life cycle dan
Financial management.
Penjelasan #1
Quote to cash
Dimulai dari identifikasi pelanggan yang qualified dimana pelanggan tersebut membutuhkan produk /jasa yang dihasilkan sampai penerimaan pembayaran dari pelanggan tersebut.
Procure to pay
Dimulai dari order pemesanan ke supplier/vendor sampai pembayaran ke supplier/vendor
Penjelasan #2
Plan to perfom
Didalamnya terdapat demand forecast, material plannning, capacity planning dan distribution planning. Kalau dilihat dari ilustrasi diatas proses ini meliputi kelima proses lainnya karena dalam proses planning dibutuhkan informasi lainya seperti salah satu contoh untuk merencanakan demand forecast sangat dibutuhkan data inventory yang ada.
Manufacturing operations
Dimulai dengan menerima pesanan (order) dari pelanggan sampai produk/jasa dikirim ke pelanggan. Ada tiga tipe proses di manufaktur yaitu : discrete, lot-based dan flow (process)
Penjelasan #3
Product life cycle
Didalamnya mengatur dari konsep produk / jasa sampai sudah tidak di produksi (obsolete) dan juga terdapat informasi produk/jasa revisi,upgrade . Jadi intinya disini terdapat semua informasi produk / jasa.
Financial management:
Didalamnya ada AR, AP , General Ledger ,Fixed Asset dan standar pelaporan keuangan.
Sample
Business Process Life Cycle
Model yang dikembangkan oleh Victor Portougal dan David Sundaram dimana mereka membagi 3 tahap yaitu :
Execution of process in real world
Descriptive modeling (as - is)
Prescriptive modeling
Tahap pertama menjadi tahap kedua dilakukan proses identifikasi dimana tugasnya adalah proses mendefinisikan seperti apa proses yang ada.
Dari tahap kedua menjadi tahap ketiga akan melalui proses analisa dan improvement
Kemudian setelah model bisnis dibuat maka di kembalikan lagi ke real world, dimana akan ada proses implementasi.
Tahapan ini akan berputar terus menerus sampai business process semakin
efisien dan efektif sehingga menjadikan organisasi yang kompetitif.
Pengelolaan Proses Bisnis
Pengaruh organisasi terhadap proses bisnis ada 2 faktor, yaitu :
Faktor Internal.
Faktor ini biasanya merupakan tantangan dari CEO untuk menjawab pertanyaan , Apakah kinerja kita sudah optimal ? Apakah kinerja kita sudah efisien ?
Faktor Eksternal.
Faktor ini merupakan tantangan dari pasar dimana dan bagaimana perusahaan lebih kompetitif
.
Referensi
Felix Lukman. Model Proses Bisnis
Harjono Padmono Putro. Analisis Proses Bisnis
Hollander, Denna, Cherrington Accounting, Information Technology, And Business Solutions. Second Edition. Published by: Irwin McGraw-Hill, 2000.
Julius Nursyamsi, 2008. PEMODELAN PROSES BISNIS. Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Mercubuana.
Analisis Proses Bisnis (4 SKS)
Tujuan Mata Kuliah ;
Mengenal, mengerti dan memahami prosedur standart dalam perusahaan, seperti : keuangan, penjualan dan distribusi, produksi, SDM, Pemeliharaan Sarana Produksi, Manajemen Kualitas dan Manajemen Material
• Menganalisis setiap prosedur standart dengan berbasiskan teknologi informasi.
• Mampu untuk mengintegrasikan prosedur standart berbasiskan teknologi informasi
1. Konsep Dasar Analisis Proses Bisnis
Analisis Proses Bisnis
Analisis
Kajian yang dilakukan guna untuk mengetahui strukturnya secara lebih mendalam.
Proses
Urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil.
Bisnis
suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.
Proses bisnis adalah suatu kumpulan pekerjaan yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan.
Analisis Proses Bisnis
Kajian yang dilakukan untuk mengetahui urutan pelaksanaan dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk mendapatkan laba dengan menggunakan berbagai sumber daya.
Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah:
Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, masukan, serta keluaran yang jelas.
Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.
Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses.
Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima.
Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi.
Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi.
- Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh
perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya. - Sering kali pemilik proses, yaitu orang yang bertanggung jawab terhadap kinerja dan pengembangan berkesinambungan dari proses,
jjuga dianggap sebagai suatu karakteristik proses bisnis.
Ruang Lingkup
Integrasi Proses Bisnis
Standart Prosedur Bisnis
◦ Keuangan
◦ Penjualan & Distribusi
◦ Produksi
◦ Sumber Daya Manusia
◦ Pemeliharaan Sarana Produksi
◦ Manajemen Kualitas
◦ Manajemen Material
Analisa Prosedur Bisnis berbasiskan TI
Riset Bisnis
Sebuah metodologi untuk melakukan efisiensi perusahaan melalui penerjemahan visi kedalam bentuk strategi dan action, kemudian diartikulasikan dalam proses bisnis perusahaan terintegrasi
Latar belakang Integrasi Proses Bisnis
Efisiensi
Persaingan
Perkembangan Teknologi
Perencanaan à menentukan arah perusahaan
Perancangan à menerjemahkan strategi yang dibentuk kedalam proses bisnis perusahaan
Implementasi à memastikan bahwa proses bisnis yang direncanakan dijalankan sesuai dengan strategi perusahaan
Metodologi integrasi proses bisnis
Tahapan metodologi integrasi proses bisnis
Tahap perencanaan à aktifitas asesmen, pembuatan bisnis model, penentuan obyektif proyek, kebutuhan proyek
Tahap perancangan à pemetaan proses bisnis, melakukan benchmarking, pembuatan struktur biaya, perencanaan mutu, pembuatan Company Scorecard
Tahap penerapan à manajemen perubahan, pembentukkan team improvement, implementasi rencana aksi, pelaksanaan audit internal, mekanisme review dan pengukuran kinerja, sertifikasi ISO 9001
Pengantar Akuntansi, Teknologi Informasi, dan Solusi Bisnis
Value (Nilai)
Sifat dasar dan tujuan dari suatu organisasi adalah menciptakan nilai.
Organisasi menciptakan nilai dengan menyediakan barang dan jasa yang diinginkan oleh pelanggannya.
Contoh: pabrikan otomotif menciptakan nilai dengan memproduksi mobil yang aman, nyaman, dan handal untuk mengangkut penumpang.
Cost (Biaya)
Untuk menciptakan nilai diperlukan biaya (cost).
Contoh: untuk memproduksi mobil, pabrikan harus membayar berbagai macam sumber daya, seperti bahan baku dan tenaga kerja.
Margin
Margin merupakan selisih antara nilai dengan biaya.
Konsep penciptaan nilai berlaku pada organisasi berorientasi profit dan organisasi non profit.
Tujuan organisasi berorientasi profit adalah memaksimalkan marginnya.
Tujuan organisasi non profit adalah memaksimalkan barang dan jasa yang disediakannya dengan sumber-sumber daya yang dimilikinya.
Proses Bisnis
Barang/jasa tersedia setelah melalui serangkaian proses bisnis.
Suatu proses bisnis adalah serangkaian aktivitas yang mengerjakan suatu tujuan bisnis.
Apapun jenis barang/jasa yang disediakan, setiap organisasi paling tidak memiliki tiga macam proses bisnis, yaitu:
Acquisition/payment process
(Proses perolehan/pembayaran)
Conversion process
(Proses perubahan)
Sales/collection process
(Proses penjualan/pengumpulan)
Proses Perolehan/Pembayaran:
Tujuan dari proses ini adalah untuk mendapatkan, memelihara, dan membayar sumber-sumber daya yang diperlukan organisasi.
Contoh sumber daya: SDM, pabrik, peralatan, dana, bahan baku, dll.
Sumber daya diperoleh dari pihak luar, seperti pemasok.
Sumber-sumber daya tersebut diperlukan untuk dapat menyediakan barang/jasa kepada para pelanggan.
Proses Perubahan:
Tujuan dari proses ini adalah untuk mengubah sumber-sumber daya yang telah diperoleh menjadi barang/jasa yang diperlukan pelanggan.
Pada proses ini, bahan baku diubah menjadi barang jadi atau jasa.
Proses Penjualan/Pengumpulan:
Tujuan dari proses ini adalah untuk menjual dan menyerahkan barang/jasa kepada pelanggan, lalu mengumpulkan pembayarannya.
Barang jadi atau jasa yang telah melalui proses perubahan dijual kepada pelanggan, yang akan ditukar dengan pembayaran (biasanya dalam bentuk uang).
Pengelolaan Proses Bisnis
Pimpinan organisasi bertanggung jawab terhadap pengelolaan proses bisnis.
Aktivitas pengelolaan (manajemen) dapat dikategorikan menjadi: perencanaan (planning), pelaksanaan (executing), pengawasan (controlling), dan penilaian (evaluating).
Perencanaan
Pimpinan menentukan sasaran-sasaran bisnis.
Pimpinan menentukan prioritas pada proses-proses bisnis yang ada.
Pimpinan menyediakan blueprint untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Pimpinan harus mengidentifikasi kesempatan-kesempatan dan resiko-resiko yang dihadapi perusahaan.
Pelaksanaan
Pimpinan menjalankan rencana mereka dengan membagi proses-proses bisnis menjadi beberapa aktivitas yang lebih kecil.
Pimpinan menugaskan para bawahan untuk melaksanakan setiap aktivitas tersebut.
Memotivasi para bawahan untuk melakukan tugas-tugasnya dengan baik.
Rencana yang dibuat dengan jelas mungkin sekali akan dilaksanakan dengan baik.
Pengawasan
Memeriksa hasil dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan, atau dari keseluruhan proses bisnis, untuk melihat apakah sesuai dengan yang diharapkan.
Pemeriksaan ini mungkin akan menyebabkan perubahan pada harapan yang ditetapkan, atau perubahan pada pelaksanaan aktivitas atau proses bisnis.
Penilaian
Secara berkala, pimpinan akan menilai apakah proses-proses bisnis yang dilakukan berhasil mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Hasil dari penilaian tersebut digunakan untuk menyesuaikan rencana, tujuan, atau harapan.
Membuat Keputusan
Inti dari pengelolaan adalah membuat keputusan.
Pimpinan membuat berbagai keputusan saat melakukan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penilaian.
Pimpinan memerlukan informasi yang relevan dan tepat waktu untuk membuat keputusan yang baik.
Sistem informasi dikembangkan untuk menyediakan informasi bagi para pimpinan.
Aktivitas-Aktivitas Manajemen
Proses-Proses Informasi
Sistem informasi ‘menangkap’ data tentang organisasi dan aktivitas-aktivitasnya, menyimpan dan memelihara data tersebut, serta menyiapkan laporan berarti bagi pimpinan.
Ketiga aktivitas tersebut disebut proses-proses informasi.
Sistem Informasi dan Proses-Proses Informasi
Data
Data adalah masukan ke dalam sistem informasi.
Data merupakan fakta tentang aktivitas bisnis dan proses bisnis.
Pada umumnya data tidak berguna dalam pembuatan keputusan.
Informasi
Sistem informasi ‘menangkap’ data, menyimpannya, menggabungkannya, meringkasnya, dan mengelompokkannya menjadi informasi yang berarti bagi pimpinan untuk membuat keputusan.
Informasi dapat didefinisikan sebagai data yang telah memiliki arti bagi para penerimanya.
Hubungan Antara Proses2 Bisnis, Proses2 Informasi, dan Aktivitas2 Manajemen
Proses Bisnis Dalam Perusahaan Manufaktur
Definisi dari karakteristik industri manufaktur adalah :
Mengubah bentuk bahan menjadi bentuk produk lainnya, baik berupa komponen yang kemudian diserahkan ke pihak manufaktur lain, ataupun produk jadi
Proses tersebut melibatkan mesin dan tenaga manusia dilakukan bertahap dan diperlukannya perencanaan dan pengendalian agar hasilnya optimal
Bahan mentah atau setengah jadi tersebut harus di kelola dengan optimal agar prosesnya lebih efisien
Berdasar pengelolahan order atas produk, terdapat beberapa jenis perusahaan manufaktur, yaitu :
1. Make to Order (MTO)
2. Make to Stock (MTS)
3. Assembly to Order (ATO)
4. Engineering to Order (ETO)
5. Configure to Order (CTO)
6. Process Manufacturing & Discrete Manufacturing
7. Bill of Material (BOM)
8. Value Chain
Make to Order
Perusahaan yang tidak mengolah material dan menghasilkan atau produk,
Pesanan dari Konsumen
Perusahaan yang berfokus pada kostumisasi produk
Biasanyanya produknya unik (limited)
Perencanaannya berasal dari Order (konsumen)
Waktu produksinya lebih lama
Biaya produksi lebih tinggi
Assembly to Order
Order dilakukan dengan melakukan proses perakitan komponen-komponen tertentu untuk menghasilkan produk-produk yang sudah dipesan
Metode ini mempersingkat waktu antara penerimaan order hingga penyerahan produk (delivery) kepada konsumen
Engineering to Order
Perusahaan jenis ini benar-benar kostumisasi penuh pada konsumennya,
Karakteristiknya sangat bervariasi
Lebih fleksibel atas pengerjaan ordernya
Bahan bakunya belum tersedia sebelum mendapatkan spesifikasi order dari konsumen
Biaya produksinya sangat tinggi
Configure to Order (CTO)
Model manufaktur ini perpaduan antara ATO (fitur dan pilihan terbatas) dan ETO (kebebasan pilihan dalam fitur)
Melakukan penyederhanaan proses penerimaan order dan mempertahankan fleksibilitas ETO, tanpa harus menyimpan material yang harus dibeli
Tujuan/Sasaran
Menjelaskan suatu proses bisnis dan mengidentifikasi
proses bisnis pada suatu organisasi
Identifikasi suatu kejadian yang meliputi proses bisnis
Model operasi
kejadian yang menggunakan konsep-konsep REAL
Membangun dan validasi suatu proses
bisnis model REAL
Tujuan/Sasaran
Pengenalan
Langkah yang pertama terhadap penambahan suatu nilai bisnis profesional sedang ditingkatkan memainkan peran laki/perempuan dalam membantu suatu organisasi menggambarkan dan memperbaiki proses-proses bisnisnya
Lalu apa proses-proses bisnis dan bagaimana mungkin mereka dirancang untuk mendukung satu sasaran organisasi ?
Bagaimana cara kita mendesain sistem informasi untuk mengumpulkan, memelihara, dan memproses data yang diperlukan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diperlukan oleh manajemen mengatur efektifitas proses-proses bisnis dalam jaman informasi ?
Analisis kami akan menggunakan model semantik ¾ model dari aksi-aksi nyata atau penomena. Kami menggunakan REAL Business Process Modeling sebagai suatu metode untuk membantu anda memahami dan model proses-proses bisnis
Proses – Proses Bisnis
Apakah Semua Proses dan Aktivitas Bisnis Menciptakan Keseimbangan?
Perusahaan sering kali memprioritaskan bisnis mereka
dasar proses-proses berdasarkan pada proses pembentukan nilai dalam mencapai sasaran organisasi
Beberapa aktivitas bisnis menentukan daya saing organisasi di dalam
pasar ketika aktivitas lain diklasifikasikan sebagai aktivitas pendukung
Suatu organisasi mungkin efektivitas biaya internal tetapi dapat menjadi organisasi yang gagal. Mengapa ?
Barangkali organisasi mempunyai pesaing :
– Siapa yang lebih baik memenuhi kebutuhan konsumen,
– Lakukan pekerjaan yang baik outsourcing beberapa fungsi bisnis
– Atau melakukan suatu pekerjaan dengan efektif membentuk strategic alliances dengan mitra perdagangan.
Aktivitas Nilai Utama
Inbound logistics – Aktivitas yang berhubungan nn untuk produk dengan menerima, menyimpan dan penyebaran masuka - produk dan jasa
Operations- Aktivitas yang berhubungan dengan mentranformasikan masukan ke dalam produk dan jasa akhir
Outbound logistics – aktivitas yang berhubungan dengan pengumpulan, penyimpanan dan mendistribusikan secara fisik produk-produk dan jasa
Marketing and sales – Aktivitas yang berhubungan dengan menyediakan suatu pengertian bahwa pelanggan dapat membeli hasil dan suatu tujuan untuk mempengaruhi mereka untuk membeli
Service – aktivitas yang menyediakan pelayananuntuk meningkatkan atau memelihara nilai dari produk-produk dan jasa
Aktivitas Dukungan
Procurement – suatu fungsi masukan pembelian untuk rantai nilai perusahaan
Technology Development - keterampilan, prosedur, atau teknologi yang melekat di dalam proses yang diharapkan untuk memperbaiki suatu produk, pelayanan dan atau proses
Human Resource Management – aktivitas yang melibatkan penerimaan, menyewa, pengembangan dan kompensasi seluruh tipe personal
Firm Infrastructure – aktivitas yang mendukung seluruh rantai nilai (e.g. manajemen umum, perencanaan, keuangan, akuntansi, hukum, hubungan pemerintah, qualitas manajemen dll.)
Porter’s… Mulai print…..
Peristiwa Proses Bisnis - Business
Process Events
Suatu proses bisnis adalah “satu rangkaian aktivitas yang diharapakan untuk memenuhi tujuan strategis dari suatu organisasi.
Operating Events adalah suatu aktivitas operasi yang dilaksanakan di dalam proses bisnis untuk menyediakan barang dan jasa untuk konsumen.
Information Events termasuk tiga aktivitas : merekam data tentang kejadian operasi, pemeliharaan data referensi yang penting untuk organisasi, dan melaporkan informasi yang dibutuhkan untuk manajemen dan pengambil keputusan yang lain.
Decision/Management Events adalah aktivitas dimana manajemen dan orang lain membuat keputusan tentang perencanaan, pengawasan dan evaluasi proses bisnis.
Gambar 3
Aktivitas Proses Bisnis (Events)
Proses Pembayaran/Akuisisi
Tanpa memperhatikan dari tipe barang atau jasa yang sedang diperoleh, dengan mengikuti sifat khas kejadian operasi di dalam proses pembayaran / akuisisi :
– Permintaan barang dan jasa.
– Pesanan barang dan jasa.
– Terima dan memeriksa barang dan jasa.
– Menyimpan dan atau memelihara barang.
– Pembayaran terhadap barang dan jasa.
– Keuntungan barang - Return goods.
Beberapa organisasi :
– Boleh memesan dengan cara kejadian yang berbeda,
– Boleh menggunakan suatu subset dari kejadian, atau
– Boleh menambahkan lebih banyak detail kejadian.
Proses Pengumpulan/Penjualan
Meski terdapat beberapa keanekaragaman dalam menguraikan tipe barang dan jasa dijual, proses pengumpulan/penjualan pada
umumnya meliputi beberapa kejadian :
– Terima satu order untuk barang dan jasa.
– Pilih dan periksa barang dan jasa untuk dikirimkan.
– Persipakan barang dan jasa untuk penyerahan
– Pengiriman barang dan jasa.
– Terima pembayaran untuk barang dan jasa.
– Terimalah hasil/keuntungan pelanggan dari barang.
Beberapa organisasi :
– Boleh memesan dengan cara kejadian yang berbeda,
– Boleh menggunakan suatu subset dari kejadian, atau
– Boleh menambahkan lebih banyak detail kejadian
Manajemen binis…
Proses Pengubahan/Konvensi
Proses perubahan sangat beraneka ragam, tergantung pada barang/jasa yang diproduksi, teknologi dan sumber daya yang digunakan, peraturan yang berlaku, pemerintahan, lingkungan, atau pelanggan.
Sangatlah sulit untuk menggambarkan suatu proses perubahan yang umum.
Pada dasarnya, proses perubahan adalah serangkaian aktivitas yang mengubah barang/jasa yang diperoleh menjadi barang/jasa bagi para pelanggan.
Proses Pengubahan/Konvensi
Akhirnya, contoh-contoh dari sebagian banyak aktivitas umum di dalam proses pengubahan/Konversi termasuk :
– Merakit .
– Pertumbuhan.
– Menggali.
– Memanen.
– Pabrikasi dasar (e.g., besi/metals
Mengembangan Suatu Model
Proses Bisnis REAL
Modeling proses bisnis REAL adalah suatu metode formal untuk mengidentifikasi dan menggambarkan karakteristik yang penting bahwa secara bersama menguraikan proses bisni dan kejadian.
Sebutan REAL merupakan singkatan dari Resources, Events, Agents, and Locations.
Menyiapakan suatu model proses bisnis REAL memerlukan anda untuk mengidentifikasi Aktivistas bisnis penting secara strategis dan karakteristik
penting tentang aktivitas bisnis ini
Gambar 2-4…
Langkah 1: Pahami Lingkungan Organisasi dan Tujuan Organisasi
Modeling REAL adalah satu bantuan dalam menganalisa organisasi dan aktivitasnya.
Kumpulkan data dan pegertian yang mendalan tentang tujuan organisasi, industri, rantai nilai, strategis, lini produk dan konsumen.
Pay attention kepada orang-orang, struktur, teknologi dan pengukuran organisasi
Pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang akan meningkatkan kemampuanmu untuk mengevaluasi proses bisnis dan identifikasi proses-proses dan kejadian
yang tidak berharga, tidak konpetitif, dan atau bukan menerima tujuan dari organisasi
Memahami…
Langkah 2 : Meninjau ualang proses bisnis dan identifikasi kejadian operasional penting secara strategis
Mulai dengan pembagian organisasi ke dalam proses bisnis.
“Apa yang terjadi? Bagaimana dan mengapa? ”
Model grafik REAL—termasuk kejadian operasional penting secara strategis bahwa meliputi suatu proses bisnis. (yang organisasi inginkan untuk merencanakan, mengevaluasi dan melaksanakan atau pengawasan)
Mulai model grafik REAL mu
Oleh kejadian perwakilan sebagai rectangles dengan suatu descriptor di dalam rectangle.
Pilih syarat dengan teliti yang menguraikan masing-masing kejadian operasional. Kami menyarankan dengan
menggunakan satu bentuk active voice untuk menyebutkan nama kejadian.
Menggunakan…
Gambar 2-5…
Langkah 3 : Analisis masing-masing daftar peristiwa sesuai langkah dua untuk mengidentifikasi kegiatan sumber daya, agen dan lokasi
Uraikan karakteristik-karakteristik penting dari kejadian - karakteristik yang:
– Jika dihilangkan, dapat merubah ketidaktepatan atau uraian tidak sempurna pada kejadian.
– Bentuk dasar untuk membangkitkan keluaran informasi konsumen gunakan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi aktivitas organisasi.
Apa jenis sumber daya yang dilibatkan ?
Apa tugas yang dilaksanakan dan siapa/apa agen melaksanakan tugas ?
Dimana peristiwa terjadi ? (lokasi)
Gambar 2-6…
Langkah 4 : Identifika Relevan Kelakuan, Karakteristik dan Atribut dari Kejadian, Sumber Daya, Agen dan Lokasi
Tentang apa waktu atau urutan didalam proses peristiwa itu perlu terjadi ?
Apa yang merupakan pengecualian untuk kejadian pemesan yang normal di dalam proses-proses ?
Apa yang sebenarnya otorisasi atau persetujuan yang tepat untuk melaksanakan suatu kejadian?
Apa yang sesungguhnya jumlah yang layak dari sumber daya yang berhubungan dengan peristiwa tersebut ?
Apa yang merupakan lokasi-lokasi yang bisa diterima untuk melaksanakan peristiwa ini ?
Langkah 4 : Lanjutan ……..
Apa yang dimaksud periode waktu yang dapat diterima antara kejadian di dalam suatu proses bisnis ?
Bagaimana kekuatan order -pesanan dari kejadian tukar menukar oleh konsumen ?
Apakah lokasi dari barang-barang yang mana perihal yang dikirimkan ?
Berapa banyak pelayan toko yang ditugaskan kepada masing-masing pelanggan?
Perlukah suatu penjulan pesanan membutuhkan pramuniaga penjagaan dari tunai ?
Dapatkah suatu pelanggan mempunyai dua alamat yang berbeda ? Mengapa atau mengapa tidak ?
Urutan dari kejadian…
Risiko Kejadian – Event Risks
Satu peristiwa opersasi yang terjadi pada urutan dan waktu yang salah, Satu peristiwa operasi yang terjadi tanpa otorisasi yang tepat,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan aget internal yang salah,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan agen eksternal yang salah,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan sumber daya yang salah,
Satu peristiwa operasi yang disertai dengan jumlah yang salah dari sumber daya , dan/atau
Satu peristiwa yang terjadi di lokasi yang salah.
Penjualan Eceran Toko McKell's Kasus
Pos pemeriksaan —Aturan Bisnis
Masing-masing penjualan berlangsung pada specific register (lokasi). Masing-masing penjualan melibatkan hanya one customer (agen
eksternal).
Hanya one salesperson (agen internal) yang bertanggung jawab atas masing-masing penjualan.
Masing-masing penjualan melibatkan one or more items of merchandise (sumber daya).
Jenis barang dagangan McKell's are not uniquely identified. Masing- masing kelengkapan barang dagangan mengacu pada jenis dan penggolongan dari barang dagangan (e.g. ukuran 12 T-shirt putih, atau ukuran 9 sepatu tennis putih, atau ukuran 5 sarung tangan kulit).
Tenaga penjual dan pelanggan tidak mempunyai hubungan langsung, seban McKell tidak menugaskan pelanggan untuk tenaga penjual yang spesifik. Pelanggan dan tenaga penjual terkait hanya melalui penjualan
Sementara analisis peristiwa ini anda boleh mendokumentasikan beberapa aturan tambahan, seperti :
– Penjualan hanya melibatkan barang dagangan, bukan aktiva tetap - fixed assets.
– Penjualan tidak bisa melibatkan lebih banya barang dagangan
(kuantitas) dibanding berakibat pada tangan McKell.
– Penjualan tidak dapat melibatkan barang dagangan yang tidak ditawarkan oleh McKell.
– Masing-masing penjualan harus berlangsung hanya pada register dan register mengidentifikasi harus sama dengan suatu identifikasi register yang terekam.
Langkah 5:
Identifikasi dan Dukumentasi Hubungan Langsung Antara Sumber daya, Kejadian, Agen, dan Lokasi
Mengambarkan satu bari dari masing-masing peristiwa untuk masisng-masing sumber daya, agen internal, agen eksternal, anddan lokasi berhubungan dengan peristiwa tersebut. Dengan segera, tambahkan istilah yang berarti atau rasa yang berhubungan antara objek-objek. Lihat gambar 2 - 7 or 2 - 8.
Dengan tampilan grafik kejadian hubungkan dengan kejadian lain untuk menunjukan urutan kebutuhan yang dipelukan pada kejadian di dalam proses bisnis. Mengambarkan bentuk peristiwa ke peristiwa di dalam urutan yang benar
Hubungan langsung dokumen antara para agen-agen , lokasi, dan sumber daya yang bersifat bebas dari peritiwa operasi..
Hubungkan dalam satu baris.
Gambar 2-7…
Gambar 2-8…
Gambar 2-9…
Langkah 6 :
Validasi Model Proses Bisnis Riil dengan Orang – orang Bisnis
Mereka memahami secara detail dan hasil akhir dari proses bisnis dan kejadian yang sedang diperagakan perlu melaksanakan validasi.
Sesi Validasi dimanapun diperlukan hasil konfirmasi model ketelitian atau model modifikasi.
Modifikasi-modifikasi pada umumnya memerlukan satu decomposing atau lebih kejadian operasi yang lebih detail mengenai kejadian operasi atau kombinasi kejadian.
Begitu diciptakan model REAL, Apakah kebutuhan diperbaharui atau dipelihara ? Ya. Sifat alami dari proses – proses bisnis dan kejadian/peristiwa selalu berubah setiap waktu. Lebih penting lagi,pada hari ini dunia lebih cepat melangkah, sifat alami dari proses-proses bisnis dan kejadian/peristiwa sering kali harus berubah beberapa lama kemudian
Menghubungkan Proses-Proses
Memahami hubungan antara proses-prose bisnis individual adalah sangat penting.
Secara bersama-sama proses bisnis menghasilkan akuisisi pada
barang dan jasa, konversi barang dan saja yang diperoleh menjadi barang dan jasa untuk konsumen, pengiriman barang dan jasa untuk konsumen, dan pengumpulan atau pembayaran dari konsumen
Proses – proses bisnis terhubung secara bersama ke dalam dua arah :
– oleh pembagian bersama sumber daya atau
– Oleh suatu peristiwa dalam satu proses yang mencetuskan satu peristiwa di dalam proses yang lain.
Mulai slide ini materi ada di PDF
25 slide. Gambar 2-10…
Proses Penjualan/Pengumpulan
Adalah serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mengantarkan barang/jasa kepada para pelanggan untuk mendapatkan pembayaran.
Pada dasarnya, proses penjualan/pengumpulan merupakan cerminan dari proses bisnis perolehan/pembayaran.
Ketika suatu entitas memperoleh barang/jasa serta membayarnya, maka ada entitas lainnya yang menjual barang/jasa serta mengumpulkan pembayaran.
Kejadian-Kejadian Proses Bisnis
(Business Process Events)
Suatu proses bisnis merupakan serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi.
Suatu proses bisnis dapat terdiri dari beberapa aktivitas.
Kejadian (event) merupakan suatu aktivitas tunggal yang terdapat pada sebuah proses bisnis.
Tiga Jenis Kejadian
Kejadian-kejadian Operasional
(Operating Events)
Kejadian-kejadian Informasi
(Information Events)
Kejadian-kejadian Keputusan/Pengelolaan
(Decision/Management Events)
Kejadian-Kejadian Operasional
Adalah aktivitas-aktivitas operasional yang dilakukan dalam suatu proses bisnis saat menyediakan barang/jasa bagi pelanggan.
Contoh kejadian-kejadian operasional pada proses bisnis penjualan/pengumpulan:
Kejadian 1: Memasarkan barang.
Kejadian 2: Menerima pesanan dari pelanggan.
Kejadian 3: Mengirimkan barang pesanan.
Kejadian 4: Menerima pembayaran.
Kejadian-Kejadian Informasi
Mencatat data tentang kejadian-kejadian operasional.
Memelihara data yang penting bagi organisasi.
Melaporkan informasi yang berguna bagi para pengambil keputusan.
Kejadian-Kejadian Keputusan/Pengelolaan
Adalah aktivitas-aktivitas di mana para pimpinan membuat keputusan tentang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penilaian proses-proses bisnis.
Contoh:
Pimpinan memutuskan untuk membuat produk baru.
Pimpinan memutuskan untuk membuka sebuah cabang baru.
Keterkaitan Antar Kejadian Proses Bisnis
Kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan akan menentukan dan memicu kejadian-kejadian operasional.
Menjalankan kejadian-kejadian operasional akan memicu kejadian-kejadian informasi untuk mencatat dan memelihara data bisnis.
Kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan juga memicu kejadian-kejadian informasi, yaitu saat para pimpinan meminta informasi sebelum mengambil keputusan.
Keterkaitan Antar Kejadian Proses Bisnis
Kejadian-kejadian Operasional Umum Pada Proses Bisnis Perolehan/Pembayaran
Permintaan barang/jasa yang diperlukan.
Pemesanan barang/jasa yang diminta.
Penerimaan barang/jasa yang dipesan.
Pemeriksaan barang/jasa yang diterima.
Penyimpanan dan pemeliharaan barang yang diterima.
Pembayaran untuk barang/jasa yang diterima.
Pengembalian (retur) barang yang tidak sesuai.
Kejadian-Kejadian Operasional Umum
Pada Proses Bisnis Penjualan/Pengumpulan
Menerima pesanan barang/jasa dari pelanggan.
Memilih dan memeriksa barang/jasa yang akan dikirim.
Mempersiapkan barang/jasa yang akan dikirim.
Mengirimkan barang/jasa kepada pelanggan.
Menerima pembayaran untuk barang/jasa yang dijual.
Menerima pengembalian (retur) barang dari pelanggan.
Aktivitas-aktivitas Umum Pada Proses Perubahan
Merakit (assembling)
Menanam (growing)
Menggali (excavating)
Memanen (harvesting)
Pabrikan dasar (basic manufacturing)
Pabrikan akhir (finished manufacturing)
Membersihkan (cleaning)
Mengangkut (transporting)
Menyalurkan (distributing)
Menyediakan (providing)
Mendidik (educating)
Menemukan (discovering)
Aliran Kerja (Workflow)
Aliran kerja merujuk kepada pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang dilakukan oleh anggota-anggota suatu kelompok kerja (workgroup) untuk mencapai beberapa tujuan.
Yaitu bagaimana suatu barang/jasa mengalir dari seseorang atau fungsi bisnis ke orang atau fungsi bisnis lainnya.
Suatu aliran kerja mungkin merupakan kombinasi dari kejadian-kejadian operasional, informasi, dan keputusan/pengelolaan.
Studi Kasus: Golden Pizza
Restaurant pizza yang sukses di Standish, California.
Menyediakan pizza lezat dan pelayanan yang ramah.
Jaminan penyajian dalam waktu 20 menit. Jika terlambat, pelanggan tidak usah bayar.
Pimpinannya sering menghabiskan waktu untuk menganalisa pasar pizza di Standish, para pesaingnya, dan para pelanggannya.
Pimpinannya membuat keputusan tentang pizza yang akan dicantumkan pada menu.
Golden Pizza
Pelanggan dapat memesan via telepon atau datang langsung ke restorannya.
Detil pemesanan dicatat pada form pemesanan (rangkap banyak) yang telah diberi nomor berurut.
Total penjualan dihitung lalu dicatat pada form pemesanan, dan disampaikan pada pelanggan.
Pelanggan membayar dan form pemesanan dicap “PAID”. Juga dicatat detil pembayaran yang dilakukan.
Golden Pizza
Selembar form pemesanan diberikan kepada pelanggan, dan pelanggan dipersilakan menunggu.
Selembar form pemesanan diberikan kepada koki. Form pemesanan digantung pada roda berputar supaya dapat mengetahui urutan pesanan.
Jika pesanan sudah siap, pizza akan dibungkus dan form pesanan pada koki akan disimpan di sebuah kotak.
Golden Pizza
Pelanggan memperlihatkan form pemesanan yang sudah dicap “PAID” untuk mengambil pesanan.
Form pemesanan dari pelanggan akan disimpan untuk bagian akuntansi untuk dicatat datanya, dan pizza akan diberikan kepada pelanggan.
Kejadian-Kejadian Keputusan/Pengelolaan di Golden Pizza:
Menganalisa pasar pizza di Standish, para pesaing, dan para pelanggan.
Menentukan pizza apa yang akan dicantumkan pada menu.
Memberikan pesanan pizza yang tepat pada pelanggan yang tepat.
Kejadian-kejadian Operasional di Golden Pizza:
Menerima pemesanan pizza.
Menerima pembayaran dari pelanggan.
Membuat pizza.
Mengemas pizza.
Memberikan pizza kepada pelanggan.
Kejadian-kejadian Informasi di Golden Pizza:
Mencatat pesanan pelanggan.
Menghitung total pesanan.
Menandai pesanan yang sudah dibayar.
Memberikan pelanggan selembar form pesanan.
Memberikan koki selembar form pesanan.
Mengirim form-form pesanan ke bagian akuntansi.
Kejadian-kejadian Informasi yang mungkin dipicu oleh kejadian-kejadian keputusan/pengelolaan:
Membuat laporan analisa pelanggan.
Membuat laporan penjualan berdasarkan jenis pizza.
Membuat analisa keuntungan kotor (gross margin).
Membuat laporan kerugian penjualan akibat jaminan 20 menit penyajian.
Pemodelan Proses Bisnis
REAL
REAL merupakan kependekan dari Resources, Events, Agents, and Locations.
Pemodelan REAL merupakan suatu metode formal untuk mengidentifikasi dan menunjukkan karakteristik-karakteristik dasar yang akan menggambarkan proses-proses bisnis dan kejadian-kejadiannya.
Membuat pemodelan REAL mengharuskan Anda mengidentifikasi aktivitas-aktivitas bisnis yang penting dan ciri-ciri mendasar dari aktivitas-aktivitas bisnis tersebut.
Apa yang terjadi?
Kapan itu terjadi?
Siapa saja yang terlibat dan peran/tugas apa yang dimainkannya?
Sumber daya apa saja yang diperlukan dan berapa banyak?
Di mana kejadian itu terjadi?
Kesalahan apa yang dapat terjadi saat melaksanakan suatu kejadian?
6 Langkah Untuk Menganalisa Suatu Proses Bisnis dan Mengembangkan Pemodelan REAL Awal
Langkah 1
Memahami lingkungan organisasi dan tujuan-tujuannya.
Langkah 2
Meninjau proses-proses bisnis dan mengidentifikasi kejadian-kejadian operasional yang penting.
Langkah 3
Menganalisa setiap kejadian yang terdaftar pada langkah ke-2, untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya, pihak-pihak, dan lokasi-lokasi yang terkait dengan suatu kejadian.
Langkah 4
Mengidentifikasi perilaku, karakteristik, dan sifat dari kejadian-kejadian, sumber-sumber daya, pihak-pihak, dan lokasi-lokasi.
Langkah 5
Mengidentifikasi dan mendokumentasikan hubungan langsung antara sumber-sumber daya, kejadian-kejadian, pihak-pihak, dan lokasi-lokasi.
Langkah 6
Memvalidasi pemodelan REAL dengan pimpinan bisnis.
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Pembeli dapat membeli berbagai macam barang di McKell’s.
Setiap penjualan melibatkan seorang pelanggan yang dilayani oleh seorang karyawan.
Pelanggan dapat membeli satu atau lebih barang.
Para karyawan secara acak melayani pelanggan.
Setiap penjualan yang terjadi dicatat pada sebuah mesin pencatat (cash register). McKell’s memiliki beberapa mesin pencatat.
Setiap barang yang dijual tidak diidentifikasi secara unik. Pengidentifikasian dilakukan berdasarkan jenis barang.
Pelanggan dapat membayar dengan tunai, cek, atau kartu kredit.
Matriks Pemodelan Proses Bisnis REAL
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Menjual barang
Menerima pembayaran
Pemodelan REAL McKell’s:
Langkah ke-2
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
1 pihak internal: karyawan.
1 pihak eksternal: pelanggan.
2 sumber daya:
barang dagangan dan uang tunai.
1 lokasi: mesin pencatat.
Pemodelan REAL McKell’s:
Langkah ke-3
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Setiap transaksi penjualan mengambil tempat di sebuah cash register.
Setiap transaksi hanya melibatkan seorang pelanggan saja.
Hanya seorang karyawan yang bertanggung jawab terhadap suatu transaksi.
Setiap transaksi penjualan dapat melibatkan satu atau lebih barang.
Barang-barang dagangan McKell’s tidak diidentifikasi secara unik.
Antara karyawan dengan pelanggan tidak ada hubungan khusus.
Studi Kasus: Toko Ritel McKell’s
Pembeli hanya bisa membeli barang-barang dagangan, bukannya barang-barang milik toko.
Pembeli tidak bisa membeli barang melebihi jumlah persediaan yang dimiliki toko.
Pembeli tidak bisa membeli barang yang tidak ada di toko.
Pemodelan REAL McKell’s:
Langkah ke-5
Enterprise Resources Planning (ERP)
Pengertian ERP
Sistim terintegrasi yang mempunyai tujuan merangkum bisnis proses yang berjalan sehingga menjadi satu kolaborasi yang efisien dan efektif, dimana sistim tersebut didukung dengan teknologi informasi dan dapat menghasilkan informasi yang menunjang perusahaan menjadi lebih kompetitif.
Contoh ;
Kasus di produksi, dimana antara jadwal produksi dengan bahan yang ada dan kebutuhan produk yang akan diproduksi dimana ketiga proses itu harus dilakukan secara effisien dan effektif .
Efisien adalah dari segi waktu dan efektif dari segi optimasi dalam proses produksi dimana sebagai contoh meminimalkan Work In Process (WIP).
6 Proses Bisnis Utama di ERP
Menurut Michael D dan Robert J. Vokura , business process di ERP terdiri dari 6 bagian besar yaitu
Quote to cash,
Procure to pay,
Plan to perform,
Manufacturing operations,
Product life cycle dan
Financial management.
Penjelasan #1
Quote to cash
Dimulai dari identifikasi pelanggan yang qualified dimana pelanggan tersebut membutuhkan produk /jasa yang dihasilkan sampai penerimaan pembayaran dari pelanggan tersebut.
Procure to pay
Dimulai dari order pemesanan ke supplier/vendor sampai pembayaran ke supplier/vendor
Penjelasan #2
Plan to perfom
Didalamnya terdapat demand forecast, material plannning, capacity planning dan distribution planning. Kalau dilihat dari ilustrasi diatas proses ini meliputi kelima proses lainnya karena dalam proses planning dibutuhkan informasi lainya seperti salah satu contoh untuk merencanakan demand forecast sangat dibutuhkan data inventory yang ada.
Manufacturing operations
Dimulai dengan menerima pesanan (order) dari pelanggan sampai produk/jasa dikirim ke pelanggan. Ada tiga tipe proses di manufaktur yaitu : discrete, lot-based dan flow (process)
Penjelasan #3
Product life cycle
Didalamnya mengatur dari konsep produk / jasa sampai sudah tidak di produksi (obsolete) dan juga terdapat informasi produk/jasa revisi,upgrade . Jadi intinya disini terdapat semua informasi produk / jasa.
Financial management:
Didalamnya ada AR, AP , General Ledger ,Fixed Asset dan standar pelaporan keuangan.
Sample
Business Process Life Cycle
Model yang dikembangkan oleh Victor Portougal dan David Sundaram dimana mereka membagi 3 tahap yaitu :
Execution of process in real world
Descriptive modeling (as - is)
Prescriptive modeling
Tahap pertama menjadi tahap kedua dilakukan proses identifikasi dimana tugasnya adalah proses mendefinisikan seperti apa proses yang ada.
Dari tahap kedua menjadi tahap ketiga akan melalui proses analisa dan improvement
Kemudian setelah model bisnis dibuat maka di kembalikan lagi ke real world, dimana akan ada proses implementasi.
Tahapan ini akan berputar terus menerus sampai business process semakin
efisien dan efektif sehingga menjadikan organisasi yang kompetitif.
Pengelolaan Proses Bisnis
Pengaruh organisasi terhadap proses bisnis ada 2 faktor, yaitu :
Faktor Internal.
Faktor ini biasanya merupakan tantangan dari CEO untuk menjawab pertanyaan , Apakah kinerja kita sudah optimal ? Apakah kinerja kita sudah efisien ?
Faktor Eksternal.
Faktor ini merupakan tantangan dari pasar dimana dan bagaimana perusahaan lebih kompetitif
.
Referensi
Felix Lukman. Model Proses Bisnis
Harjono Padmono Putro. Analisis Proses Bisnis
Hollander, Denna, Cherrington Accounting, Information Technology, And Business Solutions. Second Edition. Published by: Irwin McGraw-Hill, 2000.
Julius Nursyamsi, 2008. PEMODELAN PROSES BISNIS. Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Mercubuana.
Langganan:
Postingan (Atom)